OUR NETWORK

Empat Hal Menarik Dari Laga United Melawan LASK

Laga terakhir Manchester United di Old Trafford berakhir dengan manis. Menjamu LASK pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa musim 2019/2020, Setan Merah menang tipis dengan skor 2-1. Sempat tertinggal melalui gol Philipp Wiesinger, United berbalik unggul melalui gol Jesse Lingard dan Anthony Martial. Agregat menjadi 7-1 setelah pada pertemuan pertama United menang telak 5-0 di Austria.

Pada babak delapan besar nanti, United tidak akan bermain dalam sistem kandang-tandang. Mereka akan bermain satu leg saja dan laga tersebut akan dimainkan di Jerman. Lawan United nanti adalah wakil Denmark, Copenhagen, yang sebelumnya sukses mengalahkan Istanbul Basaksehir dengan agregat gol 3-1.

Berikut adalah beberapa hal menarik dari pertandingan tersebut.

Terbantu Hasil Leg Pertama

Ole Gunnar Solskjaer merasa senang dengan hasil pertandingan ini. Akan tetapi, ia tetap memberikan catatan terutama cara bermain United selama 90 menit. Kritikan menerpa mereka terutama pada babak pertama. United saat itu tampil tidak terlalu baik jika tidak mau dibilang buruk. Mereka kesulitan untuk menembus lini belakang LASK.

Hanya jersey anyar United saja yang bagus. Begitu kata Manchester United Peoples Person. Setan Merah tampak tertolong hasil dari leg pertama. Selama babak pertama, United hanya membuat dua peluang. Itupun melalui Harry Maguire. Sebaliknya, tim tamu bisa membuat tujuh peluang dengan satu tendangan ditepis Sergio Romero, satu tendangan melebar tipis, dan sundulan yang membentur mistar. Bahkan tendangan ke gawang baru diraih United pada babak kedua melalui Odion Ighalo.

Kita lagi-lagi bisa melihat betapa lebarnya jurang perbedaan kualitas antara pemain utama dengan pemain pelapis. Bahkan ada yang menyebut kalau lapis kedua United ini adalah lapis yang paling bawah jika dibandingkan lapis dua tim lain. Beberapa dari mereka tidak menunjukkan penampilan yang bisa dibilang memuaskan.

Dua bek sayap United tidak ada yang begitu aktif dalam menyerang meski bertahan dengan baik. Begitu pula dengan dua winger yang salah satunya hanya bisa berlari cepat tapi tidak memiliki visi bagus dalam permainan. Juan Mata tampak beberapa kali tidak sanggup meladeni pressing dari lawan. Masuknya Paul Pogba dan Anthony Martial akhirnya memberi perubahan meski mereka sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol Wiesinger. Sebuah sinyal bagi Ole untuk memperkuat kedalaman skuad mengingat musim depan mereka akan main di Liga Champions.

Sorotan Untuk Mensah dan James

Setidaknya ada dua pemain United yang membuat suporter sedikit geleng-geleng kepala. Dua pemain itu adalah Timothy Fosu-Mensah dan Daniel James. Keduanya dianggap bermain paling buruk dibanding teman-temannya yang lain. Hal itu terlihat dari rating yang diberikan oleh Manchester Evening News (MEN). James mendapat nilai 3 sedangkan Mensah satu poin lebih baik dari James.

Kehadiran nama Mensah membuat penggemar United bertanya-tanya: ada apa sebenarnya dengan Diogo Dalot? Meski Dalot tidak bagus dalam menggalang pertahanan, tapi dia bisa berkontribusi dalam menyerang. Setidaknya jauh lebih baik ketimbang Mensah di sisi kanan. MEN bahkan menyebut kalau Mensah seperti pemain amatir ketika menyerang. Overlap-nya cukup bagus. Tapi ketika melepas umpan, power dan akurasinya cukup berantakan.

Sedangkan James masih sama seperti sebelumnya. Hanya punya satu dimensi permainan yaitu berlari lurus. Crossing-nya selalu mengarah ke kiper. Ia juga terlihat bernafsu untuk mencetak gol meski ada rekan setimnya yang berada dalam posisi bebas. Menurut Utd Arena, James tampak sedang krisis kepercayaan diri setelah penampilan apik pada awal musim. Tidak sedikit yang memprediksi kalau James tidak akan lama di United jika penampilannya tidak mengalami perubahan.

Sejarah Lingard

Jesse Lingard membuat jantung penggemar United sedikit lebih tenang ketika mencetak gol penyama kedudukan. Ia benar-benar membuktikan kalau dia sudah bangkit setelah terpuruk. Inilah gol kedua Lingard dalam dua pertandingan terakhir. Ia bahkan membuat sejarah dengan menjadi pemain United yang mencetak gol terakhir dengan jersey lama dan pemain pertama yang mencetak gol dengan jersey baru.

Sepanjang 90 menit, Lingard membuat 3 dribel sukses, dan satu tendangan yang menghasilkan satu gol. Sebuah catatan yang membuatnya layak mendapat gelar Man of the Match. Ada raut wajah kecewa ketika ia diganti, namun Ole tampaknya akan mempersiapkan Lingard ketika United berhadapan dengan Copenhagen pada babak delapan besar.

“Saya menikmati laga tadi, tapi itu sudah menjadi keputusan manajer dan saya paham. Jujur, saya ingin mencetak beberapa gol sebelum musim berakhir. Mari berharap itu akan berlanjut pada sisa laga yang akan saya mainkan,” kata Lingard.

Chong Bisa Seperti Young

Satu hal menarik dari perubahan yang dilakukan Ole kemarin adalah memainkan Tahith Chong sebagai seorang bek sayap kiri. Hal ini bertujuan menambah agresivitas di sisi kiri. Dengan memiliki kecepatan mumpuni, Chong bisa menjawab kepercayaan tersebut dengan baik. 22 menit bermain, Chong membuat dua tekel sukses, dan satu kali melakukan blok.

Meski belum memberi kontribusi dari segi penyerangan, namun Chong semalam membuktikan kalau dia bisa bertahan dengan baik. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti Chong bisa bertransformasi menjadi seorang bek sayap layaknya Bukayo Saka di Arsenal atau seperti seniornya yang sudah pindah ke Inter, Ashley Young. Sesuatu yang bukan tidak mungkin akan terjadi mengingat persaingan ketat di posisi sayap United.

Comments

Loading...