OUR NETWORK

Solskjaer, Fergie, dan Pemain Muda di Astana

Keputusan membawa pemain akademi dengan jumlah yang cukup besar seperti yang dilakukan Solskjaer jelang melawan Astana memang patut diapresiasi. Pasalnya, Sir Alex Ferguson saja tidak pernah melakukannya.

***

Ole Gunnar Solskjaer membuat keputusan yang cukup logis serta berani jelang menghadapi Astana pada matchday 5 Liga Europa. 14 dari 18 penggawa yang dibawa ke Kazakhstan berusia dibawah 20 tahun dengan 10 diantaranya baru pertama kali berangkat bersama tim utama. Jika dirata-rata, maka usia pemain yang dibawa United pada laga ini hanya 20,3 tahun.

Yang menarik, hanya empat pemain yang berusia lebih dari 20 tahun yaitu Lee Grant (36 tahun), Jesse Lingard (26 tahun), Luke Shaw (24 tahun), dan Axel Tuanzebe yang berusia 22 tahun. Hal ini menandakan betapa United masih memandang prinsip mereka untuk tetap mengandalkan pemain muda pada setiap pertandingan. Bagi para pemain, laga tersebut bisa menjadi pengalaman yang luar biasa mengingat mereka akan menjalani pengalaman yang berkesan untuk bermain pada ajang kelas dua Eropa.

Seperti yang diungkapkan pada tulisan preview, United bukannya tanpa alasan untuk memilih membawa pemain muda ke kandang Astana. Mereka sudah dipastikan lolos sehingga fokus untuk tim utama diarahkan ke ajang Premier League, tempat di mana mereka masih terseok-seok sejauh ini.

“Membawa mayoritas pemain muda ini adalah keputusan logis mengingat kami sudah lolos. Para pemain kami seperti Axel (Tuanzebe), Luke (Shaw), dan Jesse (Lingard) butuh menit main tambahan. Kemudian ini menjadi peluang bagus bagi Lee Grant bermain sebagai starter untuk pertama kalinya bersama kami. Ini adalah kesempatan bagus untuk melihat banyak pemain muda kami bermain,” tuturnya.

Pada konferensi pers sebelum pertandingan, Solskjaer sudah mengungkapkan kalau ia tidak mengharapkan timnya bisa mendominasi pertandingan. Namun ia tetap berharap pemainnya ini bisa merepotkan lawan, syukur-syukur timnya bisa meraih kemenangan dalam laga besok.

“Saya tidak memiliki ekspektasi jika para pemain muda kami bisa tampil mendominasi, namun mereka tetap perlu bersaing dan menantang lawan mereka dalam laga nanti. Jika kami tampil dengan kekuatan penuh, kami mungkin akan mengantongi kemenangan dengan lebih mudah. Saya kira memainkan pemain muda adalah keputusan yang tepat,” tuturnya.

Sir Alex Saja Belum Pernah

Pemain muda memang menjadi tonggak dalam sejarah Manchester United. Busby babes muncul pada zaman Busby. Disusul kemudian ada Fergie Fledglings. Mereka semua ditempa untuk menjadi pemain kelas dunia ketika usia mereka bertambah matang.

Namun membuat keputusan seperti yang dilakukan Solskjaer jelang melawan Astana dengan membawa mayoritas adalah pemain U-20 jelas merupakan keputusan yang luar biasa. Tim redaksi Setan Merah mengacak-ngacak arsip yang kami miliki dan menemukan fakta kalau Sir Alex Ferguson saja belum pernah melakukan sesuatu yang ekstrem layaknya the baby faced assassin.

Pemenang 13 gelar Premier League tersebut bahkan masih membutuhkan pemain-pemain senior dengan jumlah yang lebih besar dari para pemain akademi yang dibawa dalam sebuah pertandingan, meski sifat pertandingan tersebut sudah tidak menentukan lagi bagi United. Kalaupun ia membawa pemain muda atau bahkan pemain akademi, Fergie terkadang masih membawa sosok pemimpin macam Steve Bruce, Eric Cantona, atau Gary Neville dalam skuadnya.

Laga melawan Wolfsburg pada match terakhir Liga Champions 2009/2010 saat itu tidak menentukan lagi bagi kelolosan United ke babak 16 besar. Kondisi skuad saat itu juga tidak terlalu baik karena tim terkena badai cedera. Namun Ferguson saat itu hanya membawa Oliver Gill, Cameron Stewart, Magnus Eikrem, dan Matty James. Sisanya mereka tetap membawa pemain berpengalaman layaknya Darren Fletcher, Michael Carrick, Nani, dan Patrice Evra. Bahkan empat pemain muda tersebut hanya duduk di bangku cadangan selama 90 menit.

Saat melawan Maccabi Haifa pada 2002, Ferguson hanya membawa tujuh pemain debutan dari 18 pemain yang dibawah yaitu Lee Roche, Mark Lynch, Danny Pugh, Daniel Nardiello, dan Mads Timm. Fergie bahkan masih membawa Gary Neville, Paul Scholes, dan Ole Gunnar Solskjaer dalam timnya. Namun dari tujuh nama tersebut, hanya Nardiello dan Timm saja yang dimainkan.

Kala melawan Southend pada Piala Liga 2006/2007, Ferguson membawa lima youngsters saja yaitu Kieran Lee, David Jones, Ryan Shawcross, Tom Heaton, dan Danny Rose (bukan yang Tottenham).

Satu yang mungkin mendekati adalah ketika United melawan Coventry City pada babak tiga Piala Liga 2007/2008. Saat itu, 10 dari 15 nama yang dibawa bertanding adalah pemain-pemain akademi yang minim pengalaman seperti Phil Bardsley, Jonny Evans, Gerard Pique, Danny Simpson, Lee Martin, Frazier Campbell, Chris Eagles, Dong Fangzhuo, Tom Heaton, dan Richard Eckersley. Akan tetapi, Bardsley, Eagles, Dong, dan Heaton semuanya saat itu sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Mereka semua jelas ingin menjadikan pertandingan ini sebagai langkah awal untuk menuju gerbang tim utama. Bukan tidak mungkin, dari 14 nama ini ada lima sampai tujuh pemain yang kemudian bisa menjadi penggawa tim utama di kemudian hari.

Comments

Loading...