in ,

Lini Belakang Solid, United Raih Satu Poin di Derby Manchester

Laga Manchester Derby  ke-175 telah berakhir. Setelah bertarung selama 96 menit (90 menit plus enam menit injury time), kedua kesebelasan akhirnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol. Hasil ini membuat Manchester United gagal menyalip City di peringkat keempat. Sebaliknya bagi The Citizens hasil ini membuat mereka gagal masuk pos tiga besar sekaligus menggusur Liverpool.

Dalam laga yang dipimpin wasit Martin Atkinson, skuad United hanya melakukan beberapa perubahan yaitu masuknya kembali Antonio Valencia dan Michael Carrick ke dalam starting eleven United. Kehilangan Paul Pogba tampak terlihat dalam pertandingan ini. Hilangnya pemain termahal dunia tersebut membuat lini tengah Setan Merah menjadi kurang kreativitas. Baik Fellaini maupun Herrera kesulitan menembus barikade lini tengah city yang dipimpin Fernandinho. Apalagi jarak antara Michael Carrick dengan para pemain depan terbilang cukup jauh karena mantan pemain Tottenham tersebut bertugas juga harus berperan untuk membantu pertahanan.

Lini belakang kedua tim sebenarnya patut mendapat pujian. Meski dengan pendekatan yang sedikit berbeda, namun karena para pemain belakang inilah, kedua kesebelasan jadi begitu kesulitan untuk bisa membuat gol. Dengan formasi 4-1-4-1 yang dimiliki City maka secara tidak langsung mereka menumpuk pemain-pemain mereka di lini tengah.

Selain itu mereka memainkan pressing ketat kepada pemain United yang menguasai bola agar mereka tidak nyaman dalam membangun serangan. Maka dari itu tidak kaget jika melihat Marcus Rashford sampai tujuh kali kehilangan bola dikarenakan lini belakang City langsung memberi tekanan kepada Rashford ketika ia sedang menguasai bola.

Sementara itu, United di pertandingan ini lebih memilih untuk bermain dengan aman sambil menunggu adanya kesempatan untuk melakukan serangan balik. Menyadari bahwa para pemain City memiliki skill dalam hal duel satu lawan satu, maka dari itu Jose Mourinho lebih memilih untuk memainkan garis pertahanan rendah dan menumpuk para pemainnya di kotak pinalti. Beberapa kali ketika United memilih untuk mempressing pemain City, maka mereka bisa melewatinya dengan baik.

Strategi garis pertahanan rendah justru dapat dikatakan lebih efektif dikarenakan mampu membuat Man City memilih untuk memindahkan aliran bolanya ke sisi sayap yang diisi Sterling dan Leroy Sane. Akan tetapi hal itu juga tidak membuahkan hasil karena dari 24 umpan silang yang dilakukan si biru tercatat hanya empat yang sempat membahayakan setan merah. Salah satunya terjadi ketika tendangan Aguero membentur tiang gawang memanfaatkan umpan De Bruyne di babak pertama.

Merasa serangannya mentok, City pun akhirnya lebih memilih untuk melakukan tendangan jarak jauh. Seperti dikutip dari whoscored, 19 tendangan dilakukan dimana Sergio Aguero menjadi pemain yang paling banyak menendang bola yaitu sembilan kali. Bahkan dari jumlah tersebut enam diantaranya dilakukan dari luar kotak penalti. David De Gea pun juga bermain baik dengan melakukan enam kali penyelamatan.

Manchester City sebenarnya lebih sering kehilangan penguasaan bola ketimbang United. Anak asuh Pep Guardiola tersebut kehilangan bola sebanyak 27 kali, tujuh angka lebih banyak dari yang dibuat United. Sayangnya transisi United untuk melakukan serangan terbilang lambat. Mungkin ceritanya akan menjadi berbeda jika ada Paul Pogba di lini tengah.

Satu-satunya drama di pertandingan ini adalah kartu merah yang diperoleh Maroaune Fellaini pada menit ke-84. Kartu merah ini sebenarnya hanya berjarak kurang dari dua menit setelah kartu kuning yang didapat pasca melanggar Sergio Aguero. Meski pergerakan dan kontribusinya terbilang sedikit, namun ia mampu tiga kali memenangi duel udara melawan para pemain City. Kartu merah ini merupakan yang kedua yang pernah diterima dirinya di liga selama memperkuat United.

Hasil imbang 0-0 seperti mencerminkan bahwa Manchester United seperti tidak berniat untuk menang dan memilih untuk lebih banyak bertahan. Jika disebut United parkir Bus pun tidak masalah sebenarnya. Akan tetapi jika melihat situasi dimana United sulit menembus lini belakang City, ditambah harus bermain dengan 10 orang sejak menit 83 maka pilihan untuk bermain menunggu jelas terbilang masuk akal ketimbang melakukan serangan yang akan berisiko terhadap lini belakang dari United. Setidaknya ada satu hal positif yang diraih oleh Jose Mourinho yaitu mampu menyamai apa yang dilakukan Sir Alex Ferguson di musim 2010-2011 yaitu membawa setan merah tidak terkalahkan di 24 laga.

 

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola