OUR NETWORK

Vegan, Resep Bugar Chris Smalling

Menjadi sebuah masalah apabila melihat nama Chris Smalling berada dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) United. Akan tetapi, masalah tersebut justru dirasakan oleh para penggemar United sendiri ketimbang bagi para pendukung lawan. Banyak yang sudah memprediksi kalau Smalling akan membuat kesalahan setiap bermain mengenakan seragam merah.

Kenyataannya, Smalling adalah salah satu pemain belakang terbaik di Premier League musim lalu. Akan tetapi, para penggemar seolah menutup mata dan tetap merasa kalau Smalling adalah pemain yang buruk. Tidak sedikit para penggemar yang menyumpahi Smalling agar terkena cedera parah dan dijual ke klub lain. Sayangnya sumpah serapah tersebut justru mengarah ke Marcos Rojo, pemain yang menjadi idola para pendukung United.

Bisa dibilang Smalling merupakan pemain yang selalu prima dalam skuat United saat ini. Meski pernah mengalami cedera namun maksimal ia hanya dua kali mengalami cedera dalam semusim. Bandingkan dengan Rojo atau Phil Jones yang dalam semusimnya bisa menderita empat sampai lima kali cedera dengan jenis yang berbeda. Lantas apa yang membuat dirinya bisa terus tampil bugar di tengah kerasnya panggung Premier League?

Beberapa waktu lalu, ia membeberkan rahasia kebugaran tubuhnya. Selain terus berolahraga, Smalling ternyata adalah seorang vegan alias hanya memakan sesuatu yang tidak ada unsur hewan di dalamnya. Pola makan teratur ini sudah ia lakukan semenjak menikah dengan Sam Cooke pertengahan 2017 lalu.

“Istri saya seorang vegan dalam beberapa tahun terakhir. Dia sering membujuk saya. Dulu saya tidak sepenuhnya vegan. Saya masih setengah vegan dan setengah memakan makanan yang lain. Jika kami makan di luar saya masih memesan makanan yang saya suka,” tuturnya dilansir dari Telegraph.

Smalling baru memutuskan untuk menjadi vegan sepenuhnya dengan mengurangi konsumsi daging merah secara perlahan-lahan. Menurut Smalling, daging merah bisa membuat lutut seorang pesepakbola menjadi gampang nyeri.

“Setelah beberapa saat saya mulai mengurangi konsumsi daging merah. Daging merah menyebabkan peradangan pada tendon saya yang sering didapat oleh para pemain. Saya sering bermasalah dengan tendon ketika pemanasan. Perlahan kini tendon saya mulai membaik.”

“Dulu saya masih mengonsumsi daging. Sebelum musim lalu, saya bahkan masih banyak makan steak dan ayam karena saya menyukainya. Beruntung, istri saya memberikan banyak rekaman tentang vegan dan itu membuka mata saya menjadi vegan seutuhnya.”

Meski mengonsumsi sayuran merupakan bentuk menjaga pola makan yang paling mudah namun Smalling mendapatkan kesulitan ketika menjadi seorang vegan. Salah satunya adalah dia harus menyesuaikan menu makanannya kepada juru masak United yang bertugas memasok makanan ketika Setan Merah bertandang ke luar Inggris.

“Sekarang saya telah sepenuhnya menjadi vegan. Dulu menjadi vegan sangat sulit terutama ketika melakukan perjalanan ke luar negeri. Beruntung, Mika (juru masak United) sangat membantu dan ketika saya memberi tahu dia kalau saya vegan, kami menyusun menu dan opsi yang berbeda.”

“Semenjak saya menjadi vegan saya memainkan banyak pertandingan. Biasanya kondisi saya akan memburuk terutama pada hari kedua setelah pertandingan. Tetapi sekarang saya pulih dengan cepat. Berkat vegan, saya bisa terus bermain tanpa merasakan rasa sakit.”

Pola makan Smalling mengundang ketertarikan dari beberapa orang dalam lingkungan klub. Beberapa diantaranya bahkan ada yang sudah mencoba mengonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah meski tidak menjadi vegan secara utuh.

“Beberapa staf adalah seorang vegetarian dan beberapa pemain mulai mencobanya sedikit demi sedikit meski tidak ada pemain yang benar-benar seorang vegan.”

Meski begitu pola diet vegan di kalangan atlet masih menjadi polemik. Banyak yang mengungkapkan kalau seorang atlet juga perlu mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan seperti daging, susu, maupun keju.

Petenis Serbia, Novak Djokovic, pernah melakukan apa yang Smalling lakukan. Ia menghindari produk hewani semisal daging dan susu. Akan tetapi, petenis nomor 1 dunia itu kemudian menghentikan diet ketat tersebut karena mengalami stres. Akan tetapi, Smalling mengungkapkan kalau menjadi vegan pun tidak mengurangi performa kita sebagai atlet.

“Faktor yang paling utama jelas adalah diri kita. Sebelum saya menjalani diet, saya sering menderita cedera. Seiring bertambahnya usia, saya sadar kalau diet akan memengaruhi penampilan saya. Memang Anda tidak akan pernah memiliki tubuh yang kuat 100 persen tetapi jika Anda mengonsumsi makanan yang baik dan memastikan Anda mengonsumsi suplemen maka Anda akan terhindar dari cedera. Semoga saya bisa terus fit dan bermain dalam banyak pertandingan sebisa saya.”

Comments