OUR NETWORK

Menilai Kontribusi Alexis Sanchez dari Perspektif Berbeda

Setelah memberikan penampilan yang apik dalam debutnya bersama Manchester United, perlahan penampilan Sanchez justru merosot. Kritikan demi kritikan datang mengingat Sanchez diharapkan bisa bermain jauh lebih baik dibanding Henrikh Mkhitaryan yang mengalami kemunduran jelang memasuki tahun 2018 hingga pemain asal Armenia tersebut menjadi bahan barter United untuk mendapatkan pemain Chile tersebut.

Jika ditilik dari performa secara tim, Sanchez sebenarnya jauh lebih baik ketimbang Miki. Sejauh ini dari sembilan laga yang dijalani Sanchez, ia berhasil membawa Setan Merah menang enam kali dan baru dua kali kalah. Bandingkan dengan Miki, yang sudah menelan empat kali kekalahan dari jumlah pertandingan yang sama.

Akan tetapi, jika berpatok pada jumlah gol dan asis maka Miki pantas menyombongkan diri terhadap mantan klubnya tersebut. Raja asis Bundesliga 2016 ini sudah membuat dua gol dan enam asis sedangkan Sanchez baru mencetak satu gol dan tiga asis saja selama membela United.

Penampilan apik yang ia tunjukkan ketika melawan Yeovil tidak terlihat dan justru menghilang dalam beberapa laga terakhir. Banyak pengamat yang menilai kalau Sanchez di United bukanlah Sanchez yang eksplosif seperti ketika di Arsenal dulu. Label sebagai pembelian gagal pun perlahan timbul mengingat ia juga membawa beban sebagai pemain bernomor punggung keramat “7”. Lantas, apakah mantan pemain Colo-colo ini benar-benar gagal bersama United?

Jose Mourinho pernah mengungkapkan kalau saat ini Sanchez memang bukanlah pemain yang sama seperti ketika di Arsenal dulu. Akan tetapi, Jose menjamin kalau Sanchez akan bersinar bersama United musim depan.

“Dia datang pada saat terburuk musim ini yaitu transfer musim dingin. Itulah yang membuat saya tidak menyukai transfer ini. Kesempatan ini (mendatangkan Sanchez di musim dingin) bukanlah yang kami inginkan tapi kami berhasil mendatangkannya. Dia adalah pemain yang hebat dengan kedewasaan tinggi dan sikap yang baik. Saya yakin musim depan akan jauh lebih baik baginya,” ucapnya saat itu.

Ucapan Jose memang terdengar klasik. Wajar bagi seorang manajer memilih untuk melindungi pemainnya alih-alih mengkritik di depan umum agar stabilitas tim tidak terganggu. Namun, Sanchez memang belum bermain baik sejauh ini. Akan tetapi, mencap Sanchez sebagai pemain gagal bisa dibilang adalah sebuah vonis yang terbilang jahat.

Baru-baru ini muncul sebuah foto yang menunjukkan kalau Sanchez sedang berlatih sendirian di Carrington Training Ground. Ia bukan sedang dihukum karena terlambat melainkan ia datang lebih awal dibanding pemain-pemain lainnya. Jika memang dalam foto itu Sanchez benar-benar berlatih dari awal sendirian maka bisa dibilang ia sudah memiliki mentalitas yang baik untuk bisa nyetel dengan metode latihan United mengingat pola latihan yang ia terima jelas berbeda dari apa yang ia dapat di Arsenal.

Tidak mudah untuk menjadi pemain yang datang ke sebuah klub saat musim sudah berjalan setengahnya. Seorang Philipe Coutinho yang superior di Liverpool pun sampai sekarang belum nyetel dengan skema Ernesto Valverde di Barcelona. Hal serupa juga terjadi kepada Sanchez dimana ia kesulitan untuk cepat klik dengan para pemain lainnya.

Yang menarik, Sanchez adalah pemain terbaik United kedua berdasarkan nilai yang diberikan situs statistik terkenal Whoscored. Meski ia baru enam kali bermain di liga, mantan pemain Barcelona ini mendapat nilai 7,45 atau selisih 0,05 dari Paul Pogba yang berada di peringkat pertama. Hal ini tentu memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya yang membuat Sanchez dinilai sebegitu tingginya?

Sanchez Membuat Pemain United Lain Bebas Bergerak

Kontribusi Sanchez di musim ini memang hanyalah sebuah gol yang berasal dari gagalnya penalti yang ia lakukan. Akan tetapi. Terlepas dari itu semua, pemain 29 tahun ini sebenarnya sudah memberikan kontribusi meski tidak terlalu tampak.

Ketika ia bermain untuk United sorotan pemain lawan sudah mengarah kepada dirinya. Pelanggaran demi pelanggaran dilakukan untuk menghentikan pergerakan Sanchez yang dikenal memiliki kelebihan dalam hal kemampuan melewati lawan.

Saat debut liga melawan Huddersfield, Sanchez dilanggar hingga tujuh kali yang menjadi catatan terbanyak seorang pemain dalam satu laga. Hal ini tentu menunjukkan kalau dia adalah pemain yang berbahaya di United.

Akan tetapi, dengan sering dilanggarnya Sanchez membuat para pemain United lainnya sering mendapat ruang kosong untuk bisa dimanfaatkan sebagai peluang atau bahkan sebuah gol. Saat bertemu lagi dengan Huddersfield di Piala FA, pergerakannya membuat Romelu Lukaku terbebas sehingga ia bisa memberikan asis untuk gol kedua.

Saat melawan Liverpool pun dirinya berperan dalam gol pertama ketika ia membiarkan Romelu Lukaku turun menjemput bola agar bisa menjadi pemantul untuk Marcus Rashford. Meningkatnya penampilan Lukaku pun ada andil dari Sanchez yang bisa dibilang mengerti pergerakan striker Belgia tersebut.

Sanchez yang Punya Peran Berbeda di United

Satu hal yang membuat namanya kerap diandalkan Jose Mourinho di sisi kiri United adalah kengototan Sanchez ketika bermain. Ia adalah pemain yang berani untuk berduel bahkan melakukan tekel dengan pemain lawan ketimbang Anthony Martial. Jumlah tekelnya pun jauh lebih banyak di United ketimbang di Arsenal.

Selain itu, peran yang diemban Sanchez di United juga berbeda. Di Arsenal, Sanchez lebih banyak dilayani oleh para pemain macam Mesut Ozil atau Alex Iwobi karena ia kerap dijadikan striker utama bergantian dengan Olivier Giroud bahkan Theo Walcott. Sanchez baru berubah menjadi pelayan setidaknya pada musim ini setelah Gunners mendatangkan Alexander Lacazette.

Sementara di United, ia akan sangat jarang menjadi striker utama mengingat masih ada nama Lukaku, Rashford, dan Martial yang lebih layak menjadi Ujung Tombak. Inilah yang membuat ia ditekankan untuk menjadi pelayan layaknya Ozil di Arsenal. Statistik di bawah menunjukkan bagaimana distribusi bola Sanchez di United jauh lebih banyak dibandingkan musim pertama dan terakhirnya di Arsenal meski belum ada kontribusi yang signifikan.

Aspek Arsenal (2014/15) Arsenal (201718) Man United (2017/18)
Rerata umpan per laga 42 46 52
Akurasi umpan 77% 72% 71%
Rata-rata umpan silang 0,6 0,5 0,7
Rata-rata umpan panjang 1,3 2,6 2,5
Umpan Kunci 2,3 2,7 1,5
Dribel per laga 3,3 2,1 4,3
Dilanggar 2,1 2,3 2,8

 

Akhir kata, Sanchez memang belum memberikan kontribusi yang menonjol dalam hal gol maupun asis. Akan tetapi, kita  juga tidak bisa melabeli Sanchez sebagai pemain gagal mengingat catatan statistiknya sejauh ini terbilang baik. Ia hanya tidak beruntung saja. Kalau sudah begini maka ada baiknya kita menanti perkembangan Sanchez sesuai dengan harapan Jose Mourinho yaitu saat ia memasuki musim penuh pertamanya sebagai penggawa Setan Merah.

Comments