OUR NETWORK

Scouting the Enemy: AZ Alkmaar

Europa League musim ini terasa begitu spesial bagi Manchester United. Hal ini dikarenakan dua dari tiga pesaing mereka di grup L adalah lawan yang baru pertama kali sepanjang sejarah mereka. Setelah pertengahan September lalu mereka menghadapi Astana FC, kini giliran United yang akan menjalani partai tandang pertamanya di Eropa pada musim ini dengan menerima jamuan dari klub Belanda, AZ Alkmaar.

Untuk menambah bekal para pembaca terkait kesebelasan ini, berikut adalah profil singkat dari kesebelasan yang pernah diperkuat mantan pemain Bali United, Nick Van der Velden ini.

Kapan Laga AZ Alkmaar vs Man United dimainkan?

Hanya ada waktu dua hari bagi United untuk beristirahat sebelum terbang ke Belanda. Laga ini sendiri akan dimainkan pada Kamis (3/10) malam dengan waktu sepak mula pukul 23.55 WIB. Wasit asal Lithuania, Gediminas Mazeika, akan menjadi pengadil pada pertandingan ini. Laga ini sendiri akan disiarkan secara langsung oleh pemegang hak siar UCL dan UEL musim ini yaitu SCTV.

Bagaimana Sejarah Singkat AZ Alkmaar?

Klub ini berdiri pada 10 Mei 1967, hasil dari penggabungan dua klub yaitu Alkmaar 54 dan FC Zaanstreek. Dibentuknya AZ dikarenakan Cees bersaudara dan Klaas Molenaar, mantan pemain Zaanstreek, untuk membentuk tim sepakbola yang cukup kuat. Hal ini yang kemudian membuat dua tim tersebut digabung dan diberi nama AZ.

Klub berjuluk Cheeseheads ini adalah salah satu kekuatan lawas sepakbola Belanda. Mereka menjadi kesebelasan yang mampu menjadi juara di tiga divisi yang berbeda (Eredivisie, Eerste Divisie, dan Tweede Divisie). Puncak kejayaan mereka terjadi pada era 70 hingga 80-an. Saat itu, AZ memenangi gelar Eredivisie pertama mereka (1980/81) dan memenangi tiga gelar Piala Belanda (1977/78. 1980/81, dan 1981/82). Pada 1980/81, AZ punya kesempatan untuk meraih treble jika pada final Piala Uefa, langkah mereka tidak digagalkan wakil Inggris, Ipswich Town.

Sejak saat itu, AZ sudah tidak lagi masuk dalam jajaran sepakbola Belanda. Mereka kalah dominan dibanding trio Ajax, PSV, dan Feyenoord. Butuh 28 tahun bagi mereka untuk kembali meraih gelar Liga Belanda, sedangkan gelar terakhir yang diraih adalah Piala Belanda pada musim 2012/13.

Meski begitu, klub ini dikenal sebagai salah satu tempat yang tepat untuk membimbing pemain muda menjadi pemain yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi. Mousa Dembele, Graziano Pelle, Vincent Janssen, Ron Vlaar, dan Alireza Jahanbaksh adalah beberapa nama yang bersinar ketika memperkuat AZ dan sama-sama pernah berkarier di Premier League.

Bagaimana Performa Mereka Musim Ini?

Saat ini, Liga Belanda sudah memainkan delapan pertandingan. AZ untuk sementara berada pada peringkat ketiga klasemen sementara dengan 19 poin hasil dari enam kemenangan dan masing-masing satu kali imbang dan satu kekalahan. Jarak mereka dengan Ajax selaku pimpinan klasemen pun hanya satu poin.

Setelah kalah dari Vitesse pada awal September lalu, AZ tidak terkalahkan dalam lima pertandingan setelahnya dengan raihan empat kemenangan dan satu hasil imbang melawan Partizan pada matchday pertama Europa League. Bahkan pada ajang kelas dua Eropa ini mereka belum pernah kalah sejak melalui fase kualifikasi dua.

Siapa Manajer Mereka?

Setelah sukses dengan tidak pernah keluar dari enam besar sejak 2014/15, manajer John van den Brom memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bersama AZ. Per 1 Juli 2019, klub ini ditangani oleh Arne Slot yang sebelumnya menjadi asisten Van den Brom. Arne sendiri merupakan mantan pemain sepakbola yang kariernya dihabiskan untuk klub-klub lokal seperti FC Zwolle, NAC Breda, dan Sparta Rotterdam.

Siapa Pemain Kunci Mereka?

Ada empat pemain yang patut diwaspadai oleh United dari kubu AZ. Semuanya adalah pemain yang memiliki ketajaman mumpuni di depan gawang lawan. Mereka hanya butuh tiga pemain saja untuk mencetak 14 dari total 18 gol mereka di liga. Tiga nama itu adalah Oussama Idrissi (6 gol), Myron Boadu (4 gol), dan Teun Koopmeiners (4 gol). Namun untuk Europa League, top skor mereka adalah pemain yang baru berusia 20 tahun yaitu Calvin Stengs. Ia sudah membuat empat gol termasuk satu gol ke gawang Partizan.

Apakah United Punya Kelekatan Dengan Klub Ini?

United memang tidak pernah bertemu dengan klub ini sebelumnya. Namun, beberapa individu Setan Merah pernah menghabiskan kariernya di sini. Selain Louis van Gaal, ada Sergio Romero yang namanya berkibar ketika membela AZ. Ia bermain sejak tahun 2007 hingga 2011 sebelum kemudian dilepas ke Sampdoria setelah manajer mereka saat itu, Gertjan Veerbek, mengaku tidak menyukai attitude penjaga gawang Argentina tersebut.

Comments

Loading...