in

Tentang Kontrak yang Ditolak Jose Mourinho

Tahun 2016 ditutup Jose Mourinho dengan keputusan yang tepat. Ada dua kontrak yang disodorkan kepadanya, dan satu kontrak yang sifatnya masih rencana. Dua kontrak sudah pasti ia setujui, satu lainnya ia tolak mentah-mentah.

Kontrak yang pertama adalah soal perpanjangan masa tinggalnya di Hotel Lowry, Manchester. Keputusan perpanjangan kontrak ini sekaligus menegaskan kalau Mou lebih memilih tinggal di hotel yang dekat dengan tempat latihan United, ketimbang mengontrak rumah. Keputusan ini pula diambil karena keluarga Mourinho yang tinggal di London untuk urusan pekerjaan dan pendidikan.

Baca Juga: Jose Mourinho yang Kesepian

Kontrak yang kedua adalah soal perpanjangan masa pekerjaannya di Manchester United. Pihak manajemen memang tidak pernah menyodorkan kontrak baru buat Mou. Tapi, manajer berkebangsaan Portugal itu mengatakan kalau dia tidak akan berpikir dua kali jika manajemen United mau memperpanjang kontraknya.

“Tidak kok. Dan aku tidak pernah berharap manajemen United untuk memperpanjang kontrak, karena mereka sudah memberiku kontrak berdurasi tiga tahun,” jelas Mourinho. “Mereka amat-super dalam mendukungku dan selalu memberiku perasaan bahwa aku tidak akan tinggal di sini cuma tiga tahun. Aku selalu punya perasaan bahwa aku akan tinggal di Manchester untuk waktu yang lebih lama.”

Mou merasa kalau manajemen United tahu bahwa dirinya mencintai klub dan pekerjaannya sebagai manajer Manchester United. Mou juga percaya kalau suatu saat nanti manajemen akan memberinya kontrak baru yang membuat Mou tak akan pernah berpikir panjang untuk menandatanganinya.

“Aku akan menandatanganinya. Aku bahkan tak membutuhkan saran dari penasihatku. Aku akan menandatanganinya karena aku mencintai pekerjaan dan klub ini,” jelas Mou.

Menolak China

Hal ini sekaligus menegaskan kalau Mou menolak kontrak yang konon disodorkan kepadanya dari Liga Tiongkok. Mou tak ingin pindah ke sana meskipun uang yang ditawarkan amatlah menggiurkan. Namun, Mou merasa kalau sepakbola Tiongkok bukanlah sepakbola di level tertinggi seperti yang ia harapkan.

“Terlalu muda. Usia 53 tahun terlalu muda. Terlalu banyak waktu mengurusi sepakbola untuk pergi ke tempat seperti China. Aku ingin bertahan di tempat tersulit untuk menang, dan aku sedang berada di tempat yang tepat,” kata Mou.

Sebelumnya, sejumlah pesepakbola top Eropa mulai hijrah ke China. Salah satunya adalah anak asuh Mou semasa di Chelsea, Oscar. Pemain berkebangsaan Brasil itu menjadi pemain dengan gaji termahal di dunia, melampaui Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dengan bergabung bersama Shanghai SIPG.

Tantangan yang didapatkan Mou dari Liga Inggris memang tidak pernah sesulit seperti musim ini. Di musim pertamanya bersama Chelsea, Mou sudah bisa langsung memberikan gelar. Di musim terakhir bersama Chelsea, Mou memang terseok-seok, tapi itu adalah hal lain. Akumulasi dari berbagai kesalahan menjadi alasan mengapa musim terakhirnya di Stamford Bridge menjadi begitu buruk.

Musim ini, kondisinya berbeda. United memang berada di peringkat keenam. Namun, hal tersebut tak lepas dari bagusnya penampilan para pesaing United di lima peringkat teratas. Padahal, United sudah menang di tujuh pertandingan beruntun.

Kepercayaan terhadap Mou pun meningkat. Lagi-lagi, ini menjadikannya sebagai musim tersulit buat Mou di mana hanya kemenangan yang membuat kans United untuk juara masih bisa terbuka. Hasil seri, apalagi kalah, akan membuat United keluar dari persaingan. Belum lagi, United masih berlaga di empat kompetisi pada musim ini yang membuat konsentrasi dan stamina Paul Pogba dan kolega menjadi terbagi.

Bursa Transfer Musim Dingin

Sejumlah perbaikan mulai terlihat di akhir tahun 2016. Skuat United bukan cuma mendominasi tapi juga mulai tajam. Mou mendapatkan waktu untuk menambal beberapa posisi yang dianggap riskan. Dana transfer berjumlah besar pun disiapkan untuk menyongsong bursa transfer musim dingin. Namun, Mou menegaskan kalau ia mungkin hanya akan mendatangkan satu orang di bursa transfer musim dingin.

“Di Portugal, halaman depan koran bilang kalau semua pemain potensial di Portugal mungkin akan datang ke Manchester United. Ini normal. Beberapa musim lalu, semua pemain Portugal juga pergi ke Chelsea, Real Madrid, ini normal karena ada koneksi.”

“Tapi aku tetap mengatakan hal yang sama bahwa aku menyukai skuat yang aku miliki saat ini. Aku lebih percaya pada bursa transfer musim panas. Lebih banyak waktu, lebih banyak pilihan, aku pikir itu lebih baik. Tapi kita lihat saja nantinya apa yang akan terjadi,” jelas Mou.

Soal pemain yang mungkin pergi, Mou secara implisit mengatakan kalau dirinya tidak pernah meminta seseorang untuk pergi. “Kalau kami membuka pintu buat seseorang untuk pergi, itu bukan karena kami yang memaksanya, itu karena dia memang benar ingin pergi,” tutur peraih treble bersama Inter Milan tersebut. “Tapi buatku, aku lebih senang untuk mempertahankan para pemain.”

Mou mencontohkan bahwa ia merasa tak enak karena tak memberikan banyak menit bermain untuk Ashley Young dan Memphis Depay. Padahal, keduanya punya bakat, tetapi masih belum mampu membuktikan kepadanya.

“Aku jadi tak enak karena aku tak pernah benar-benar memberikan kesempatan buat semua orang. Ada beberapa posisi yang sudah ditempati,” kata Mou. “Jujur saja, pemain seperti Ashley Young dan Memphis Depay, aku tak menurunkan mereka di banyak pertandingan untuk pembuktian. Aku jadi tak enak.”

Selain itu, Mou juga memuji penampilah duet bek tengah Marcos Rojo dan Phil Jones yang kerap dianggap tak bermain bagus oleh media. “Aku amat senang dengan keduanya. Marcos, dia adalah pemain yang dianggap tidak punya kualitas untuk menjadi pemain United. Phil dianggap sebagai tukang serbu, pemain yang gampang cedera. Kini, aku sangat senang atas penampilan mereka,” tutup Mou.

 

 

Facebook Comments
Loading...