OUR NETWORK

Manchester United dan Kisah Pemusatan Latihan di Timur Tengah

Selepas menjalani pertandingan Piala FA melawan Reading, mayoritas skuat Manchester United langsung berangkat ke Dubai untuk menjalani pemusatan latihan. Hanya Fred dan Marcos Rojo yang tidak ikut serta ke kota yang terletak di Uni Emirat Arab tersebut. Sama seperti musim lalu, United memilih kompleks olahraga Nad Al Sheba sebagai tempat untuk menyegarkan kaki sekaligus merasakan cuaca hangat.

Timur Tengah bukan tempat yang asing bagi kubu Setan Merah. Sejak masih ditangani Sir Alex Ferguson, United rutin menyisihkan waktu untuk sekadar berlatih sekaligus berlibur. Bahkan pada 2008, mereka sempat melakoni satu laga uji coba di tengah padatnya jadwal yang sudah menanti mereka ketika kembali ke Manchester.

Baca juga: Mengapa Manchester United Berlatih di Dubai?

Setan Merah pertama kali melakukan lawatan ke Jazirah Arab pada 2004. Dubai dipilih sebagai lokasi pertama untuk pemusatan latihan pada awal tahun. Sir Alex Ferguson saat itu terkesan dengan visi Dubai Sports City yang baru saja dibuka sehingga membuat ia tertarik membawa skuat untuk terbang ke sana.

Saat itu United tidak bisa menyertakan Ole Gunnar Solskjaer yang sedang mengalami cedera lutut. Suasana klub juga tidak terlalu baik. Sebelumnya mereka takluk dari tim papan bawah Wolverhampton Wanderers. Tidak hanya itu, Rio Ferdinand juga sedang bermasalah dengan kasus doping yang membuatnya absen delapan bulan. Jeda waktu delapan hari sebelum pertandingan Piala FA melawan Northampton, memberikan kesempatan skuat saat itu untuk mengisi ulang baterai.

Baca juga: Dubai yang Kurang Hangat untuk Manchester United

Selepas dari Dubai, United sukses mengalahkan Northampton dengan mudah. Mereka juga sukses mengalahkan Everton dan Southampton pada lanjutan Premier League. Akan tetapi, penampilan mereka tetap mengundang kritik karena di dua pertandingan tersebut, United mudah kebobolan. Hasil latihan di Dubai nampak tidak membuahkan hasil ketika sepanjang Februari, mereka hanya satu kali meraih kemenangan.

Empat tahun setelahnya (2008), United memilih Arab Saudi sebagai destinasi. Akan tetapi bukan untuk berlatih melainkan menerima undangan dari kerajaan Arab Saudi untuk bertanding dengan Al Hilal sebagai laga perpisahan legenda Arab Saudi, Sami Al Jaber. Keputusan ini sempat ditentang beberapa pendukung karena takut mengganggu fokus mereka di kompetisi lokal dan Eropa. Selain itu, United juga dituduh menerima undangan tersebut demi uang.

Meski begitu, sekembalinya dari Arab Saudi, United justru menggila. Mereka mengalahkan Portsmouth dan Tottenham Hotspur. Meski kalah dalam derby Manchester pada bulan Februari, namun United mengakhiri musim dengan raihan Premier League dan Liga Champions Eropa.

Dua tahun berselang, United kembali ingin keluar dari dinginnya cuaca Inggris menuju timur tengah yang memiliki suhu udara lebih ramah di awal tahun. Kali ini, mereka memilih Qatar sebagai tempat pemusatan latihan. Mereka butuh latihan yang sangat intensif karena sudah ditunggu oleh lima pertandingan yang harus dimainkan selama 15 hari.

Setelah menghabiskan waktu seminggu, Setan Merah hanya kehilangan satu laga saja dari lima pertandingan tersebut yaitu ketika kalah 1-2 dari Manchester City. Sisanya mereka tutup dengan kemenangan telak. Salah satunya adalah kemenangan 3-1 melawan Arsenal di stadion Emirates.

Meski memiliki jadwal kosong selama enam hari saja, namun Sir Alex Ferguson tetap ingin membawa para pemainnya kembali ke Qatar, tiga tahun berselang. Dengan persiapan yang pendek, Fergie menginginkan para pemainnya untuk fokus dan kembali meraih hasil yang positif karena sebelum berangkat, mereka baru saja ditahan imbang Tottenham 1-1.

Sekembalinya dari Qatar, United sukse mengalahkan Southampton, Everton, dan Fulham sebanyak dua kali. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat hadiah berupa selisih poin yang semakin menjauh dari pesaing terdekatnya, Manchester City.

Tidak mau kalah dengan pendahulunya, David Moyes juga mengadakan pelatihan singkat ke Timur Tengah. Kali ini, United memilih kembali ke Dubai setelah 10 tahun. Akan tetapi, pelatihan tersebut justru diwarnai oleh sandiwara yang dibuat salah satu pemainnya, Alexander Buttner.

Bek kiri United tersebut membuat marah para penggemar United ketika tersebar fotonya sedang santai di pantai sambil memegang gelas koktail. Para penggemar saat itu menganggap Buttner tidak serius dan para pemain nampak tidak sadar kalau mereka saat itu sedang terpuruk di Premier League.

Para penggemar tentu semakin marah ketika hasil latihan di Dubai tidak berpengaruh terhadap performa mereka di lapangan. United tidak memenangi satupun laga sama sekali pada bulan Februari. Alex Buttner kemudian dijual pada musim panas oleh Louis van Gaal.

Kisah yang kurang menyenangkan menimpa United saat kembali ke lokasi yang sama empat tahun kemudian. Kali ini giliran Jose Mourinho yang melakukannya. Maksud hati ingin merasakan cuaca hangat, tim justru disambut dengan cuaca ekstrem berupa hujan deras yang membuat temperatur menjadi dingin.

Comments