OUR NETWORK

Scouting the Enemy: Club Brugge

Kemenangan melawan Chelsea berhasil memulihkan kepercayaan diri Manchester United yang sebelumnya tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir kompetisi Premier League. Hasil ini membuka kembali kesempatan mereka memperebutkan satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Akan tetapi, kemenangan melawan Chelsea tidak boleh dirayakan berlarut-larut. Pada Jumat dini hari nanti, mereka akan kembali membuka asa untuk kembali ke Liga Champions melalui jalur yang berbeda yaitu Liga Europa. Pada babak 32 besar, mereka akan ditantang wakil Belgia yaitu Club Brugge. Jika melihat perbedaan kualitas, seharusnya wakil Belgia ini tidak menjadi penghalang bagi United untuk mencuri kemenangan di sana.

Berikut adalah cerita dari kesebelasan yang pernah melangkah ke final Liga Champions pada 1977/1978 tersebut.

Kapan Laga Club Brugge vs Manchester United Dimainkan?

Pertandingan ini akan dimainkan di Jan Breydel Stadium, pada Jumat dini hari. Sepak mula akan dimulai pada pukul 00.55 WIB. Wasit yang memimpin pertandingan nanti adalah Aleksei Kulbakov yang berasal dari Belarus. Bagi yang ingin menyaksikan pertandingan ini, kalian bisa menontonnya di SCTV selaku pemegang hak siar free to air di Indonesia.

Bagaimana Sejarah Singkat Club Brugge?

Pada tahun 1890, siswa dari sekolah Katolik Broeders Xaverianen dan sekola Koninklijk Atheneum bergabung bersama untuk membentuk klub sepakbola Brugsche. Setahun kemudian, lebih tepatnya pada 13 November 1891, klub ini dimodifikasi namanya menjadi Brugsche FC, dan pada 1892 berganti nama lagi menjadi Club Brugge hingga sekarang.

Pada musim 1913/1914, klub ini mencapai final Piala Belgia sebelum kalah 2-1 dari Union SG. Enam tahun kemudian, mereka akhirnya mendapat gelar pertama yaitu Divisi Utama Belgia. Namun, mereka terdegradasi delapan tahun kemudian.

Masa-masa keemasan Club Brugge terjadi pada era 70-an atau ketika tim dilatih oleh manajer kawakan, Ernst Happel. Bersama pria asal Austria ini, mereka meraih gelar liga Belgia pada musim 1975/1976 sampai 1977/1978 dan gelar Piala Belgia pada 1976/1977. Selain di kompetisi domestik, mereka juga mencicipi final Piala UEFA pada 1975/1976 dan Liga Champions 1977/1978. Sayang, pada dua kesempatan tersebut mereka dikalahkan oleh Liverpool.

Bagaimana Performa Mereka Musim Ini?

Hingga tulisan ini dibuat, mereka masih berada di peringkat pertama babak reguler dengan poin 61 dan berselisih sembilan angka dari Gent di peringkat dua. Jika mereka bisa mempertahankan konsistensi mereka pada babak reguler, maka mereka punya peluang besar untuk meraih gelar Liga Belgia pada Play-off penentuan gelar juara.

Siapa Manajer Mereka?

Sejak 30 Juni 2019, mereka dilatih oleh Philippe Clement. Pria berusia 45 tahun ini adalah legenda klub yang pernah bermain selama satu dekade dalam rentang 1999 hingga 2009. Philippe bahkan pernah berkarier di Inggris dengan memperkuat Coventri City selama satu musim. Ia memang tampak ditakdirkan untuk Club Brugge. Setelah tidak lagi bermain pada 2011, ia langsung diangkat menjadi pemandu bakat dan sempat menjadi caretaker. Sempat menjadi asisten pelatih Club Brugge dan bertualang ke dua klub yaitu Waasland-Beveren dan Genk, ia akhirnya kembali untuk membela klub yang telah membesarkan namanya.

Siapa Pemain Kunci Mereka?

Sorotan utama tentu mengarah kepada sosok Hans Vanaken. Ia adalah top skor klub musim ini dengan 16 gol di semua kompetisi. Yang menarik, posisi asli Hans adalah seorang gelandang serang. Hal ini menandakan kalau Club Brugge tidak hanya mengandalkan lini depan melainkan juga lini keduanya yang dimotori oleh Hans.

Satu kelebihan dari Club Brugge adalah mereka punya lini depan yang bisa dibilang cukup merata. Dari delapan pemain depan yang dimiliki, hanya dua nama yang belum mencetak gol sama sekali. Ini yang menandakan siapa pun yang dipasang oleh Clement, maka mereka bisa menjadi ancaman di depan gawang lawan.

Apakah United Pernah Bertemu Club Brugge Sebelumnya?

Hanya dua kali Setan Merah bertemu dengan Club Brugge dan dua pertemuan tersebut terjadi belum terlalu lama yaitu pada babak Play-off Liga Champions musim 2015/2016. Ketika itu, United menang 3-1 pada leg pertama melalui gol Memphis Depay (dua gol) dan Marouane Fellaini. Pada leg kedua, United kembali menang dengan skor telak yaitu 4-0. Tiga gol dibuat oleh Wayne Rooney dan satu gol lainnya dibuat oleh Ander Herrera.

Comments

Loading...