OUR NETWORK

Kisah Rokok dan Manchester United

Dalam sepakbola, rokok merupakan sesuatu yang dianggap tabu. Bahkan di dunia olahraga sekalipun. Rokok dianggap bertolak belakang dengan khitah olahraga sesungguhnya yaitu menjaga kebugaran. Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dianggap berbahaya dan bisa merusak kondisi tubuh siapapun termasuk olahragawan.

Akan tetapi, bukan rahasia kalau banyak atlet-atlet di dunia olahraga ketahuan merokok. Termasuk di sepakbola. Beberapa kali sering muncul berita kalau pemain dari klub ini ketahuan merokok entah itu dilakukan sesekali sebagai sebuah selingan atau bahkan sudah menjadi kegiatan sehari-hari mereka.

Zinedine Zidane, Mesut Ozil, Socrates, Johan Cruyff, Jack Wilshere, dan Ashley Cole adalah beberapa nama pemain sepakbola yang pernah tertangkap kamera sedang merokok. Masih banyak lagi pemain hingga manajer yang juga punya hobi menghisap tembakau ini.

Karier Wojciech Szczesny di Arsenal bahkan berakhir gara-gara rokok. Ketika itu, kiper yang sekarang memperkuat Juventus ini merokok di ruang ganti yang membuat Arsene Wenger marah. Meski tidak sedikit yang merasa kalau karier kiper Polandia ini berakhir karena performanya yang memang menurun, namun tidak sedikit yang beranggapan kalau insiden rokok tersebut menjadi pemicunya.

Manchester United juga pernah memiliki masalah dengan para pemainnya yang merokok. Fabien Barthez adalah salah satunya. Kiper plontos ini memang dikenal doyan sekali merokok. Sir Alex Ferguson bahkan tahu akan hal itu. Tapi ia mungkin tidak menyangka kalau Barthez akan merokok secara terang-terangan. Pada 2003, ia absen karena cedera saat melawan Souhthampton. Kesempatan tersebut justru ia gunakan untuk merokok di sebuah kawasan bebas merokok. Bahkan, Gordon Strachan yang kala itu merupakan manajer Soton kaget karena ruangan tersebu penuh sekali dengan sisa roko Barthez.

“Saya tahu kalau Fabien Barthez merokok. Saya bahkan sudah tahu sebelum ia bergabung bersama kami. Mungkin dia tidak tahu, tapi dia salah. Dia pemain United ketiga yang kecanduan rokok setelah Jesper Olsen dan Les Sealey,” kata Ferguson hampir dua dekade lalu.

Top skor sepanjang sejarah klub, Wayne Rooney, juga pernah merokok. Yang paling terkenal adalah ketika kamera The Sun menangkap momen ketika Wazza berendam di kolam renang sambil asyik menghisap rokok. Dimitar Berbatov juga pernah ketahuan merokok. Yang menarik, Berba kadang pura-pura untuk merokok agar ia terlihat keren.

Tidak seperti manajer lain yang biasanya anti rokok, Ferguson justru lebih luwes memandang barang satu ini. Baginya jauh lebih baik rokok ketimbang pemain bola mengonsumsi alkohol. Meski keduanya sama-sama berbahaya, tapi Fergie masih punya toleransi terhadap kebiasaan merokok ketimbang minum.

“Di Inggris, merokok adalah hal yang langka pada pemain sepakbola. Tapi secara keseluruhan saya jauh lebih suka yang merokok ketimbang alkohol. Alkohol itu masalah di sepakbola dan dalam jangka pendek jauh lebih berbahaya bagi seorang atlet karena melemahkan tubuh dan membuatnya lebih rentan cedera,” katanya.

Pada skuad saat ini, David de Gea mungkin menjadi pemain United yang aktif merokok. Namun, ia memilih Vape ketimbang rokok biasa. Hal itu terungkap pada tahun 2015 lalu. Ia bahkan masuk dalam sebuah komunitas pecinta Vape.

Ferguson mungkin lebih luwes, tapi tidak dengan Jose Mourinho. The Special One dulu kecewa kepada atlet yang ketahuan merokok karena dianggap tidak layak menjadi panutan bagi anak-anak. Maka ketika kabar Marouane Fellaini ketahuan menghisap rokok saat sedang santai di pantai bersama teman dan juga kembarannya, Mansour, si pemain terancam akan didepak. Beruntung, amarah Mourinho tampak tidak muncul karena Fellaini justru menjadi pemain kunci selama dua setengah musim melatih.

Biasanya, mereka yang suka merokok ini baru akan melakukan aktivitasnya di luar jam latihan atau ketika sedang tidak ada pertandingan. Fellaini, De Gea, Rooney, dan Barthez tidak pernah melakukannya terang-terangan di depan muka pelatih atau rekan setim.

Namun, hal ini berbeda dengan Bobby Charlton. Ia justru merokok di tengah-tengah pertandingan. Lebih tepatnya pada jeda babak pertama final Piala Dunia 1966 ketika Inggris menghadapi Jerman Barat. Bobby, Jack Charlton, abangnya, dan Jimmy Greaves adalah tiga pemain yang saat itu asyik merokok saat timnya masih bermain imbang 1-1.

Tiga pemain ini memang dikenal sebagai pecandu rokok. Bahkan beredar sebuah foto ketika Jack asyik merokok selepas latihan bersama Leeds United. Begitu juga dengan sang adik. Bobby baru benar-benar menyerah dan berhenti merokok ketika putrinya terus menyembunyikan rokoknya.

“Saya berhenti ketika putri saya terus menyembunyikan rokok saya. Pada Rabu pagi, saya bangun dan berjanji kalau saya berhenti merokok dan itu sudah lebih dari 30 tahun yang lalu. Dulu, saya tidak pernah ketinggalan rokok. Sekarang, saya lebih menikmati makanan saya. Tetapi, saya paham betapa sulitnya orang-orang yang berusaha berhenti merokok,” kata Bobby.

Legenda besar United ini tampak identik dengan rokok. Saat ia mengakhiri kariernya sebagai pemain Manchester United pada 1973, Brian Mears, chairman Chelsea yang menjadi lawan United kala itu memberikan satu buah kotak cerutu kepada Bobby sebagai sebuah penghormatan sekaligus kenang-kenangan.

Comments

Loading...