OUR NETWORK

Man United vs Leicester: Berat Tanpa Pilar Utama

Selamat datang Premier League! Setelah menunggu kurang lebih tiga bulan, kompetisi tertinggi dalam sepakbola Inggris ini kembali bergulir mulai minggu ini. Laga pertama bahkan digelar pada Jumat malam mendatang atau Sabtu dini hari yang mempertemukan runner up musim lalu Manchester United melawan Leicester City.

Kemenangan tentu saja menjadi incaran bagi kedua kesebelasan. Bagi tim tamu, awalan yang bagus akan memberikan kepercayaan diri dalam mengarungi musim 2018/19. Terlebih lagi, Leicester hanya satu kali menang dalam empat laga pembuka yang telah mereka mainkan di liga sejak 2014/2015.

Sementara itu, United memiliki rekor bagus dalam pertandingan pembuka liga. Sejak 1992, mereka memenangi 17 dari 26 pertandingan pembuka musim. Terakhir kali mereka kalah pada pekan satu terjadi pada musim 2014/2015 saat United takluk 1-2 di Old Trafford dari Swansea City.

Sama-Sama Kehilangan Pilar Utama

United datang pada pekan satu dalam kondisi yang memusingkan kepala Jose Mourinho. Beberapa pemain pilar kemungkinan besar belum akan diturunkan sejak menit awal mengingat mereka baru saja kembali setelah berkeringat di Piala Dunia.

Dari 12 pemain yang berangkat ke Rusia, hanya Fred dan David De Gea saja yang sudah bermain lebih dari satu kali selama pra musim. Sementara Phil Jones dan Marcus Rashford baru bermain satu kali dan belum tampak padu dengan skuad yang lain.

Sementara sisanya bahkan tidak bermain sama sekali pada pra musim atau baru kembali pada minggu ini. Romelu Lukaku, Marouane Fellaini, Paul Pogba, dan Anthony Martial, (menemani istri melahirkan) baru kembali dari cuti pada Senin. Hanya Victor Lindelof dan Ashley Young yang sudah berada di Manchester selama dua minggu. Beruntung, semuanya telah menjalani latihan intensif saat skuat yang lain berangkat ke Munich.

Selain kebugaran, masalah lain adalah cederanya para pilar. Nemanja Matic, Antonio Valencia, Ander Herrera dan Eric Bailly berpeluang absen Jumat nanti. Marcos Rojo bahkan belum terlihat batang hidungnya sejak diisukan pindah ke Everton. Sedikitnya pemain bahkan membuat Mourinho menahan kepergian Matteo Darmian setidaknya hingga akhir Agustus nanti.

Di kubu lawan, Claude Puel tidak terlalu dipusingkan dengan absennya pemain karena ajang empat tahunan tersebut. Dari delapan pemain yang ke Rusia pada Juni lalu, semuanya sudah ikut berlatih. Akan tetapi, dua pemain mereka yaitu Harry Maguire dan Jamie Vardy berpotensi absen pada laga esok.

Maguire adalah bek yang tidak pernah absen bermain di Premier League musim lalu. Sementara Jamie Vardy adalah top skor mereka dalam tiga musim terakhir. Kehilangan keduanya tentu mengurangi setengah kekuatan juara liga 2016 ini. Mereka bahkan sudah kehilangan Riyad Mahrez yang hijrah ke Manchester City musim panas ini.

Meski begitu, Puel nampak santai mengatasi kehilangan Maguire dan Vardy. Pos Maguire kemungkinan diisi oleh mantan pemain United, Jonny Evans. Sementara absennya Vardy bisa ditutupi sementara oleh sosok Kelechi Iheanacho yang mencetak empat dari delapan gol Leicester di pra musim.

Pembuktian Skema Baru

Sepanjang pra musim, Jose Mourinho kerap memainkan skema 4-3-3 yang diisi trio Ander Herrera, Andreas Pereira dan Scott McTominay. Besar kemungkinan, skema ini kembali digunakan demi mengikis krisis pemain di kubu United.

Pereira akan bertindak sebagai box to box midfielder, McTominay akan menjadi penjaga daerah permainan United di lini tengah sementara Herrera bertindak sebagai deep playing playmaker.  Ketika ada di kaki Herrera, bola akan diberikan kepada para pemain depan yang sepanjang pra musim diisi Juan Mata, Alexis Sanchez dan Anthony Martial

Akan tetapi, skema ini kerap bermasalah dalam kreativitas. Ketiganya tidak punya kemampuan untuk melakukan dribel ofensif layaknya Paul Pogba atau Fred. Beberapa kali, Juan Mata ikut turun menjadi gelandang karena jarak tiga pemain tengah United terlalu jauh dengan lini depan yang membuat dua pemain depan Setan Merah berhadapan dengan empat pemain belakang lawan.

Masuknya Fred diharapkan bisa cepat nyetel dalam skema United. Ia diharapkan bisa menjadi box to box midfielder yang mampu menghubungkan lini tengah dan depan. Dribel ofensif milik Fred serta kecepatan yang dimiliki diharapkan berguna untuk membongkar rapatnya lini belakang Si Rubah.

Selain 4-3-3, Mourinho pun kerap memainkan pola 3-4-3 dalam beberapa laga pra musim. Pola ini digunakan agar memberikan keseimbangan antara lini belakang dan lini tengah. Akan tetapi, Mourinho menyebut kalau formasi ini baru bisa digunakan jika ia hanya punya satu bek tengah saja.

Leicester City pun sedang berupaya mematangkan skema baru mereka tanpa Mahrez. Musim lalu, pemain Aljazair ini menjadi kekuatan dari sisi sayap mereka bersama Marc Albrighton di sisi seberang.

Sepanjang pra musim mereka, Puel selalu memainkan tiga gelandang tengah yang diisi Vicente Iborra, Adrien Silva, dan Wilfried Ndidi. Leicester sebenarnya sudah memiliki pengganti Mahrez dalam diri Rachid Ghezzal dan Bartosz Kaputska. Akan tetapi, Puel tentu tidak ingin mengambil risiko dengan langsung memainkan keduanya mengingat Ghezzal baru bergabung dua hari lalu sementara Kaputska tidak menunjukkan permainan yang menjanjikan semasa dipinjam Freiburg.

***

Perkiraan Formasi:

MANCHESTER UNITED:

De Gea, Matteo Darmian, Chris Smalling, Eric Bailly, Luke Shaw, Andreas Pereira, Fred, Juan Mata, Alexis Sanchez, Anthony Martial, Marcus Rashford

LEICESTER CITY:

Kasper Schmeichel, Ben Chillwell, Wes Morgan, Jonny Evans, Daniel Amartey, Vicente Iborra, Adrien Silva, Wilfried Ndidi, Marc Albrighton, Demarai Gray, Kelechi Iheanacho

Comments