OUR NETWORK

Ole Gunnar Solskjaer: Kami Seharusnya Mendapat Lebih dari Satu Poin

Manchester United gagal memperkecil jarak menjadi dua poin dengan Chelsea setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Everton di stadion Old Trafford. Meski masih berada di top half, namun posisi United melorot satu peringkat ke posisi enam.

Hasil ini meneruskan tradisi klub di musim ini yang gemar menghilangkan poin ketika melawan kesebelasan yang posisinya jauh di bawah mereka. Kesalahan yang terus terulang sehingga menimbulkan kesan kalau Ole Gunnar Solskjaer tidak pernah belajar dari permasalahan yang sudah terjadi beberapa kali ini.

Sang manajer sendiri mengaku kalau timnya yang lebih pantas menang. Ia juga mempertanyakan mengapa wasit dengan mudahnya memberikan gol kepada Everton. Namun nasi sudah menjadi bubur dan hasil pertandingan sudah berakhir 1-1. Solskjaer hanya bisa fokus untuk laga berikutnya dan kembali belajar mengingat lawan United setelahnya berpotensi untuk tampil merepotkan mereka lagi dengan lini belakang yang sangat kuat.

Hilangnya Banyak Kesempatan

“Kami mendominasi permainan, kami menekan mereka. Kami benar-benar tidak bisa membuat celah yang kami inginkan setelah mereka mencetak gol. Sebelum mereka mencetak gol, kami memiliki dua sampai tiga peluang bagus untuk memimpin dan itulah perbedaan besar dalam pertandingan ini.”

Saya Terkejut Untuk Gol Mereka

“Saya kecewa dengan kinerja wasit Michael Oliver itu. Saya rasa kalau itu adalah pelanggaran, terutama di zaman sepakbola sekarang ini. Mungkin pada tahun 80-an gol seperti itu akan disahkan. Dia menggunakan sikunya, tangannya ada di atas bahu David, dan siku di wajahnya, jadi itu pelanggaran. Ketika saya melihatnya saya berani bertaruh 100 persen kalau itu dibatalkan oleh VAR, jadi saya menemui wasit keempat. Saya terkejut mereka langsung memulai pertandingan dengan begitu cepat.”

Mason Greenwood Adalah Kelas yang Berbeda

“Mason Greenwood adalah kelas yang berbeda di dalam dan di sekitar kotak penalti. Anda tidak terkejut ketika dia mencetak gol. Sudah sepantasnya dia menjadi pemain yang mencetak gol dalam 4.000 pertandingan kami bersama tim akademi dan itu membuatku sulit untuk meninggalkannya. Kami selalu punya DNA tentang pemain akademi, dengan pemain tambahan beberapa pemain dari klub top lainnya, maka itu akan menjadi filosofi di klub ini.”

Mengubah Hasil Seri Menjadi Menang

“Saya pikir kami berada di jalur yang benar. Satu momen 15 menit kami sangat buruk dan Anda merasa kalau mereka bisa mendapatka sesuatu. Saya sudah tidak sabar untuk bekerja lagi besok, karena anak-anak ini ingin meningkat. Kami memiliki tren yang bagus yaitu tanpa kalah, tapi tentu saja hasil seri tidak terlalu bagus di liga ini. Kami perlu bekerja untuk mengubah hasil imbang seperti ini menjadi kemenangan.”

“Kami kecewa tentang hari ini, tetapi tidak ada waktu untuk meratapi hasil ini. Kami memiliki laga perempat final Piala Carabao hari Rabun anti dan saya memiliki skuad yang kuat untuk dimainkan dalam laga nanti. Kami harus fokus untuk laga itu saat ini.”

Kami Bermain Melawan Tim yang Bertahan

“Anda tidak bisa mengontrol skor akhir laga. Ketika Anda memiliki 20 tembakan dan Anda mengharapkan kami untuk mencetak gol, maka tekanannya akan meningkat. Terkadang tergantung dengan kualitas dan keberuntungan. Ya, hari ini mereka mendapat gol dan memiliki sesuatu untuk dipertahankan. Babak pertama melawan Tottenham Hotspur mirip dengan babak pertama melawan Everton dalam cara mereka bertahan melawan kami.”

“Kami menciptakan sejumlah peluang hari ini. Ini adalah pekerjaan yang sedang berjalan dan saya pikir para pemain ini sedang belajar dan hari ini saya pikir Anda tidak bisa menyalahkan siapa pun di luar sana karena mereka tampil dengan baik. Kami bermain melawan tim yang bagus juga. Bagi saya, Everton adalah tim yang mencoba untuk masuk ke enam besar dan mereka masih memiliki pemain berkualitas untuk melakukan itu. Everton adalah tim yang baik dalam skema bola mati dan kami hanya merasa kalau kami pantas mendapatkan lebih dari ini.

Rumor Transfer Erling Haaland

“Dia adalah striker Red Bull Salzburg. Dia tahu apa yang ingin dia lakukan, jadi saya tidak perlu memberikan informasi tentang pemain dari tim lain.”

 

Comments

Loading...