OUR NETWORK

Transformasi Marcus Rashford dalam Sistem Ole Gunnar Solskjaer

Banyak perubahan yang terjadi di Manchester United dalam empat pertandingan terakhir. Selain perubahan bentuk permainan tim mereka, perubahan bentuk transformasi pemain pun terjadi di Old Trafford, dan salah satunya adalah Marcus Rashford.

Di bawah Ole Gunnar Solskjaer, Rashford tampak superior dan tak terbendung di atas lapangan. Ia seolah membuat para suporter United terhipnotis dengan kelincahan dan penampilan apiknya.

Ada banyak hal yang dapat dinikmati dari kinerja Marcus Rashford di empat pertandingan terakhir United. Khususnya di pertandingan Manchester United melawan Bournemouth yang berakhir dengan skor 4-1 pada akhir pekan lalu. Pemain berusia 21 tahun itu adalah energi baru dalam perannya yang sangat dipuji di pertandingan itu, ia mencetak satu gol, dan berhasil berkontribusi untuk membuat pemain lain tampil brilian.

Meski yang mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di laga melawan Bournemouth adalah Paul Pogba, namun, kebangkitan kinerja Rashford di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer terlihat begitu signifikan. Dribble dan umpan silang menawannya membuat permainan United lebih segar. Jenis bakat menyerangnya juga tampak cukup baik.

Bahkan menurut Jamie Carragher, Marcus Rashford memiliki keterampilan yang lebih baik dan lebih positif dari sebelumnya. Ia mengklaim jika penampilan pemain asal Inggris itu sangat fantastis, dan jauh lebih baik daripada saat United masih berada di bawah asuhan Jose Mourinho.

“Saya merasa saya telah melihat jenis keterampilan yang brilian dari seorang Rashford. Penampilannya itu lebih banyak menghasilkan kreatifitas dan kinerja yang pas. Dia benar-benar fantastis, dan sangat nyaman untuk dilihat permainannya. Dia jauh lebih baik daripada sebelumnya,” tutur Jamie Carragher.

Seperti Pogba, Rashford telah dibebaskan untuk bermain semaksimal mungkin sejak terjadi pergantian manajer tim. Sebelumnya, pemain-pemain lini serang United tampak terbebani oleh taktik konservatif Mourinho, akan tetapi sekarang, Solskjaer telah menginstruksikan kepada empat pemain depannya itu untuk fokus pada apa yang mereka lakukan. Mereka dituntut tampil dengan pesona terbaik, dan Rashford telah memenuhi tuntutan itu.

Penampilan brilian Rasford adalah yang pertama kalinya sepanjang musim ini, dan ini semua berkat tangan dingin Solskjaer yang telah berhasil menemukan racikan yang pas untuknya. Pemain berusia 21 tahun itu juga bermain dengan fantastis, dan statistik menggarisbawahi bahwa terdapat transformasi yang menjadi faktor utama dari penampilan mengesankannya itu.

Menurut statistik Opta yang dilansir dari Sky Sports, Rashford telah menyelesaikan dribbel per 90 menit lebih banyak (dua kali lipat) di bawah Solskjaer ketimbang saat di bawah Mourinho. Tercatat bahwa, volume tendangan dan raihan peluang juga meningkat secara dramatis.

Marcus Rashford di Premier League 2018/2019

Per 90 Under Mourinho Under Solskjaer
Shots 1.9 4.1
Shots on target 1.2 2.3
Dribbles 1.2 2.3
Chances created 1.5 1.9
Touches in opp box 4.3 8.7

 

Rashford seakan menikmati peran sentralnya. Ia selalu berlari dari belakang lini serang dengan bermain lebih tinggi di atas lapangan. Ia juga sering masuk ke area berbahaya lawan dengan frekuensi yang jauh lebih banyak. Sejak Solskjaer menggantikan Mourinho, Rashford bahkan telah memiliki tingkat sentuan bola yang lebih banyak. Dari rata-rata 4,3 sentuhan di area kotak tim lawan per 90 menit, berubah menjadi 8,7 sentuhan di area kotak tim lawan per 90 menit.

Rashford tidak lagi terbebani oleh tanggung jawab defensif. Oleh karena itu, Solskjaer sering memuji etos kerjanya yang dicap sebagai hal yang ‘sulit dipercaya’. Pelatih asal Norwegia itu juga telah meningkatkan intensitas para pemainnya sejak mengambil alih kursi kepelatihan United, maka wajar jika Rashford mendapatkan dampak positif dari hal itu.

Selain itu, menurut data statistik Premier League, Marcus Rashford telah membuat 23 sprint saat melawan Bournemouth –lebih banyak daripada pemain lain di lapangan meskipun ia ditarik keluar. Ia juga berada di peringkat teratas pemain dengan sprint terbanyak kala United melawan Huddersfield, dan berada di urutan kedua setelah Ashley Young saat melawan Cardiff.

Kinerja Marcus Rashford juga sebenarnya sempat baik di bawah Jose Mourinho. Namun, itu hanya satu bulan sejak pelatih asal Portugal itu memilih Rashford sebagai satu-satunya “anjing gila” menyusul hasil imbang 2-2 dengan Southampton di St Mary’s. Penampilannya tidak se-konsisten dan se-superior sekarang.

Jadi, perbedaannya sekarang adalah, bahwa Rashford telah bermain dalam sistem yang cocok untuknya. Tentu saja, ia telah memanfaatkan posisinya di lini depan. Transformasi Rashford sangat mengesankan, dan itu berarti United akan berharap padanya untuk menghasilkan lebih banyak hal yang sama guna berjibaku mengarungi paruh kedua musim ini.

 

Sumber: Sky Sports

Comments