OUR NETWORK

140 Tahun Manchester United (2): Tim Yoyo yang Numpang di Rumah Tetangga

Dalam adat Jawa terdapat sebuah tradisi mengganti nama apabila anak mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Tradisi ini kerap manjur karena tidak sedikit anak yang berhasil sembuh dari penyakitnya setelah mengganti nama.

Hal serupa juga menjalar ke Manchester United. Pasca mengganti nama dan mengubah warna kostum dari kuning-hijau menjadi merah, prestasi mereka mulai meningkat tiap tahunnya. Keberadaan John Henry Davies membawa pengaruh besar bagi United saat itu. Mereka menjadi kesebelasan yang dengan rataan penonton tertinggi yang saat itu mencapai 10 ribu orang per laga.

Faktor lain yang berpengaruh dalam meningkatnya permainan United adalah kehadiran sosok Ernest Magnall. Di tangan Magnall posisi United setiap musimnya meningkat meski masih gagal untuk promosi ke divisi satu. Barulah di musim 1905/1906, mereka kembali beranjak naik ke divisi satu setelah finis di posisi kedua. Dua musim kemudian, United akhirnya meraih gelar liga pertama mereka sepanjang sejarah. 52 angka yang mereka raih saat itu tidak bisa dikejar oleh Aston Villa.

Salah satu kesuksesan Manchester United saat itu adalah kombinasi pemain bintang dengan pemain asli Manchester bersinergi dengan baik. Bintang-bintang macam Harry Moger, Tommy Arkesden, dan Charlie Roberts bermain dengan apik bersama talenta lokal macam Dick Duckworth.

Selain itu, Davies juga merupakan salah satu negosiator ulung. Ia bisa membajak pemain yang sebelumnya terkenal bersama klub lain. Pada 1906, ia berhasil membajak empat pemain bintang Manchester City untuk berganti seragam menjadi warna merah. Keempat pemain yang membelot saat itu adalah Billy Meredith, Sandy Turnbull, Herbert Burgess dan Jimmy Bannister.

Baca juga: Transfer-Transfer Unik dalam Sejarah Manchester United

Keempat pemain ini tak ayal menjadi tulang punggung kesuksesan United meraih lima gelar di bawah arahan Magnall. Meredith adalah salah satu superstar yang saat itu penampilannya paling ditunggu penggemar Setan Merah. Kumisnya yang tebal, ditambah penampilan yang bermain sambil menggigit tusuk gigi menjadi pusat perhatian dari para pendukung United.

Meningkatnya prestasi United membuat Davies ingin membangun sebuah stadion baru yang letaknya jauh dari pusat industry. Old Trafford kemudian dibangun pada 1908 di sebuah lahan kosong yang terletak di bagian timur Manchester. Dua tahun berselang, stadion tersebut resmi berdiri dengan laga melawan Liverpool menjadi pertandingan pertama. Akan tetapi, dibangunnya Old Trafford tidak sejalan dengan prestasi yang diraih United. Mereka keluar dari perburuan gelar juara bahkan kembali terdegradasi pada musim 1921/1922.

Salah satu faktor penurunan performa United adalah kehilangan pilar-pilar mereka akibat Perang Dunia I. Saat itu, tidak sedikit pemain-pemain United yang menjadi anggota kemiliteran Britania Raya sehingga banyak dari mereka yang tidak bisa kembali bermain karena cedera parah atau bahkan meninggal dunia.

Salah satunya adalah Sandy Turnbull. Pemain yang mencetak 100 gol bersama United ini tewas saat pertempuran di Prancis. Jasadnya sendiri dikabarkan sulit diidentifikasi saat itu. Kehilangannya saat itu merembet ke prestasi United yang menyebabkan mereka menjadi tim yoyo alias sering naik turun divisi.

United kembali meraih tiket promosi ke divisi satu pada 1937/1938. Saat itu skuad United diisi oleh para pemain macam Johnny Carey, Stanley Pearson, dan Jack Rowley yang saat itu disebut sebagai The Great United sebelum perang dunia kedua meletus.

Namun, petualangan mereka kembali di divisi teratas juga tidak menghasilkan prestasi apapun. United finis di posisi ke 14 liga musim 1938/1939. Di Piala FA pun mereka langsung tersingkir oleh West Brom pada babak ketiga. Inilah satu-satunya prestasi yang diraih United pasca kembali promosi sebelum kompetisi dihentikan karena Perang Dunia II.

Tidak adanya kompetisi bukan berarti United tidak disibukkan dengan hal-hal berbau sepakbola. Mereka dikejutkan dengan Old Trafford yang hancur karena serangan bom pada 22 Desember 1940. Tiga bulan berselang, dua bom kembali menyerang teater impian yang membuat mereka harus merenovasi stadion secara besar-besaran. Hal ini pun mau tidak mau membuat United menumpang sementara di rumah tetangga mereka Manchester City, Maine Road.

Comments