OUR NETWORK

Saat Manchester United Menemukan Emas di Portugal

Menurut The Guardian, laga antara Sporting Lisbon melawan Manchester United pada 6 Agustus 2003 merupakan Meaningless Friendly atau pertandingan persahabatan yang tidak berarti apa-apa. Namun bagi United, apa yang terjadi di Lisbon adalah sebuah ketidaksengajaan saat United menemukan emas dalam wujud pemuda 18 tahun bernomor punggung “28”.

Tiga hari sebelumnya, United baru saja menyelesaikan laga pra musimnya di Amerika Serikat dan baru saja kembali ke Manchester. Akan tetapi, mereka ternyata masih mengantungi satu laga pra musim lain yaitu menghadapi Sporting Lisbon. Fergie menerima undangan tersebut karena laga itu menjadi pembukaan dari stadion Jose Alvalade.

Laga ini sebenarnya sempat dikritik oleh para pendukung United. Alasannya jelas, para pemain baru saja kelelahan sepulang dari USA. Para pendukung yang memprotes keputusan United tersebut mungkin saja berubah pikiran jika mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada laga tersebut, Fergie pun mengistirahatkan beberapa pemain utamanya. Ia hanya memainkan Rio Ferdinand, Ole Gunnar Solskjaer, dan Paul Scholes, yang merupakan pemain inti United. Kombinasi ketiganya digabungkan dengan bakat muda semisal John O’Shea, Marc Pugh, Darren Fletcher hingga Mark Lynch.

Hasil pertandingan memihak si pemilik stadion. Sporting menang 3-1 dari United yang hanya dibantu melalui gol bunuh diri Hugo. Di antara para pemain yang bermain, muncul satu nama yang mencuat melalui liukan-liukan mautnya. Nama pemain tersebut adalah Cristiano Ronaldo.

Membuat Gary Neville Kaget Hingga John O’Shea yang Sakit Kepala

Gary Neville sedang beristirahat di rumah dan menikmati laga United kontra Sporting dengan duduk di sofa. Di situlah ia melihat Ronaldo untuk pertama kalinya sambil terheran-heran.

“Saat itu babak pertama ketika ia menggiring bola di sisi dalam John O’Shea. Dan saya berkata, ‘Gila’. Ketika kamu melihat seorang pemain yang biasanya menjadi lawan, maka kamu akan melihatnya baik-baik dan jarang melihat pergerakan dan kecepatan seperti yang ia (Ronaldo) miliki,” tutur Neville seperti dilansir dari Independent.

“Sedikit pemain yang bisa melakukan lari seperti itu dengan waktu yang tepat yaitu di sisi dalam bek sayap dan bek tengah dan dia cepat sekali.”

Dalam dua babak tersebut, Sporting mengenakan dua seragam berbeda. Pada babak pertama, mereka mengenakan seragam utama mereka yang berwarna hijau-putih. Selanjutnya, mereka menggunakan baju kedua mereka yang berwarna emas. Kilauan jersey emas mereka semakin berkilau saat bola berada di kaki Ronaldo.

“Dia berhadapan dengan O’Shea yang saat jeda pertandingan harus diperiksa karena mengeluh sakit kepala. Kami selalu mengejek O’Shea karena saat itu ia bermain seperti badut,” tutur Roy Keane kepada Telegraph.

Hampir seluruuh pemain Manchester United terbius setelah melihat magis Ronaldo. Rio Ferdinand dan Nicky Butt bahkan sudah terpikir untuk merekrut Ronaldo sebagai rekan baru mereka. “Apakah kita akan membelinya atau tidak?” itulah kata yang diucapkan Ferdinand saat berdiskusi dengan Fergie di ruang ganti.

Negosiasi Kilat Terbaik Setan Merah

Ferguson ternyata sudah melakukan negosiasi kepada Lisbon terkait Ronaldo. Namun sebenarnya, pria Madeira ini bukanlah opsi utama. United saat itu masih kukuh untuk membeli Ronaldo lain yang bernama panjang Ronaldo Assis de Moreira atau yang akrab disapa Ronaldinho. Sementara itu Cristiano Ronaldo sebenarnya sudah bersiap untuk menjadi pemain anyar Arsenal. Beruntung garis takdir kemudian mengarahkan Ronaldo ke sisi merah Manchester. Ronaldinho tiba-tiba berpaling ke Barcelona. Peristiwa yang membuat Fergie merasa kecewa.

“Saya pikir kami bisa menyelesaikan transaksi untuk Ronaldinho, tapi ketika saya terbang ke Paris untuk berbicara dengannya tiba-tiba dia sudah berpindah ke klub lain. Beberapa hari kemudian, ia sudah terlihat bersama Barcelona,” ujar Fergie kepada Telegraph sembilan tahun lalu.

Beruntung, United sudah memiliki perjanjian pra kontrak dengan Sporting perihal Ronaldo. Ada andil pula dari sang agen, Jorge Mendes yang merasa belum puas dengan nilai yang ditawarkan the Gunners kepada Ronaldo. Manchester United akhirnya meresmikan kepindahan Ronaldo dengan nilai 12,24 juta paun dan menjadikan ia sebagai remaja termahal. Dua hari setelah laga di Lisbon, Ronaldo sudah tiba di Manchester.

Delapan hari setelah diresmikan sebagai pemain baru, Ronaldo langsung mendapat kesempatan debut saat United melawan Bolton Wanderers di Premier League. Debutnya berjalan dengan baik. Pergerakannya membuat bek The Trotters harus melanggarnya di kotak penalti. Penampilan 30 menit Cristiano Ronaldo bahkan membuat almarhum George Best terkesima.

“Tidak perlu diragukan lagi kalau pertandingan pertama Ronaldo berseragam United sebagai pemain pengganti di laga pembuka melawan Bolton adalah penampilan debut terbaik yang pernah saya lihat.”

Sumber: Guardian, Independent, Telegraph, BBC

Comments