OUR NETWORK

Kala Dominasi MU Dirusak Kesalahan Sendiri

Masih ada rasa tidak percaya ketika saya membuat ringkasan pertandingan semalam antara Manchester United melawan Tottenham Hotpur. Sama seperti yang dirasakan Mourinho, melihat penampilan yang dipertontonkan oleh para penggawa United, skor 0-3 menjadi hasil yang sangat sulit untuk diterima.

Pada tulisan pra pertandingan Senin lalu, saya mengungkapkan kalau United berpeluang menang dengan catatan tidak melakukan banyak kesalahan seperti ketika menghadapi Brighton. Akan tetapi, yang terjadi di Old Trafford justru pertunjukkan kesalahan demi kesalahan yang dibuat oleh para pemain tuan rumah.

Sepanjang pertandingan, United sebenarnya tampil berenergi. Mereka bermain menyerang dan menguasai pertandingan. Tidak ada parkir bus atau kehati-hatian seperti yang mereka tunjukkan ketika melawan Leicester serta Brighton. Para pemain pun mulai berani melakukan pressing. Peluang pertama bahkan sudah didapatkan Fred saat pertandingan baru berjalan 20 detik.

Babak pertama menunjukkan tanda-tanda seolah United akan menang. Mereka menguasai bola hingga 65%. Tidak hanya itu, delapan tembakan ke gawang berhasil mereka ciptakan. Spurs bahkan baru membuat tendangan pertama ke gawang De Gea lima menit sebelum 45 menit pertama kelar.

Rancangan serangan United pun sangat baik. Valencia bertindak seperti seorang winger alih-alih bek kanan. Sayap Ekuador ini berhasil mengeksploitasi tempat Dany Rose. Penampilan Luke Shaw begitu menjanjikan di sisi kiri. Fred semakin lama menunjukkan perkembangan pesat dengan pergerakan liarnya di sekitar kotak penalti Spurs.

Sayangnya, segala upaya tersebut berakhir sia-sia. Tidak ada bola sepakan para pemain United yang masuk ke gawang Lloris. Lukaku yang mendapat peluang emas karena kesalahan Rose justru gagal menceploskan bola ke gawang yang sebenarnya sudah kosong.

Pada laga ini, Mourinho mengubah setengah dari susunan starternya ketika melawan Brighton pekan sebelumnya. Valencia, Jones, Smalling, Lingard, Matic, dan Ander Herrera dimainkan sejak awal. Sementara Alexis Sanchez yang mengalami cedera pekan sebelumnya, berada di bangku cadangan.

Di atas lapangan, Mourinho menurunkan skema yang sangat unik. Meski di atas kertas United memainkan 4 pemain belakang, nyatanya mereka menurunkan lima pemain belakang dengan Valencia dan Shaw berperan sebagai wingback. Tidak hanya itu, Ander Herrera menjelma menjadi bek tengah ketiga menemani Smalling dan Jones demi amannya gawang De Gea.

Mereka sebenarnya mampu menunaikan tugasnya masing-masing. Herrera misalnya, ia mampu membuat blok krusial saat Dele Alli tinggal berhadapan satu lawan satu dengan De Gea. Begitupun duet Smalling dan Jones yang tampil sangat rapi. Nama pertama bahkan membuat tekel krusial ketika Alli terbebas di lini depan.

Sayangnya para pemain yang bermain baik pada babak pertama justru banyak membuat kesalahan pada babak kedua. Apesnya, beberapa kesalahan itu justru berakibat datangnya gol demi gol yang menguntungkan kubu tamu.

Phil Jones gagal mengawal ketat Harry Kane saat situasi sepak pojok. De Gea hanya bisa bengong melihat bola melesat ke pojok gawang. 133 detik kemudian, Valencia dan Jones abai terhadap perintah Smalling yang meminta mereka untuk menaikkan garis pertahanan agar Eriksen terjebak offside. Pemain Denmark tersebut kemudian memberikan cut back yang diselesaikan Lucas Moura.

Tersengat dua gol memaksa Mourinho langsung mengubah susunan pemainnya. Sanchez dan Fellaini dimasukkan untuk menambah ketajaman lini depan. Lindelof kembali bermain menggantikan Phil Jones. Akan tetapi, ketiga pemain ini tidak memberikan dampak apapun.

Sanchez beberapa kali salah mengirim umpan, hanya Fellaini yang berkontribusi sedikit lebih baik dengan keunggulan duel udaranya. Sementara Lindelof bahkan langsung membuat kesalahan kurang dari lima menit setelah ia masuk ke lapangan. Sebuah kesalahan yang membuat Jose Mourinho menendang botol minum yang mengenai salah satu steward United.

Sejak saat itu, United pun menjadi serba tanggung ketika menyerang. Agresifitas layaknya babak pertama perlahan memudar. Mereka khawatir, jika terus menyerang mereka bisa kembali kebobolan lagi mengingat lini belakang tampil sangat berantakan.

United kemudian kebobolan untuk ketiga kalinya lima menit sebelum jeda pertandingan. Lucas Moura yang beberapa kali merepotkan United dengan kecepatannya menjadi penegas kemenagan The Lylywhites. Smalling yang sudah menekel Moura gagal mendapatkan bola yang kemudian diselesaikan pemain Brasil tersebut menjadi gol ketiga.

“Kami begitu bangga. Para pemain kami layak mendapatkan kredit. Saya bahagia dan sangat bangga. Namun kami tetap tenang dan harus kembali kerja keras untuk laga berikutnya. Kami bekerja keras untuk laga melawan United hari ini dan menunjukkan kepada mereka bagaimana kebersamaan kami dalam meraih kemenangan melawan tim besar seperti United,” tutur Mauricio Pocettino sehabis laga.

Ya, saat Tottenham menunjuk bagaimana kebersamaan yang terjalin para pemainnya di atas lapangan, United justru terjebak dengan kesalahan-kesalahan sendiri yang terus mereka buat di setiap pertandingan.

Comments

Loading...