OUR NETWORK

Ronald Koeman, Dia yang Mengendus Bakat Zlatan Ibrahimovic

Untuk kedua kalinya Manchester United gagal meraih tiga poin dalam laga lanjutan Premier League seminggu ini. Kedua hasil imbang beruntun itu pun bahkan dialami di markas sendiri, Old Trafford. Setelah ditahan imbang tanpa gol oleh West Bromwich Albion pada Sabtu (1/4/2017) malam WIB, tengah pekan ini tim asuhan pelatih Jose Mourinho kembali bermain draw saat menjamu Everton dengan skor akhir 1-1, Rabu (5/4/2017) dinihari WIB. Bomber Zlatan Ibrahimovic memang telah kembali memperkuat The Red Devils dan mencetak satu gol, setelah absen dalam dua laga terakhir di liga.

Namun, gol yang dicetak sang penyerang pada injury time itu hanya mampu menyelamatkan United dari kekalahan. Zlatan menambah pundi-pundi golnya dengan catatan 16 gol dalam 26 penampilan di Premier League, total 27 gol dalam 42 laga di semua kompetisi. Tak salah jika manajer Everton, Ronald Koeman, sangat mengaguminya. Dia mengaku memang tidak pernah ragu Zlatan akan tampil impresif dalam debutnya di Premier League musim 2016/2017 ini, setelah dipinang oleh Mourinho dari klub Ligue 1 Prancis Paris Saint-Germain pada pertengahan tahun lalu tanpa biaya sepeser pun.

“Saya tidak terkejut, karena dia memang sangat bertalenta dan kuat. Secara mental mungkin dia adalah salah satu yang terkuat dari para pemain yang saya kenal. Saya masih mengaguminya,” kata pelatih asal Belanda berusia 54 tahun itu sebelum laga menghadapi United, seperti dikutip dari Goal Internasional.

Koeman sendiri sudah lama mengenal Zlatan. Dia pernah menangani penyerang gaek asal Swedia berusia 35 tahun itu saat masih melatih klub Eredivisie Belanda, Ajax Amsterdam pada periode 2001/2004. Ketika itu, Zlatan masih baru memulai karir profesional di kompetisi elit Eropa.

Koeman pula yang berhasil mengendus bakat besar yang dimiliki pemain kelahiran 3 Oktober 1981. Zlatan bergabung ke Ajax dari klub pertamanya di Swedia, Malmo FF pada 22 Maret 2001. Di bawah pelatih Co Adriaanse saat itu, dia hanya mendapat sedikit waktu bermain.

Namun, ketika Koeman datang pada 3 Desember 2001, Zlatan langsung masuk starting lineup hingga mereka meraih gelar juara liga musim 2001/2002 itu. Sejak itu, karirnya terus meroket, hingga hijrah ke klub raksasa Serie A Italia Juventus pada 31 Agustus 2004. Koeman pun hengkang dari Ajax beberapa bulan kemudian.

Punya pengalaman melatih Zlatan, tidak salah jika legenda Belanda yang pernah memperkuat klub besar La Liga Spanyol Barcelona saat masih aktif sebagai pemain pada era 1980-an hingga 1990-an itu menganggap mantan anak asuhnya tersebut sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.

“Saya mengenalnya dengan sangat baik dan dia tetap menunjukkan yang terbaik di usianya sekarang. Dia tetap menjadi bagian penting bagi timnya, serta terus mencetak gol. Itu menunjukkan dia masih menjadi salah satu yang terbaik. Saya memiliki rasa hormat yang besar kepadanya,” lanjut Koeman.

“Saya melatih Zlatan ketika dia masih muda, dan terkadang itu juga merupakan hal yang sulit. Tapi itu normal. Dia orang yang lucu, dan kami juga memiliki banyak pemain muda saat itu,” tambahnya, juga mengakui masih sering bertemu Zlatan dalam beberapa bulan terakhir dan selalu membahas hubungan mereka saat di Ajax.

Kini mereka kembali bertemu di Premier League, namun bukan lagi sebagai partner melainkan menjadi musuh saat di lapangan. Koeman sendiri juga baru bergabung ke Everton pada Juni 2016, meski sejak 2014 lalu sudah berkarir di Liga Inggris bersama Southampton.

Saat United bertandang ke markas Everton dalam pertemuan perdana musim ini pada 4 Desember 2016, Zlatan juga sukses mencetak satu gol. Bahkan golnya membawa tim Setan Merah unggul 1-0 di babak pertama, sebelum disamakan satu menit sebelum bubar dan berakhir imbang 1-1. Makanya Koeman berambisi meraih hasil positif saat pertemuan kedua di Old Trafford. Tak hanya itu, dia juga bisa mencatatkan sejarah sebagai manajer pertama di Premier League yang bisa menang tiga kali beruntun di markas United, setelah dua musim sebelumnya selalu menang bersama Southampton.

“Tentu saja kami ingin tiga angka. Namun kami ingin Everton tampil baik, dan itu mungkin,” sebut Koeman pada Everton TV.

Tapi, Zlatan membuyarkannya saat impian itu sudah di depan mata. The Toffees memang hampir menang, ketika hingga menit ke-90 mereka masih unggul 1-0 sejak babak pertama. Tiba-tiba, Zlatan muncul sebagai malaikat maut yang mencabut kemenangan Everton saat injury time. United mendapat penalti, dan dia sukses menyarangkan bola.

“Ini menyakitkan karena kami hanya berjarak satu menit dari kemenangan,” ucap Koeman kecewa pada laman resmi klub.

Comments

Loading...