Foto: Manchester United World

Manchester United gagal mengakhiri perjalanan pra-musim mereka dengan kemenangan. Setelah ditahan imbang Aston Villa 2-2, kini mereka harus menerima kekalahan tipis dari Atletico Madrid di Ullevaal Stadion,Oslo dengan skor 1-0. Joao Felix menjadi pencetak gol semata wayang di laga ini.

Kekalahan ini seolah menjadi peringatan dini bagi Ten Hag. Pasalnya, laga ini dikabarkan menjadi acuan bagi dirinya untuk menentukan siapa sebelas pemain yang akan turun menghadapi Brighton pada pekan pertama Liga Inggris 7 Agustus nanti. Selain itu, kekalahan ini seperti menegaskan kalau masalah United memang belum selesai secara penuh.

United sebenarnya tidak bermain buruk. Erik ten Hag bahkan senang dengan permainan timnya. Hanya saja dia kecewa karena United tidak efektif. Tercatat ada tiga peluang emas dari Martial, Pellistri, dan Maguire yang seharusnya bisa menjadi gol.

“Performa tim sudah bagus. Kami membuat peluang untuk setidaknya mencetak satu gol, tapi kami gagal. Ini yang membuat saya tidak puas dan berkata kepada mereka kalau ini tidak bisa diterima. Dalam hal transisi dan penguasaan bola kami bagus sekali, tapi Skornya mengecewakan,” katanya setelah pertandingan.

Pada momen ini terlihat jelas United butuh tambahan setidaknya satu striker lagi. Apa yang ditampilkan Martial sejauh ini sudah bagus, tapi semalam dirinya benar-benar terisolasi. Sayangnya, United tidak punya pelapis yang sepadan ketika Martial mengalami kebuntuan.

Setelah Martial ditarik karena takut menderita cedera, serangan United jadi kurang menggigit karena hanya mengandalkan Rashford sebagai striker tunggal. Hal ini tentu menjadi sinyal bahaya apabila kejadian seperti ini kembali terjadi mengingat kualitas laga pra-musim akan sangat berbeda ketika memasuki panggung sesungguhnya.

United memang masih memiliki Cristiano Ronaldo. Dia dipastikan akan ambil bagian pada laga perdana Ten Hag di Old Trafford melawan Vallecano malam nanti. Namun mengingat bursa transfer yang masih cukup panjang, maka peluang Ronaldo untuk cabut masih terbuka meski probabilitasnya kali ini mulai mengecil.

Selain itu, United juga butuh satu DM lagi untuk memperkuat lini tengah. Semalam Ten Hag bereksperimen dengan memainkan Fred sebagai DM setelah Eriksen dan Van de Beek masuk. Hasilnya, pemain Brasil ini sangat kerepotan. Saking frustrasinya, ia bahkan harus diusir karena menginjak Morata.

Menarik untuk melihat apakah United akan mencoba bergerak di sisa bursa transfer kali ini mengingat kedalaman skuad mereka masih sangat kurang. Kesebelasan yang kuat adalah kesebelasan yang diisi oleh pemain yang konsisten. Ketika ada individu yang tidak konsisten, maka dibutuhkan pemain cadangan yang bisa mengisi kekosongan. Sayangnya, United belum memiliki itu.

Bayangkan saja apabila salah satu antara McTominay/Fred absen. Penggantinya hanya menyisakan James Garner, Charlie Savage, dan Zidane Iqbal yang semuanya masih mentah dari segi pengalaman. Di sisi lain, United akan turun di empat kompetisi yang akan menguras fisik mereka.

Jika Lisandro mampu menjalankan tugas sebagai DM dengan baik mungkin masalah akan beres. Tapi sejauh ini, Ten Hag masih melihat Lisandro sebagai bek tengah alih-alih dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Selain itu, kehilangan Sancho juga sangat berpengaruh bagi serangan United di sisi kanan. Anthony Elanga yang diharapkan bisa menjadi pelapis juga belum menunjukkan kinerja yang positif selama pra-musim ini.

Semua memang tidak akan selesai dalam satu jendela transfer, tapi jika beberapa pemain ini tetap tidak konsisten, maka hal ini akan menjadi sinyal bahaya mengingat musim 2022/2023 diharapkan bisa jadi momentum bangkit United atas apa yang terjadi pada musim lalu.