OUR NETWORK

Lima Hal Menarik Dari Kemenangan United Melawan Tranmere Rovers

Manchester United memanfaatkan betul keuntungan yang mereka miliki pada babak keempat Piala FA musim ini. Hanya menghadapi Tranmere Rovers, kesebelasan papan bawah di League One, Setan Merah menunjukkan kehebatannya dengan menang telak 6-0. Harry Maguire, Diogo Dalot, Jesse Lingard, Phil Jones, Anthony Martial, dan Mason Greenwood, sukses mencetak gol pada pertandingan tersebut.

Hasil ini berhasil membawa United lolos ke babak lima dan tinggal menanti lawan mengingat babak keempat baru akan berakhir pada Selasa nanti. Namun yang pasti, kemenangan ini sedikit menghibur luka di hati para penggemar mereka yang mendapat pemandangan berupa dua kali kekalahan pada pertandingan liga.

Berikut adalah poin-poin penting dari pertandingan melawan tim yang baru saja memulangkan Cameron Borthwick-Jackson tersebut.

Lapangan Jelek? Tidak Masalah

Sebelum pertandingan, ada kekhawatiran kalau United tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya. Alasannya sederhana yaitu permukaan lapangan mereka, Prenton Park, begitu buruk dan tidak rata karena terjangan hujan deras beberapa hari terakhir. Bahkan di beberapa sisi ditumpuki pasir agar terlihat rata. Hal ini ditakutkan bisa membuat pemain United mengalami cedera.

Akan tetapi, United tetap tim yang tangguh. Keunggulan kualitas tidak serta merta tergerus hanya karena jeleknya kondisi lapangan. Mereka memiliki penguasaan bola hingga 72% dan akurasi umpan mereka bisa mencapai 85%. Angka yang cukup tinggi untuk bermain di lapangan buruk seperti itu. Bahkan pertandingan sebenarnya sudah berakhir ketika Jesse Lingard mencetak gol ketiga United pada menit ke-16.

Tuan rumah sendiri sebenarnya beberapa kali mengancam gawang Sergio Romero. Ada 12 percobaan dengan empat diantaranya mengarah ke penjaga gawang Argentina tersebut. Akan tetapi, tidak ada satu pun peluang yang bisa dibilang benar-benar mengancam

Serba Pertama Pemain Belakang

Sebelum laga, sorotan sudah mengarah ke United, khususnya soal formasi yang dimainkan Ole untuk menghadapi pertandingan ini.  Ia memilih memainkan lima pemain belakang dengan tetap mengandalkan Harry Maguire sebagai komandan yang ditemani Lindelof dan Phil Jones. Cedera yang ia bawa sebelum laga ini ditakutkan akan kambuh mengingat lapangan dalam kondisi yang tidak baik.

Anggapan kalau United bermain bertahan melawan tim League One juga muncul. Namun, hal itu tidak terjadi karena tidak selamanya formasi tiga pemain belakang menandakan kalau mereka bermain bertahan. Para pemain belakang ini justru menjadi bintang karena berhasil mencetak gol.

Harry Maguire membuat gol pertamanya sejak direkrut musim panas ini. Tidak dengan sundulan melainkan dengan sepakan luar kotak penalti. Tidak mau kalah, Diogo Dalot juga membuka rekening golnya setelah dibeli musim panas lalu.

Yang paling spesial adalah Phil Jones. Golnya memanfaatkan sepak pojok dari Andreas Pereira adalah gol pertamanya setelah lebih dari lima tahun menanti. Terakhir kali Jones mencetak gol terjadi pada 8 Maret 2014 saat United menang 3-0 melawan West Bromwich Albion pada Premier League musim 2013/2014.

Enam Gol Pertama Sejak Era Ferguson

Kemenangan 6-0 ini juga tidak hanya membawa United meraih tiket ke babak lima, namun juga membuat Ole Gunnar Solskjaer menorehkan kemenangan terbesarnya selama melatih Manchester United. Sebelumnya, kemenangan terbesar Ole dibuat pada debutnya setelah menggantikan Jose Mourinho ketika United menang 5-1 melawan Cardiff City.

Selain itu, kemenangan ini juga menjadi kemenangan tandang terbesar United sejak mereka mengalahkan Nottingham Forest 8-1 pada Februari 1999 ketika Ole saat itu mencetak empat gol setelah datang dari bangku cadangan. Keberhasilan United mencetak enam gol adalah kali pertama sejak 2011 ketika United menang telak 8-2 melawan Arsenal. Bahkan mereka juga untuk pertama kalinya sejak 2001 bisa mencetak lima gol pada babak pertama.

Rekor baru yang terjadi pada pertandingan ini adalah keberhasilan United menyumbangkan enam pencetak gol berbeda dalam satu pertandingan.

Dua Digit Greenwood

Hari spesial juga menjadi milik Mason Greenwood. Satu golnya ke gawang Tranmere melalui titik penalti membuatnya berhasil mencetak 10 gol pada musim ini. Inilah pertama kalinya Greenwood membuat dobel digit gol sejak namanya pertama kali mencuat ke tim utama pada musim lalu.

Keberhasilannya ini membuat nama Greenwood menjadi pemain termuda yang bisa mencetak 10 gol setelah Norman Whiteshide pada 1984. Greenwood melakukanny apada usia 18 tahun 117 hari. Masa depan Greenwood dan United tampak cerah.

Modal Percaya Diri

Para penggemar United menyanyikan chant berbunyi “Kami sering mencetak enam gol, tapi jarang mencetak 10 gol’ untuk menandakan betapa gembiranya mereka melihat para pemain United begitu mudah dalam mencetak banyak gol. Sayangnya, harapan penggemar tidak terbukti karena mereka hanya bisa membuat enam gol.

Meski begitu, para penggemar United tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang paling penting adalah United menang. Hasil kemarin jelas meningkatkan kepercayaan diri para pemain mengingat dua laga sebelumnya mereka bermain sangat buruk.

Kemenangan ini juga menjadi modal karena pada laga berikutnya, United akan menghadapi lawan yang cukup berat. Tengah pekan nanti, United punya tugas memperbaiki ketertinggalan 1-3 dari Manchester City pada leg kedua semifinal Piala Liga. Inilah kesempatan terakhir bagi United untuk bisa melaju ke Wembley dan memperebutkan piala. Semoga saja mereka bisa bermain sebaik ketika melawan Tranmere kemarin.

Comments

Loading...