OUR NETWORK

25 Maret 2000: Sepakan Voli Paul Scholes di Valley Parade

Selain rekor penonton terbanyak di stadion Old Trafford, tanggal 25 Maret juga memberi kesan tersendiri bagi Paul Scholes. Karena tepat 20 tahun yang lalu, ia membuat sebuah gol indah. Gol yang dicetak dengan cara ajaib yaitu sepakan voli ke gawang Bradford City.

Sosok Paul Scholes dikenal sebagai gelandang yang memiliki visi bermain, kreativitas mumpuni serta akurasi umpan yang begitu akurat. Kontrol bolanya juga sangat baik. Dia adalah otak dari serangan United di atas lapangan. Selain itu, sifatnya yang tidak ngartis di luar lapangan juga membuatnya gampang disukai.

Betapa pentingnya Scholes bagi United bisa dilihat dari komentar Sir Alex Ferguson. Manajer tersukses United sepanjang masa ini menyebut kalau timnya akan menjadi bingung dan kehilangan improvisasi jika Scholes absen. Kalau ucapan Sir Alex dianggap klise karena Scholes adalah salah satu anak asuhnya, maka dengarkan apa kata legenda sepakbola lain mengenai Scholes.

Lionel Messi menyebut kalau nama Scholes sering disebut di La Masia. “Ia adalah seorang guru,” kata Messi menambahkan. Bahkan pemenang Piala Dunia seperti Andrea Pirlo saja menyebut Scholes sebagai satu-satunya gelandang Inggris terbesar dalam kariernya. Ia bahkan menyebut kalau gelandang lain hanya pura-pura dan tidak ada yang bisa menandingi Scholes. Bahkan Xavi pernah mengutarakan penyesalannya karena tidak bisa bermain bersama Scholes karena keduanya begitu setia dengan klubnya masing-masing. Bukti betapa Scholes adalah salah satu pemain sepakbola dengan kemampuan yang hebat.

Selain dikenal karena kemampuannya mengatur serangan dan mengontrol lini tengah, Scholes juga dikenal sebagai pemain yang bisa mencetak gol. 155 gol ia torehkan selama 715 pertandingan, jumlah yang cukup banyak untuk seorang pemain tengah.

Salah satu sumber gol Scholes adalah tendangan jarak jauh. Meski ia juga sering mencetak gol dari dalam kotak penalti, namun gol-gol melalui sepakan first time atau tendangan voli yang akan jauh lebih dikenang ketika membicarakan gelandang yang identik dengan nomor 18 ini. Satu yang akan selalu dikenang sepanjang masa oleh penggemar United adalah tendangan voli dari luar kotak penalti saat United menang telak 5-0 atas Bradford City.

Bermain di Valley Parade, United tampak akan menjadi pemenang pada pertandingan ini. Pasalnya, mereka sudah unggul 2-0 pada babak pertama melalui dua gol Dwight Yorke. Sedikit mengendur pada 25 menit babak kedua, Setan Merah kemudian baru mencetak gol lagi pada menit ke-71.

United mendapat sepak pojok dan David Beckham bersiap untuk menjalankan tugasnya sebagai eksekutor bola mati United. Alih-alih diangkat ke kotak penalti, bola justru ia berikan kepada Scholes yang berada di luar. Hebatnya lagi, Scholes tidak mau mengontrol bola terlebih dahulu dan baru melepaskan tendangan saat bola sudah berada di bawah. Ia langsung mengayunkan kaki kanannya ketika bola masih melayang di udara. Sebuah gol yang hadir berkat kombinasi dari akurasi umpan Beckham dan timing yang pas dari Scholes.

Gol spektakuler ini justru membuat Scholes menjadi berita utama. Kontribusinya padahal tidak sebanyak Yorke yang mencetak dua gol atau Beckham yang melengkapi pertandingan tersebut dengan satu gol dan tiga asis. Yang menarik, menurut Scholes gol ini tercipta murni karena keberuntungan.

“Kami tidak pernah melakukan hal ini di latihan. Becks mengambil bola dan saya hanya memberi sinyal kalau saya bebas di luar kotak penalti. Lalu dia mengirimkan bola ke tempat yang saya inginkan dan saya menendangnya ke gawang. Kami berada pada frekuensi yang sama,” kata Scholes.

Meski gol tersebut dicetak dengan sangat indah, namun penggemar Oldham Athletic ini merasa kalau gol itu bukanlah yang terbaik. Ia merasa kalau gol terbaiknya adalah saat ia mencetak gol ke gawang Aston Villa pada musim kompetisi 2006/2007.

“Saya tidak yakin kalau gol itu adalah yang terbaik dalam karier saya. Yang terbaik mungkin ketika saya membuatnya ke gawang Aston Villa ketika saya melakukan tendangan voli lagi dari luar kotak penalti. Gol itu jauh lebih sulit,” tuturnya.

Sembilan tahun kemudian, Scholes kembali mencetak gol dengan proses yang sama ketika United menang 3-0 atas Fulham. Namun, saat itu bola bisa diblok terlebih dahulu oleh Mark Scwarzer sebelum bergulir masuk ke gawang.

Comments

Loading...