in

Hikayat Manchester United di Piala Super Eropa

Sepanjang sejarahnya, Manchester United sudah tiga kali bertarung di Piala Super Eropa. Akan tetapi, dari tiga pertandingan tersebut, Si Setan Merah hanya satu kali menjadi juara. Lantas di tahun berapa sajakah Manchester United bermain di turnamen yang pertama kali digelar pada 1972 tersebut? Berikut kami tampilkan untuk Anda.

Manchester United 1-0 Crvena Zvesda (1991)

Setelah mengalahkan Barcelona di final Piala Winners, Setan Merah bersiap untuk menghadapi juara bertahan Liga Champions saat itu, Crvena Zvesda (Red Star Belgrade). Wakil Serbia tersebut ketika itu memiliki beberapa pemain hebat Eropa macam Dejan Savicevic serta pemilik tendangan bebas maut Sinisa Mihajlovic. Laga yang sejatinya berlangsung dua leg hanya berjalan satu kali saja dikarenakan kondisi Yugoslavia yang sedang tidak kondusif.

Bermain di Old Trafford, United sebenarnya nyaris unggul cepat di menit kedua apabila pinalti Steve Bruce tidak ditahan kiper Zvonko Milojevic. Selepas penalti tersebut, skuat asuhan Sir Alex Ferguson lebih banyak diserang. Beberapa kali duet Bruce-Pallister dilewati dengan mudah oleh duet Savicevic dan Darko Pancev. Beruntung penyelesaian akhir mereka sangatlah buruk.

Meski diserang terus, United justru yang membuka gol ketika di menit ke-67, Brian McClair menceploskan bola rebound hasil tendangan Neil Webb yang membentur tiang. Gol ini menjadi satu-satunya yang terjadi di Old Trafford. United pun keluar sebagai juara dan meraih trofi Piala Super Eropa pertamanya.

Manchester United 0-1 Lazio (1999)

Delapan tahun setelahnya, Setan Merah yang memenangi treble berhadapan dengan jagoan Serie A, SS Lazio. Dalam pertandingan dengan format baru di mana hanya digelar satu kali dan dimainkan di Stade Louis II, Biancoceleste justru mampu menaklukan United dengan skor 1-0.

Memainkan trio Cole, Sheringham, dan Solskjaer, di lini depan, ketiganya tidak sanggup membongkar kuatnya pertahanan Si Elang yang dijaga duo Alessandro Nesta dan Sinisa Mihajlovic. Mereka justru kebobolan pada menit ke-35 melalui Marcelo Salas. Striker Chile yang masuk pada menit ke-23 menggantikan Simone Inzaghi tersebut mencetak gol dengan memanfaatkan asis dari Roberto Mancini. Sempat diblok oleh Raymond van Der Gouw, bola justru masuk ke dalam gawang.

Pasca kebobolan, Setan Merah terus menyerang lini belakang Lazio. Salah satunya ketika tendangan Andy Cole masih bisa diblok oleh Luca Marchegiani. Satu hal yang menarik adalah meski di bangku cadangan United masih ada nama-nama macam Ryan Giggs serta Dwight Yorke, Fergie justru memasukkan Jonathan Greening dan Jordi Cruyff sebagai pemain pengganti. Keduanya tidak memberikan kontribusi apapun dan sampai wasit Ryszard Wojcik meniup peluitnya, skor akhir 1-0 untuk keunggulan Lazio membuat wakil Italia tersebut meraih gelar Piala Super Eropa pertamanya.

Manchester United 1-2 Zenit St Petersburg (2008)

Sama seperti tahun 1999, United sebenarnya dijagokan untuk menang pada pertandingan melawan juara piala UEFA asal Rusia, Zenit St. Petersburg. Akan tetapi yang terjadi di Stade Louis II justru berjalan anti klimaks.

Bermain tanpa Cristiano Ronaldo karena cedera pasca Piala Eropa 2008, Setan Merah menduetkan Tevez dan Wayne Rooney di lini depan. Sementara Zenit justru menyimpan andalan mereka Andrei Arshavin di bangku cadangan. Di babak pertama justru Zenit mendominasi permainan. Mereka mampu memanfaatkan celah di sisi kiri pertahanan United yang kerap ditinggalkan Patrice Evra. Selain itu mereka juga kesulitan melawan agresifnya Danny di lini tengah.

Zenit mencetak gol pertama melalui tandukan Pavel Pogrebnyak di menit ke-44. Tersentak dengan gol tersebut, United menguasai penuh babak kedua. Keasyikan menyerang, Zenit justru menambah gol ketika Danny mengacak-acak lini belakang United sendirian. United sendiri hanya bisa memperkecil kedudukan melalui Nemanja Vidic di menit ke-73.

Di menit-menit terakhir, Paul Scholes sebenarnya mencetak gol dengan memanfaatkan umpan Wes Brown. Akan tetapi alih-alih menyundul bola, Scholes justru mencetak gol dengan melakukan smash layaknya pemain Voli. Gol tidak dapat diraih melainkan kartu merah justru diberikan wasit Claus Bo Larsen kepada Scholes. Skor bertahan 2-1 dan Fergie untuk kedua kalinya gagal meraih Piala Super Eropa.

***

Jika melihat rekam jejak Setan Merah di Piala Super Eropa terlihat United selalu gagal menjadi juara apabila berstatus sebagai juara Liga Champions. Sementara satu-satunya gelar yang diraih adalah ketika United berstatus sebagai kampiun kompetisi tingkat kedua Eropa. Menarik untuk menanti apakah United bisa mengalahkan sang juara Liga Champions untuk merebut trofi super cup keduanya mengingat mereka datang sebagai juara kompetisi tingkat kedua Eropa.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola