OUR NETWORK

Kenang-Kenangan Matteo Darmian

Matteo Darmian kembali menemukan kebahagiaan bermain sepakbola ketika memutuskan kembali ke Italia pada musim panas 2019. Setelah satu musim bermain dengan cukup baik Bersama Parma, ia kemudian hengkang ke Inter Milan. Darmian datang dengan status pinjaman dan mulai mendapat kesempatan di bawah arahan Antonio Conte yang tampak belum puas dengan permainan Achraf Hakimi.

Kesempatan bermain untuk tim besar lainnya tentu tidak mau disia-siakan oleh Darmian. Ia tentu tidak mau memiliki nasib seperti ketika bermain untuk Manchester United. Datang dengan membawa harapan, ia justru pergi dengan membawa label sebagai salah satu transfer terburuk yang pernah dilakukan oleh klub.

Pada laga-laga awalnya bersama United, Darmian langsung menghentak. Penampilannya memuaskan ketika United menang atas Spurs dan aston Villa, dan bermain imbang melawan Newcastle. Tak kaget rasanya ketika ia berpose dengan trofi pemain terbaik Manchester United pada bulan Agustus.

“Saya senang, terima kasih. Terima kasih kepada semua yang menyambut saya. Saya akan bekerja keras untuk tim,” katanya.

Sayangnya, tugas untuk menjadi yang terbaik di Manchester United itu bukan perkara mudah. Sekalinya tidak konsisten, maka bubarlah sudah. Darmian merasakan itu pada musim berikutnya. Tidak masuk dalam skema Jose Mourinho membuat perannya mulai terpinggirkan. Dari yang terpinggirkan, ia kemudian menjadi yang terbuang bersama pemain-pemain lainnya. Sampai-sampai pendukung United bisa tidak ngeh kalau Darmian masih menjadi penggawa Setan Merah. Jika Darmian bermain, maka tandanya United sedang mengalami krisis pemain yang cukup parah. Masuknya Ole juga tidak banyak membantu meski sang manajer terus memujinya di depan para wartawan.

Uniknya, Manchester United justru menjadi ladang ia meraih trofi. Tiga gelar yang ada di rumahnya adalah gelar ketika ia memakai baju Setan Merah. Dua diantaranya bahkan diraih dengan keringatnya sendiri yaitu Piala FA 2016 dan Europa League 2017. Bukti kalau Darmian masih punya etos kerja yang bagus meski situasinya sudah sulit pada saat itu.

Kenang-kenangan lain dari Darmian adalah satu golnya ke gawang Crystal Palace pada musim pertamanya. Gol yang ia cetak melalui tendangan voli. Itulah satu-satunya gol yang ia buat di Inggris. Gol yang spesial menurutnya meski ia pernah mencetak gol juga ketika masih bermain untuk Torino.

“Gol yang hebat. Gol pertama saya di Manchester United. Gol pertama saya di Old Trafford di depan penggemar kami, jadi saya sangat senang. Bagi saya, gol ini kejutan karena saya bukan pemain yang diminta untuk mencetak gol. Tapi saya senang karena bisa membantu tim meraih kemenangan,” kata Darmian yang memberikan asis pada gol bunuh diri Damien Delaney.

Sayangnya, hanya itu hal positif yang bisa diingat dari Darmian. Sisanya nyaris tidak ada. Kritik justru yang paling sering bermunculan. Maklum saja, ketika harapan yang kita inginkan tidak sesuai kenyataan, maka mencari kambing hitam adalah jalan keluar. Naas, Darmian adalah korban dari kekejaman pendukung United yang kecewa karena permainannya tidak semewah ketika meraih penghargaan pemain terbaik klub bulan Agustus 2015. Sangat disayangkan mengingat Darmian adalah bek yang komplet karena bisa bermain di dua sisi sayap. Ia juga bisa bermain sebagai full back dan wing back.

Kontribusi Darmian memang minim, ia sadar akan hal itu. Ia juga tahu kalau dia adalah rekrutan gagal yang pernah dilakukan tim sejak Ferguson pergi. Namun, Darmian mengaku tidak kapok. Alih-alih seperti pemain lain yang tidak ingin kembali ke tempatnya mengalami kegagalan, Darmian justru masih penasaran.

Dalam pandangannya, kegagalan di sepakbola adalah bagian dari proses. Gagal di satu tempat, ya tinggal pindah saja. Sesederhana itu. Namun, Darmian akan tetap membawa harapan kalau dia bisa menaklukkan tempat ketika dia gagal tersebut suatu saat nanti. Ia pernah mengaku akan tetap menerima tawaran United jika suatu saat nanti mereka datang kembali meski tampaknya hal itu tidak mungkin untuk terjadi.

Tulisan ini dibuat untuk mantan pemain United, Matteo Darmian, yang 2 Desember kemarin merayakan hari ulang tahunnya ke-31.

Comments

Loading...