Foto: Manchester United World

Tidak selamanya suporter sebuah kesebelasan akan senang dengan pergerakan timnya dalam bursa transfer. Banyak yang berharap suporter membeli pemain A tapi ternyata tim memilih merekrut pemain B. Begitu juga sebaliknya. Mereka kadang meragukan beberapa aspek yang seharusnya dimiliki pemain tersebut di posisinya. Seperti yang dialami Lisandro Martinez.

Setelah resmi memperkenalkan Christian Eriksen, Manchester United juga langsung gerak cepat memperkenalkan Lisandro Martinez sebagai pemain baru ketiga mereka. Pemain belakang asal Argentina ini direkrut dengan mahar 47 juta pounds plus 8,5 juta dalam bentuk bonus dan kontrak selama lima tahun.

Akan tetapi, banyak keraguan yang mengiringi kedatangan Martinez ke klub ini. Jika Eriksen diragukan karena kesehatannya, maka Lisandro diragukan karena posturnya dianggap kurang ideal. Maklum, tingginya hanya 175cm. Postur yang cenderung mini untuk ukuran pemain yang berposisi bek tengah.

Hal ini yang ditakutkan menghambat proses adaptasi Martinez di kompetisi Inggris. Di Inggris, hampir semua penyerangnya memiliki postur tegap dan kokoh layaknya Erling Haaland, Darwin Nunez, hingga Chris Wood.

Lisandro sendiri tidak menutup mata akan hal tersebut. Ia sadar kalau tubuhnya tidak terlalu tinggi. Namun hal itu cukup untuk membuatnya lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik sekaligus membuktikan kalau tingginya memang tidak menjadi masalah untuk mengajak penyerang lawan melakukan duel udara.

“Beberapa orang ragu akan tinggi badan saya. Namun itu justru memberi saya motivasi lebih. Anda boleh tidak percaya saya tapi saya tahu apa yang saya lakukan dan itu cukup baik bagi saya. Para pemain Amerika Latin umumnya lahir dengan gairah besar. Kami dilahirkan untuk tidak boleh kalah jadi kami perlu mengusahakan yang terbaik,” kata Lisandro setelah diperkenalkan.

Sebenarnya, keraguan kepada tinggi badan Lisandro bukannya tanpa alasan. Dulu, United punya Daley Blind. Sama-sama dari Ajax, sama-sama cakap bermain sebagai bek tengah, dan sama-sama lihai menjadi ball playing defender. Akan tetapi, Blind kerap kalah berduel dengan para penyerang Premier League saat itu dan justru menjadi titik lemah.

Tinggi badan sendiri memang cukup berpengaruh untuk seorang bek tengah. Akan tetapi, kita juga tidak bisa menutupi kalau ada bek tengah yang berpostur mini tapi tampil sangat spartan dan menakutkan. Sebut saja Franco Baresi, Fabio Cannavaro, Carles Puyol, Javier Mascherano, hingga Roberto Ayala.

“Saya mungkin tidak bisa menjadi seperti Van Dijk karena tingginya adalah nilai tambah yang besar. Tapi jika punya kualitas lain, maka masalah tinggi bukan persoalan. Cannavaro contohnya. Saya menyukai gaya main dia dan saya akan mencoba tampil seperti dia,” ujarnya.

Lisandro sendiri memang cukup cakap mengurangi kekurangannya itu. Dilansir dari Twitter Ruang Taktik, Martinez akan mencoba mengambil ancang-ancang untuk mendapat momentum melompat. Inilah yang membuat statistik duel udaranya cukup tinggi.

Meski begitu, tinggi badan Lisandro yang kurang juga pernah beberapa kali dimanfaatkan oleh lawan. Khususnya jika striker tersebut memiliki fisik yang kokoh seperti Haaland atau Nunez. Jika ancang-ancangnya dihalangi otomatis momentum melakukan duel udara pasti tidak akan bisa ia dapatkan.

Akan tetapi, Lisandro masih punya atribut lain yang cukup bagus untuk seorang bek tengah. Sebut saja atribut passing-nya yang cukup bagus jika dibandingkan bek-bek United lainnya. Selain itu, Lisandro juga memiliki kemampuan scanning mendeteksi lawan dengan baik. Tidak hanya itu, ia juga agresif dan penuh perhitungan ketika melakukan tekel.