OUR NETWORK

Keraguan yang Sempat Hinggap pada Jesse Lingard

Jesse Lingard mencetak gol indah kala Inggris menghancurkan Panama 6-1. Di pertandingan sebelumnya, kala menghadapi Tunisia, Lingard pun memiliki peluang untuk mencetak gol. Padahal, beberapa tahun silam, siapa yang menyangka kalau pemain kelahiran 15 Desember 1992 ini bisa berkostum timnas Inggris?

Lingard memang sudah berada di Carrington sejak berusia tujuh tahun bersama tim akademi. Kariernya terus menanjak, terutama saat memenangai Piala FA 2011, yang salah satunya bersama dengan Paul Pogba. Lingard sempat dipanggil tim utama, meski tak mencatatkan debut kompetitif. Ia pun menjalani masa peminjaman ke empat kesebelasan berbeda.

Bisa jadi besarnya peluang yang diberikan Manchester United pada Lingard, tak lepas dari peneropongan Sir Alex Ferguson kepada pemain kelahiran Warrington tersebut. Ferguson, enam tahun silam, menyebut kalau Lingard mungkin akan menjadi sesuatu di masa mendatang.

“Usianya 19 tahun, dia berasal dari sistem pembinaan pemain muda kami dan dibangun seperti Jean Tigana untuk Prancis, yang tidak pernah menjadi pusat perhatian sampai usianya sekitar 24 tahun. Dan aku pikir, hal yang sama juga terjadi pada Lingard,” kata Sir Alex Ferguson.

Fergie pun memperkirakan kalau Lingard akan mulai bersinar pada usia 22 tahun. Sebagai gelandang serang, Lingard dianggap punya bakat yang bagus. “Aku pikir dia akan menjadi pemain yang kita harapkan, tentu saja,” tutur Fergie.

Tentu ada yang meragukan pendapat Fergie. Salah satunya mantan pemain Manchester United itu sendiri, Bryan Robson. Dalam tulisannya untuk Dailymail, Robson awalnya tak percaya kalau Lingard bahkan bisa masuk ke tim utama.

“Tubuhnya kecil, dia juga ringan, dan dia juga tidak cukup menunjukkan untuk membuatku percaya kalau dia bisa menjadi lebih dari sekadar pemain di dalam skuat,” kata Robson.

Menurut Robson, keberhasilan Lingard merupakan hasil dari kerja kerasnya. Ia mestinya menjadi contoh buat para pemain muda lain yang kerap gagal dan mempertanyakan mengapa mereka tak berhasil.

Robson bukannya tanpa alasan. Sebagai duta untuk Manchester United, ia terbilang sering hadir ke lapangan latihan. Ia juga menyaksikan sesi latihan Lingard dari dekat. Akan tetapi, kesan pertamanya kala itu tak begitu bagus. Robson menyangka kalau Lingard paling hanya akan memenuhi skuat atau dipinjamkan lalu dijual lagi.

“Aku tak melihat kualitas yang cukup. Terkadang, pemain dipinjamkan dan itu mengubah mereka,” tulis Robson.

Masa peminjaman, menurut Robson, bisa berakhir baik atau bahkan buruk. Pemain bisa pergi lalu bermain bagus buat klub lain. Ada pemain yang keenakan bermain di klub peminjam, meski tak sedikit yang kembali ke klub induknya.

“Dia cukup bagus waktu dipinjamkan ke Birmingham City dan Derby County. Akan tetapi, saat dia kembali ke Manchester United, dia mengapresiasi kesempatan yang dia miliki. Dia bekerja lebih keras dan meningkatkan tingkat kebugarannya.”

“Perjalan Jesse dimulai dari mencetak sejumlah gol yang amat penting buat klub, membantu klub memenangi kompetisi besar, dan kini ia ada di skuat Inggris untuk Piala Dunia. Dia layak mendapatkannya,” tulis Robson.

Di skuat asuhan Gareth Southgate, Lingard bisa berkembang sebagai gelandang serang. Menurut Robson, Lingard bukan pemain seperti Terry McDermott maupun Frank Lampard. Ia lebih mirip Steve McManaman. Lingard bisa membawa bola dengan cepat, juga punya kecerdasan dengan permainannya sebagai transistor, dan mencetak sejumlah gol fantastis.

Satu hal yang disoroti Robson adalah soal sikap yang harus dimiliki pemain muda. Tidak sedikit pemain muda yang terkesan memberontak dan tak bisa diatur. Hal ini untungnya tidak terjadi pada Lingard. Robson merasa kalau Lingard belajar dari sosok macam Ryan Giggs dan David Beckham. Keduanya adalah pemain bernama besar, tapi tetap mau mengikuti program yang diberikan dari klub, utamanya yang berkaitan dengan suporter dan sponsor tim.

Bersama dengan Marcus Rashford, Robson percaya kalau keduanya akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bahkan, bukan tidak mungkin pula kalau keduanya bisa menjadi pembeda di skuat Inggris untuk Piala Dunia.

Comments

Loading...