OUR NETWORK

Mengenang Battle of Old Trafford

Pekan ketujuh Premier League musim 2019/20 mempertemukan Manchester United melawan Arsenal. Kedua kesebelasan ini merupakan raksasa yang saat ini sedang mencari kembali kejayaan mereka.

Pertandingan ini akan digelar di stadion Old Trafford. Tempat ini kerap menjadi saksi laga sengit dua kesebelasan ketika sama-sama menjadi pemburu gelar Premier League. Satu yang paling berkesan adalah ketika kedua kesebelasan bertemu pada musim 2003/20 04.

***

Kedatangan Arsene Wenger ke Arsenal pada 1996 secara tidak langsung meningkatkan level kompetitif kompetisi Premier League. Manchester United, terutama Sir Alex Ferguson, yang sebelumnya hanya bersaing bersama klub macam Norwich, Aston Villa, Blackburn Rovers, dan Newcastle United, kini kedapatan lawan baru dalam wujud Arsenal.

Semusim setelah kedatangannya, Pria Prancis ini langsung memutus dominasi Setan Merah di Premier League. Sejak saat itu, keduanya tidak pernah terpisahkan untuk selalu menjadi calon kuat peraih gelar juara liga setiap musimnya. Tak ayal, pertandingan pertandingan sengit selalu muncul saban kedua tim ini bertemu. Satu yang paling berkesan terjadi pada tanggal ini 16 tahun yang lalu.

Pertandingan bersejarah ini menjadi terkenal bukan karena skor akhir pertandingan, melainkan karena kerusuhan yang melibatkan beberapa pemain dari dua kesebelasan pada 10 menit akhir dan setelah pertandingan berakhir.

Juara bertahan, United, datang dengan koleksi 12 poin dari hasil empat kemenangan dan satu kali kalah, sedangkan Arsenal memiliki 13 poin dari hasil empat kemenangan dan satu kali seri. Duel ini menjadi lebih semarak karena Arsenal dan United berada pada posisi 1-2 saat itu.

Baik Ferguson dan Wenger sama-sama datang tanpa pilar utama mereka. United kehilangan Paul Scholes karena cedera, sedangkan Arsenal tidak bisa memainkan Sol Campbell yang sedang berduka karena kematian ayahnya. Meski begitu, United masih bisa mengganti Scholes dengan Phil Neville, sedangkan Arsenal juga bisa mengisi kekosongan Campbell dengan memainkan Kolo Toure.

Pertandingan ini sebenarnya berat sebelah dengan United yang lebih sering mengancam gawang Jens Lehmann. Pada menit ke-13, Giggs melepaskan tendangan bebas yang masih membentur tiang. Sundulan Ruud van Nistelrooy juga masih melebar. Arsenal sendiri baru mendapat peluang pada menit ke-75. Sepanjang 90 menit, Arsenal bahkan tidak bisa membuat satu tembakan tepat sasaran ke gawang Tim Howard.

Namun laga ini mulai berjalan menarik ketika pada menit ke-80, Ruud van Nistelrooy melompat ke punggung Patrick Vieira yang membuat pemain Prancis ini jatuh ke tanah. Vieira kemudian menggerakan kaki yang kemudian disusul respon Nistelrooy seperti seolah-olah terkena tendangan. Meski tendangan bebas tetap menjadi milik Arsenal, namun wasit Steve Bennett merasa kalau Vieira berniat melakukan tendangan sehingga ia akhirnya diberi kartu merah hanya tiga menit setelah kartu kuning pertamanya.

Merasa tidak terima, Vieira kemudian mencari Van Nistelrooy untuk meminta penjelasan, namun ia justru menabrak Ryan Giggs yang membuat kericuhan semakin memanas. Roy Keane coba menenangkan Vieira, sementara Nistelrooy berada dalam pengawasan asisten wasit karena mendapat provokasi dari Lehmann, Kolo Toure, dan Freddie Ljungberg.

Puncak keributan ini kemudian terjadi pada menit akhir. Ingin mencari gol pertama sekaligus gol kemenangan, Gary Neville melepaskan umpan silang kepada Diego Forlan. Martin Keown kemudian menjatuhkan pemain asal Uruguay tersebut yang membuat Bennett menunjuk titik penalti. Keputusan yang disambut gemuruh penjuru Old Trafford.

Namun sepakan penalti Van Nistelrooy justru membentur mistar meski Lehmann sudah salah membaca arah bola. United langsung panik setelah gagalnya penalti tersebut, sementara Nistelrooy mendapat provokasi lanjutan dari Keown. Keane yang mencoba memberikan bola kepada Nistelrooy gagal setelah dijatuhkan oleh Edu yang disusul tiupan peluit akhir dari Bennett.

Setelah peluit ditiup, Nistelrooy langsung mendapat hadiah berupa ayunan tangan Keown yang mengarah ke belakang kepalanya. Aksi ini disusul dengan provokasi tambahan serta pelecehan verbal dari Ray Parlour, Lauren, dan Kolo Toure. Nistelrooy kemudian diamankan oleh Keane, sementara Ryan Giggs, Cristiano Ronaldo, Gary Neville, Mikael Silvestre, Quinton Fortune, dan Rio Ferdinand juga terlibat insiden ini.

Perang Kata-Kata dan Hukuman Dari FA

Jalannya laga kemudian berlanjut di luar lapangan. Namun kali ini melibatkan dua manajer mereka, Ferguson dan Wenger. Keduanya saling sindir satu sama lain.

“Van Nistelrooy pemain hebat, tapi dia selalu diving. Dia anak yang baik tapi hal itu tidak terlihat di atas lapangan. Jika Vieira keluar maka Nistelrooy juga harus keluar,” tutur Wenger. Vieira kemudian berujar, “Saya memang mengangkat kaki, tapi ada jarak dua meter antara kaki saya dan tubuhnya. Jika wasit mau mengusir saya karena menendangnya, maka saya bisa menerima. Tapi wasit tidak menjelaskan apa pun kepada saya kecuali kartu merah.”

Namun Fergie kemudian membela para pemainnya dengan menyebut kalau pemain Arsenal memiliki sikap yang buruk ketimbang pemain United.

“Saya membela Ruud. Vieira bereaksi dengan sangat buruk sementara Ruud bukan pemain yang suka diving. Wasit tidak punya pilihan dan dia tidak ada alternatif. Dalam pertandingan dengan tensi setinggi ini, pemain saya ternyata mampu bersikap lebih baik,” tutur Fergie.

Tiga hari kemudian dakwaan dari FA mulai datang kepada kedua kesebelasan. Saking seriusnya kejadian ini, baik United maupun Arsenal memilih bungkam. Namun FA akhirnya membuat keputusan. Sembilan pemain yang terdiri dari enam pemain Arsenal dan tiga pemain United mendapat hukuman. Hukuman lebih banyak diberikan kepada Arsenal karena dianggap tidak bisa melindungi para pemainnya sendiri. Sanksi yang mereka peroleh bervariasi. Ada yang mendapat larangan bertanding, namun ada juga yang hanya mendapat denda. Kedua kesebelasan akhirnya mengaku bersalah atas insiden tersebut.

Mereka yang Terhukum Pada Battle of Old Trafford

Nama

Tuduhan

Hukuman

Martin Keown 1.   Menyerang Van Nistelrooy setelah laga

2.   Menyerang Van Nistelrooy setelah gagal menendang penalti

Skorsing 3 laga dan denda 20.000 pounds
Lauren 1.   Menendang Quinton Fortune

2.   Mendorong Van Nistelrooy Sehabis laga

3.   Mendorong Van Nistelrooy setelah Vieira keluar

4.   Menyerang Ryan Giggs

Skorsing 4 laga dan denda 40.000 pounds
Ray Parlour 1.   Menyerang Van Nistelrooy sehabis laga

2.   Menyerang Gary Neville dari belakang

Skorsing 1 laga dan denda 10.000 pounds
Ashley Cole Terlibat Konfrontasi dengan Cristiano Ronaldo Denda 10.000 pounds
Jens Lehmann 1.   Protes kepada Steve Bennett

2.   Berusaha menyerang Van Nistelrooy

Tidak ada hukuman
Patrick Vieira Tidak cepat keluar setelah dikartu merah dan berusaha menyerang Van Nistelrooy serta protes verbal kepada Neale Barry (wasit keempat) Skorsing 1 laga dan denda 20.000 pounds
Ryan Giggs Terlibat konflik dengan Lauren Denda 4.000 pounds
Cristiano Ronaldo Terlibat konflik dengan Martin Keown Denda 7.500 pounds
Phil Neville Terlibat konflik dengan Lauren Peringatan

 

***

Akan tetapi, kubu Arsenal menjadi pihak yang tersenyum paling akhir dari insiden ini. Hal ini tidak lepas karena mereka berhasil mencetak rekor dengan menjadi juara Premier League tanpa menderita kekalahan. Di sis lain, Manchester United menjalani musim yang rumit dengan hanya finis pada posisi ketiga dan tersingkir pada perdelapan final Liga Champions. Beruntung, mereka masih bisa mendapatkan gelar Piala FA setelah mengalahkan Millwall.

 

 

Comments

Loading...