OUR NETWORK

Hattrick Sial ala Manchester United Musim 2015/2016

Musim 2015/2016 bukan musim yang bagus bagi Manchester United. Meski mengakhiri musim dengan trofi Piala FA, namun secara keseluruhan penampilan mereka tidak begitu konsisten. Bahkan musim tersebut, United membuat jumlah gol paling sedikit sejak 1989/1990 yaitu hanya 49 gol saja. Bahkan mereka pernah tidak bisa mencetak gol pada babak pertama dalam 12 pertandingan.

Tidak hanya menjalani performa buruk, Manchester United juga mengalami nasib sial. Terutama pada pekan terakhir kompetisi. Tidak tanggung-tanggung, United bisa apes sampai tiga kali dalam jarak waktu yang berdekatan.

Ancaman Bom yang Merusak Pertandingan

Yang pertama terjadi pada pekan terakhir Premier League. Manchester United saat itu bersiap untuk menjamu Bournemouth pada pertandingan terakhirnya. Akan tetapi, hingga mendekati waktu sepak mula, tidak ada tanda-tanda kalau kedua kesebelasan akan bertanding.

Tiba-tiba muncul sebuah pengumuman yang menyebut kalau ditemukan sebuah benda mencurigakan di sekitar toilet pada sisi barat daya stadion. Sontak hal ini memaksa para suporter yang sudah memenuhi tribun harus dievakuasi. Tribun stadion pun harus berada dalam kondisi kosong. Begitu juga para pemain yang harus tetap berada di ruang ganti.

Beberapa saat kemudian, kepolisian kota Manchester memberikan konfirmasi kalau ditemukan sebuah rangkaian yang diduga bom. Bom tersebut terangkai dalam beberapa pipa yang terhubung ke telepon genggam.

Setelah diselidiki, barang yang diduga bom tersebut hanya sebuah alat latihan yang mirip dengan sebuah bom. Kepolisian menyatakan kalau benda tersebut tidak sengaja tertinggal usai satuan pengamanan melakukan latihan di sana tiga hari sebelumnya.

Meski barang tersebut ternyata bukan sebuah bom, namun pihak Premier League tetap memutuskan untuk menunda pertandingan. Laga ini sendiri baru akan digelar pada Selasa (17/5) malam.

Gagal ke Liga Champions

Selain Piala FA, ada satu target lain yang ingin direalisaikan anak asuh Louis van Gaal yaitu masuk ke zona Liga Champions. Saat itu City ada di posisi empat dengan 65 poin, selisih dua angka saja dari Manchester United. Agar target tersebut bisa diwujudkan, maka United harus menang dengan harapan City kalah dari Swansea. Pertandingan ini sendiri digelar berbarengan untuk menghindari adanya main mata.

Namun karena laga United melawan Bournemouth harus ditunda, maka nasib Setan Merah akan seperti apa sudah bisa dipastikan karena mereka sudah tahu hasil yang akan diterima oleh Manchester City. United akhirnya dipastikan gagal bermain di Liga Champions karena City bermain imbang 1-1 di Liberty Stadium.

Sebenarnya, United masih punya kesempatan untuk merangsek ke posisi empat. Namun hal itu baru bisa terjadi apabila United menang 19-0. Minimnya produktivitas gol membuat mereka kembali absen dari Liga Champions. Seandainya pertandingan United melawan Bournemouth tidak ditunda karena bom, maka sudah dipastikan laga akan berlangsung sengit.

Gagal Jadi Kiper Terbaik Karena Smalling

Kesialan yang terakhir terjadi ketika pertandingan melawan Bournemouth. Jika Manchester United meraih kemenangan dengan clean sheet, maka David De Gea akan bersanding dengan Petr Cech (Arsenal) sebagai penjaga gawang terbaik dan berhak mengangkat trofi Golden glove. Saat itu, keduanya dipisahkan satu clean sheet saja. De Gea memiliki 15 sedangkan Cech dengan 16 kali nirbobol.

Harapan itu sepertinya terwujud. Hingga menit ke-90, United unggul 3-0 melalui kaki Wayne Rooney, Marcus Rashford, dan Ashley Young. Akan tetapi, hasrat De Gea untuk meraih trofi golden glove pupus oleh rekannya sendiri.

Ketika injury time sudah memasuki menit ketiga, kemelut terjadi di gawang United. Dalam situasi yang tidak terkontrol, Chris Smalling justru membuat gol bunuh diri. Gol ini memastikan Petr Cech menjadi pemenang tunggal kiper terbaik musim itu. Kekecewaan langsung terlihat pada wajah De Gea ketika gawangnya dibobol oleh rekan setimnya tersebut.

“Satu hal yang membuat saya kesal adalah gol terakhir. Gol itu membuat David gagal memenangkan Sarung Tangan Emas,” kata Van Gaal.

Comments