OUR NETWORK

The Story of Treble: November 1998

Musim 2018/2019 merupakan musim di mana United tepat merayakan 20 tahun keberhasilan mereka meraih tiga gelar pada musim 1998/1999. Setiap bulannya, kami akan menampilkan cerita singkat mengenai perjalanan United menuju raihan bersejarah tersebut. Setelah jadwal yang cukup ringan pada bulan Oktober, United menghadapi beberapa laga berat ketika memasuki bulan November.

***

Setan Merah memulai kampanyenya di bulan November dengan pertandingan kandang melawan Brondby. Layaknya pertemuan pertama, United kembali memenangi laga keduanya menghadapi wakil Denmark tersebut dengan kemenangan telak.

Sepakan bebas David Beckham dari jarak 25 meter langsung membuka keunggulan United. Dalam tempo sembilang menit, United bisa menambah dua gol melalui Andy Cole dan Phil Neville. Bekerja sama dengan Dwight Yorke, Cole melepaskan chip yang tidak bisa dijangkau penjaga gawang. Yorke juga yang menginisiasi gol dari Phil Neville.

Babak pertama ditutup dengan keunggulan empat gol tanpa balas setelah sundulan Yorke luput dari tangkapan penjaga gawang Brondby. Penetrasi Scholes dari sisi kanan melengkapi kemenangan United menjadi 5-0. Hasil ini membuat United kokoh di puncak dengan delapan poin atau unggul satu poin saja dari Bayern Munich yang secara mengejutkan menang 2-1 di Camp Nou.

Ketajama lini depan United tiba-tiba mandek saat kembali bertugas di Premier League. Menghadapi Newcastle United di Old Trafford, mereka hanya bermain imbang 0-0. Inilah satu-satunya laga ketika United tidak bisa mencetak gol di laga kandang. Kemenangan baru diraih saat mengalahkan Nottingham Forest pada babak empat Piala Liga melalui dwigol Ole Gunnar Solskjaer.

Hanya dalam kurun seminggu, Old Trafford menggelar tiga pertandingan. Hal ini membuat beberapa titik di Teater Impian menjadi gundul karena rumput yang sulit tumbuh dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, hal itu tidak mengurangi penampilan memukau United yang sukses mengalahkan Blackburn Rovers 3-2 dalam pertandingan kempat mereka secara beruntun di kandang.

Walau begitu, ada penurunan kualitas di lini belakang yang membuat United tidak bisa menang telak. Dua gol Blackburn hadir saat United sudah unggul 3-0 dan memiliki keuntungan satu pemain setelah Tim Sherwood dikartu merah. Beruntung, gawang Peter Schmeichel hanya kebobolan dua gol saja.

Menurunnya penampilan lini belakang United terlihat saat mereka dijamu oleh Sheffield Wednesday. Dua gol Niclas Alexandersson dan gol Wim Jonk menghambat hasrat United untuk naik ke puncak klasemen. Satu gol tersebut bahkan hadir dari kesalahan Schmeichel. Kekalahan tersebut membuat rekor buruk United di Hillsborough berlanjut dengan hanya meraih satu kemenangan dari delapan kunjungan terakhir.

Empat hari berselang, United terbang ke Spanyol untuk menghadapi Barcelona. Di hotel tempat mereka menginap, United kedatangan Eric Cantona yang dua musim sebelumnya masih menjadi penggawa Setan Merah.

Duel ini berjalan sangat menarik dengan masing-masing kubu memiliki jagoan dalam diri Dwight Yorke dan Rivaldo (Barcelona). Akan tetapi, justru Sonny Anderson justru membuka keunggulan terlebih dahulu untuk skuad asuhan Louis van Gaal yang saat itu kehilangan 14 pemainnya karena cedera dan larangan bermain.

Beruntung Yorke menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan asis Jesper Blomqvist. Kombinasinya dengan Andy Cole pada babak kedua kemudian menghasilkan gol untuk membawa United membalikkan keadaan.

Blaugrana kemudian membalas melalui sepakan bebas Rivaldo sebelum Yorke kembali membuat gol kelima dari lima pertandingannya di Liga Champions. Kemenangan yang sudah di depan mata kemudian sirna setelah salto jarak dekat Rivaldo tidak bisa dijangkau Schmeichel. Barca bahkan nyaris menang jika sepakan Geovanni tidak diblok ayah dari Kasper tersebut. Hasil imbang ini memastikan United lolos ke fase gugur menemani Bayern yang menang melawan Brondby.

Bulan November ditutup dengan pertandingan menghadapi Leeds United. Jimmy Floyd Hasselbaink sempat membawa Leeds unggul. Kedudukan bisa disamakan setelah sepakan Ole Gunnar Solskjaer tidak bisa dihalau Nigel Martyn. Roy Keane sempat membawa United unggul sebelum disamakan oleh Harry Kewell. Beruntung Nicky Butt mencetak gol kemenangan sekaligus membawa United mengakhiri bulan kesebelas di peringkat kedua dengan selisih satu poin.

Posisi Liga Primer (29 November 1998)

Main Menang Seri Kalah Poin
1 Aston Villa 14 8 5 1 29
2 Manchester United 14 8 4 2 28
3 West Ham United 15 7 5 3 26
4 Arsenal 15 6 7 2 25
5 Chelsea 13 6 6 1 24
6 Leeds United 15 5 8 2 23

 

Posisi Liga Champions (25 November 1998)

Klasemen Main Menang Seri Kalah Selisih Gol Poin
1 Bayern Munich 5 3 1 1 1 10
2 Manchester United 5 2 3 0 9 9
3 Barcelona 5 1 2 2 0 5
4 Brondby 5 1 0 4 -12 3

 

Comments