in ,

Persoalan-Persoalan dari Kemenangan Manchester United atas Anderlecht

Manchester United berhasil memenangi laga perempat final leg kedua Europa League setelah mengalahkan Anderlecht 2-1 di Old Trafford. Akan tetapi, kemenangan ini harus didapat dengan susah payah. Setan Merah harus bermain hingga babak perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan agregat 3-2. Selain itu anak asuh Jose Mourinho juga kehilangan dua pemainnya karena cedera dan kembali bermasalah dengan penyelesaian akhir.

Weiler dan Appiah yang Membuktikan Ucapannya

Sebelum pertandingan pelatih Anderlecht, Rene Weiler mengungkapkan bahwa ada kejutan besar yang harus diwaspadai United. Selain itu bek kanan mereka Denis Appiah berkata bahwa lini belakang mereka akan sebisa mungkin merepotkan seorang Zlatan Ibrahimovic.

Apa yang diungkapkan Weiler ternyata bukan sekedar pepesan kosong. Baru beberapa menit pertandingan dimulai, tendangan dari Dendoncker hampir saja mengelabui Sergio Romero. Beruntung bola masih sedikit di atas mistar gawang.

Setelah serangan awal tersebut, si putih ungu sebenarnya terus menekan United. Akan tetapi setelahnya mereka justru mendapat tiga serangan berbahaya yang salah satunya membuat gawang mereka jebol lewat Henrikh Mkhitaryan. Setelah gol tersebut Weiler akhirnya menginstruksikan anak buahnya untuk bermain dengan garis pertahanan rendah sambil menunggu United melakukan kesalahan dalam mengumpan.

Keputusan Weiler sebenarnya berjalan dengan baik. United dibuat 38 kali kehilangan bola dengan Miki sebagai pemain yang paling banyak kehilangan bola dengan delapan kali. Selain itu Antonio Valencia juga dua kali melakukan error.

Dengan cara main seperti ini mereka bahkan mampu memancing Marcos Rojo untuk naik membantu serangan sebelum akhirnya pemain belakang Argentina tersebut mengalami cedera. Setelah kehilangan Rojo dan digantikan oleh Blind, Anderlecht mampu menyamakan kedudukan melalui Sofiane Hanni memanfaatkan kepanikan yang melanda Blind.

Pola serangan Anderlecht juga cenderung merata. Dikutip dari Whoscored, sebanyak 32% serangan mereka bisa berasal dari sisi kanan, 31% dari lini tengah, sementara 37% dari sayap kiri. Hal ini menunjukkan bahwa pemuncak klasemen sementara Liga Belgia ini bermain tidak terlalu berlama-lama dengan bola. Bandingkan dengan United yang 42% serangan mereka berasal dari sisi kiri yang diisi Rashford dan Shaw dibandingkan sisi kanan United yang hanya 28% terlibat dalam serangan Setan Merah.

Sementara itu Denis Appiah pun juga membuktikan ucapannya dengan membuat seorang Zlatan Ibrahimovic kesulitan mendapatkan bola. Seperti leg pertama, Ibrahimovic dibuat tidak nyaman dalam menerima bola yang diberikan oleh Mkhitaryan ataupun Paul Pogba. Tercatat Ibra hanya melakukan tiga tembakan dan hanya lima kali menyentuh bola di kotak pinalti. Meski tidak sewaktu-waktu berduel dengan Appiah (karena Appiah berada di sisi kanan) namun duet bek tengah Anderlecht yang diisi oleh Spajic dan Mbodji Kara yang hadir sebagai mimpi buruk bagi Ibra maupun pemain depan United lainnya. Ibra sendiri bahkan harus ditarik di akhir babak kedua karena mengalami cidera.

Duet Serbia-Senegal ini berhasil membuat 10 (dari 17) kali intersep, serta 21 (dari 39) kali sapuan. Spajic bahkan mampu melakukan lima blok yang salah satunya adalah ketika menahan tendangan salto dari Paul Pogba di perpanjangan waktu.

United yang (Masih) Bermasalah Dengan Penyelesaian Akhir

Meski mampu mencetak gol di babak tambahan waktu melalui Marcus Rashford di menit 107. Namun secara keseluruhan penampilan setan merah cenderung tidak tampil istimewa. Terutama masalah penyelesaian akhir yang masih menjadi penyakit kambuhan.

Di laga yang dipimpin wasit Undiano Mallenco ini, United sebenarnya mampu membuat 22 tembakan namun hanya 10 saja yang menemui target. Bahkan dalam sepuluh menit setelah Henrikh Mkhitaryan mencetak gol, setan merah sebenarnya mampu menambah lebih banyak gol lagi. Sayangnya dalam 15 tembakan setelah gol Miki, tujuh diantaranya tidak menemui target, enam mengarah ke sasaran, dan dua kali diblok lawan. Bahkan dalam situasi satu lawan satu pun baik Rashford maupun Ibra tetap gagal membuat gol. Masalah yang harus diselesaikan United kalau mereka ingin dapat bersaing di perebutan gelar juara musim depan.

**

Terlepas dari kemenangan United uang didapat dengan susah payah, namun hasil ini tetaplah membawa Manchester merah melangkah ke semifinal Europa League. Ini merupakan keberhasilan pertama United mampu melaju hingga babak semifinal setelah terakhir kali mereka melaju ke babak ini pada Liga Champions musim 2010-2011.

Saat itu di babak empat besar United meraih kemenangan atas wakil Jerman Schalke 04 dengan agregat 6-1 sebelum mereka dikalahkan Barcelona di partai puncak. Schalke sendiri gagal lolos di ajang ini setelah kalah agregat gol 4-3 dari wakil Belanda Ajax Amsterdam. Undian babak semifinal akan berlangsung pada hari Jumat ini.

Hasil Pertandingan Lain

Genk 1-1 Celta Vigo (Celta Vigo menang agregat 4-3)

Besiktas 2-1 Lyon (Agregat 3-3, Lyon menang adu pinalti 7-6)

Schalke 3-2 Ajax (Ajax menang agregat 4-3)

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola