OUR NETWORK

Manchester City vs Manchester United: Mengatasi Kelelahan

Hanya berselang tiga hari setelah hasil imbang tanpa gol melawan Wolverhampton Wanderers, Manchester United harus kembali turun ke lapangan untuk kembali bertanding. Mereka akan menjalani leg pertama semifinal Piala Liga melawan Manchester City pada tengah pekan ini. Ajang yang menjadi salah satu target Ole Gunnar Solskjaer untuk mendapat piala musim ini.

Namun lawan yang kali ini dihadapi adalah sang tetangga, Manchester City. Meski Setan Merah sukses mengalahkan mereka di Etihad pada Desember lalu pada ajang Premier League, namun perjalanan kedua tim setelah laga tersebut bisa dibilang cukup bertolak belakang.

Selepas dikalahkan MU, City meraih lima kemenangan dari enam pertandingan terakhirnya. Yang terbaru, mereka mengalahkan Port Vale dengan skor 4-1. Sebaliknya, Manchester United hanya meraih dua kemenangan setelah kemenangan di Etihad. Bahkan dua laga terakhir mereka hanya bermain seri melawan Wolverhampton dan sebelumnya kalah dari Arsenal.

Meski punya tren yang cukup bagus, namun Pep Guardiola masih khawatir timnya akan kecolongan oleh kecepatan para pemain United. Pasalnya, kecepatan menjadi momok bagi lini belakang mereka ketika harus menderita kekalahan 1-2 pada awal Desember lalu. Pep jelas tidak mau masuk dalam lubang yang sama. Meski Piala Liga hanya turnamen kelas tiga di Inggris, namun mengangkat trofi ini masih lumayan dibanding tidak mendapat piala sama sekali.

“United adalah tim yang dibangun untuk terus berlari. Ketika mereka berlari, tim ini akan menjadi salah satu yang terbaik, dan itu bukan hanya terbaik di Inggris. Saya rasa mereka akan memanfaatkan kecepatan, satu, dua, atau tiga kali atau bahkan bisa sebanyak mungkin. Untuk itu, kami harus mengurangi segala kesalahan dalam membangun serangan dan siap menghadapi serangan cepat mereka,” kata Pep Guardiola beberapa waktu lalu.

Pep jelas harus mencari cara agar timnya tidak mengalami kesalahan saat melakukan build-up play. Ketika skema ini gagal, maka United akan menyerang mereka melalui serangan balik layaknya di Premier League. Ketika itu, sisi flank yang diisi oleh Kyle Walker dan Angelino terlihat keteteran menghadapi cepatnya pemain United. Transisi pertahanan akan menjadi resep untuk mematikan counter attack United.

Bahkan jika perlu Pep tidak akan terlalu menekan United melalui counter pressing mereka. Sedikit bermain menunggu dan membiarkan tuan rumah lebih banyak menguasai bola mungkin bisa menjadi opsi mengingat mereka kadang masih kesulitan mengatasi lini belakang yang tampil dengan compact defense.

Satu keuntungan yang bisa dimanfaatkan Pep dengan baik adalah kembalinya tiga penggawa utama mereka yaitu Oleksandr Zinchenko, Ederson dan Sergio Aguero. Besar kemungkinan tiga pemain ini akan dimainkan setelah menyelesaikan masalahnya masing-masing. Ederson sudah menyelesaikan masa skorsing kartu merahnya, sedangkan Aguero dan Zinchenko sudah kembali merumput setelah cedera.

Kembalinya Aguero patut disyukuri mengingat ia punya rekam jejak bagus tiap bertemu United. Sejak 2011, sudah sembilan gol yang dibuat Kun ke gawang United. Peran Aguero di atas lapangan yang juga mau turun menjemput bola dan membuka ruang, diharapkan bisa mempermudah pemain dari lini kedua seperti Raheem Sterling atau Bernardo Silva untuk mencetak gol. Di sisi lain, kehadiran Zinchenko bisa melepaskan beban Pep yang mendapat banyak masalah di sektor bek kiri.

Ancaman Kelelahan dan Cedera

Jika City sedang berseri-seri karena bisa memainkan beberapa pemainnya yang absen, lain halnya dengan Manchester United. Jelang pertandingan ini, Solskjaer dibuat pusing oleh sekumpulan pemainnya yang meragukan untuk bisa bermain atau tidak.

Scott McTominay masih absen cukup panjang, Anthony Martial dan Jesse Lingard sakit jelang melawan Wolves, sementara Harry Maguire bermain sambil menahan rasa sakit setelah berjibaku 90 menit dari ancaman Wolves. Bahkan pada konferensi pers jelang laga, Solskjaer belum tahu siapa-siapa saja yang bisa dimainkan.

“City bermain melawan Port Vale dan bisa mengistirahatkan pemain-pemain utama mereka. Pada laga nanti mereka akan memainkan tim yang kuat. Kami juga akan mengirimkan tim yang kuat, tapi saya belum tahu siapa yang siap untuk bermain nanti. Kami akan menggunakan beberapa jam ke depan untuk menentukan siapa yang akan bermain,” kata Solskjaer.

Jarak antar pertandingan yang mepet membuat Solskjaer mengungkapkan kalauu ia tidak banyak melatih tim secara fisik melainkan hanya secara mental melalui pemulihan bersama tim fisioterapis. Ia bahkan hanya meminta para pemainnya untu mencontoh apa yang sudah mereka lakukan pada 7 Desember lalu. Semoga saja para pemain United masih ingat karena City jelas tidak akan mengulangi kesalahan mereka waktu itu.

Perkiraan Susunan Pemain

MANCHESTER UNITED:

David de Gea, Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Luke Shaw, Nemanja Matic, Fred, Jesse Lingard, Daniel James, Mason Greenwood, Marcus Rashford

MANCHESTER CITY:

Claudio Bravo, Kyle Walker, John Stones, Eric Garcia, Oleksandr Zinchenko, Rodri, David Silva, Kevin de Bruyne, Riyad Mahrez, Raheem Sterling, Sergio Aguero

Comments

Loading...