OUR NETWORK

Sekat Antara Rencana Transfer Jangka Pendek United dan Visi Solskjaer

Manchester United, dilansir dari MEN Sports, sedang terbuka untuk melakukan perekrutan pemain dengan visi jangka pendek di bursa transfer Januari ini. Namun, tampaknya rencana seperti ini bertentangan dengan visi Ole Gunnar Solskjaer. Bagaimana tidak, ia menegaskan bahwa ia lebih membutuhkan rencana yang memiliki tujuan jangka panjang.

“Jangka panjang tidak akan selalu menjadi hal buruk jika Anda melakukannya dengan benar. Semua ini saya lakukan untuk memperbaiki visi jangka pendek. Saya tidak akan menempatkan diri saya ke dalam situasi di mana saya telah melakukan sesuatu yang membuat saya menyesal dalam waktu 18 bulan. Saya harus melakukan uji tuntas jika ingin merekrut pemain. Termasuk karakter pemain dan kualitas pemain yang pas untuk skuat utama,” tandas Solskjaer dikutip dari MEN Sports.

Padahal kalau dipikir-pikir, Solskjaer perlu melihat kalau United sebetulnya pantas melakukan transfer jangka pendek. Apalagi dengan keadaan timnya itu sekarang, opsi sementara tampaknya perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan mereka hingga akhir musim nanti. Tapi tampaknya untuk saat ini, rencana jangka pendek masih memiliki sekat yang lumayan tebal dengan visi Solskjaer.

Solskjaer yang terlalu visioner

Seperti yang diketahui, Manchester United saat ini sedang dihadapkan dengan serangkaian badai cedera. Mereka ditinggal pemain-pemainnya seperti Harry Maguire yang absen karena cedera pinggul, Paul Pogba yang absen setelah operasi pergelangan kaki, dan Scott McTominay yang absen karena memiliki masalah pada lutut kanannya.

Namun meskipun begitu, Ole Gunnar Solskjaer tidak akan mencari solusi untuk masalahnya secara cepat pada bursa transfer Januari ini. Ya, bos Manchester United tersebut akan menolak semua opsi pembelian pemain di bursa transfer tengah musim ini. MenurutĀ Sky Sports, hal ini dilakukan Solskjaer karena bertujuan untuk melindungi semua rencana jangka panjangnya.

“Saya tidak bertujuan melindungi diri saya sendiri. Saya di sini bertujuan untuk melakukan yang terbaik untuk klub. Saya bertujuan untuk mempertahankan apa yang saya pikir benar (rencana jangka panjang). Saya tidak akan pernah menempatkan diri saya di depan klub. Tidak ada ‘saya’ di Manchester dan tidak ada ‘saya’ di tim ini. Saya tidak akan pernah bisa melakukan itu. Itu bukan saya. Saya bekerja untuk United,” tutur Solskjaer dikutip dari Sky Sports.

“Tentu saja saya dan tim punya waktu untuk melakukan diskusi terbuka. Saya tidak akan mengatakan kepada Anda apa yang saya katakan kepada mereka. Kami sedang membangun sesuatu. Saya hampir bosan berbicara tentang apa yang saya jalankan sebagai visi jangka panjang. Tapi itu tidak akan berubah dari Agustus sampai sekarang . Saya memiliki percakapan itu sepanjang waktu.”

Meskipun memang, di satu sisi, banyak juga media dan pundit sepakbola yang meragukan bahwa Setan Merah akan merekrut satu pemain pun di bulan ini. Karena sebelumnya, menurut MEN Sports, United telah menyelesaikan daftar target jangka panjang mereka untuk musim panas nanti. Mereka setidaknya akan merekrut empat pemain baru.

Trek rekor rencana transfer jangka pendek Manchester United

Tapi sekali lagi, transfer jangka pendek juga tidak bisa dianggap sebagai rencana yang biasa-biasa saja.

Berkaca pada trek rekor sebelumnya, United sebetulnya lumayan aktif di jendela transfer Januari. Seperti misalnya, mereka mengontrak Louis Saha pada 2004, Patrice Evra dan Nemanja Vidic pada 2006, Juan Mata dengan biaya 37,1 juta paun pada 2014, dan kesepakatan pertukaran (yang gagal) untuk Alexis Sanchez dua tahun lalu. Bahkan di musim terakhir Solskjaer sebagai pemain United, Sir Alex Ferguson pernah merekrut Henrik Larsson pada Januari di musim 2006/2007. Padahal saat itu ia berusia 35 tahun, dan hanya dikontrak dengan status pinjaman selama tiga bulan.

Pemain sekelas Andy Cole pun tiba dari Newcastle dengan biaya 7 juta paun pada Januari 1995. Bahkan menurut catatan, Ferguson sendiri pernah berusaha untuk mencoba merekrut pemain sakral West Ham United Paolo Di Canio yang saat itu berusia 33 tahun pada Januari 2002. Jadi rasanya, Solskjaer mungkin perlu menimbang semua catatan tersebut sebagai bahan pertimbangan terhadap visi jangka panjangnya saat ini.

Pasalnya, Manchester United sekarang sedang berada dalam kondisi kurang baik dengan serangkaian cedera pemain dan inkonsistensi permainan mereka. Maka perbaikan secara cepat tampaknya perlu untuk dilakukan. Dan perlu ditekankan, perbaikan ini pun bukan berarti akan merusak sebuah rencana jangka panjang. Semua ini hanya diperuntukan agar Setan Merah bisa berjuang stabil atau setidaknya tidak terpuruk hingga akhir musim nanti.

Comments

Loading...