OUR NETWORK

Ryan Tunnicliffe dan Kisah 100 Ribu Pounds

Ada banyak cara untuk bisa menghasilkan uang. Dari cara yang benar hingga cara yang salah. Cara yang benar sudah pasti dengan bekerja. Sedangkan cara yang salah biasanya dengan menghalalkan segala cara agar uang tersebut bisa didapat dengan cepat. Salah satunya adalah dengan berjudi. Ayah Ryan Tunnicliffe adalah salah satu orang yang ‘sukses’ mendapatkan banyak uang dari dunia tersebut.

Ceritanya diawali pada tahun 2001. Ketika itu, Mick Tunnicliffe, sang ayah, menempatkan uangnya sebesar 100 paun atau kira-kira sebesar 1,7 juta di tempat judi terkenal, William Hill. Ia bertaruh kalau anaknya akan bermain untuk tim utama Manchester United dengan peluang 100-1. Artinya, Mike akan mendapatkan 10 ribu pounds jika taruhannya berhasil.

Saat bertaruh, Ryan ketika itu masih berusia sembilan tahun dan baru saja terdaftar sebagai siswa akademi Manchester United setelah sebelumnya memperkuat tim lokal Roach Dynamos. Bisa diartikan kalau Mick langsung mempertaruhkan uangnya saat status Ryan saat itu masih anak baru.

Proses Ryan bersama tim akademi United berjalan baik hingga saat usianya menginjak 17 tahun, ia mendapatkan kontrak profesional dari pihak klub. Ryan kemudian menjadi pemain kunci tim United U-18 saat mereka menjadi juara FA Youth Cup pada tahun 2011. Performa apiknya tersebut juga menghasilkan gelar Jimmy Murphy Young Player of the Year pada tahun yang sama.

Penantian Mike selama 11 tahun akhirnya membuahkan hasil. Pada pertandingan babak ketiga Piala Liga 2012/2013, Ryan dimainkan oleh Sir Alex Ferguson pada menit ke-77 dalam laga Setan Merah melawan Newcastle United. Ketika itu, Ryan masuk menggantikan Marnick Vermijl. Meski tidak main sejak menit awal, namun tetap saja Ryan sah mendapatkan caps pertamanya bersama tim utama Setan Merah. Alhasil, Mick memenangkan taruhannya tersebut dan membuatnya berhak mendapatkan uang 10 ribu paun atau sekitar 180 juta rupiah.

Selain taruhan ini, Mick sebenarnya menaruhkan 100 pounds lagi di tempat judi yang sama untuk bertaruh kalau Ryan akan memperkuat timnas senior Inggris suatu saat nanti. Peluang Mick untuk menang dalam taruhan ini sebesar 350 banding satu. Jika menang, maka dia akan membawa pulang uang 35 ribu pounds atau sekitar 650 juta rupiah.

Meski begitu, taruhan ini masih berlangsung karena hingga saat ini Ryan belum memperkuat timnas utama Inggris. Karier internasionalnya hanya sebatas memperkuat timnas Inggris U-16 dan U-17. Bahkan bisa saja Mick tidak mendapatkan 35 ribu pounds karena anaknya kini berkutat bersama klub-klub kecil yang membuatnya luput dari pengamatan pelatih tim nasional.

Penampilan melawan Newcastle United menjadi satu dari dua caps yang ia dapat bersama Setan Merah. Setelah itu, ia kesulitan untuk menembus tim utama hingga ia harus berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan menit main sebagai pemain pinjaman. Berturut-turut Barnsley, dan Ipswich Town bergantian memakai jasa Ryan setelah sebelumnya ia juga pernah bermain sebagai pinjaman di Peterborough.

Pada akhir Januari 2014, Ryan akhirnya dijual oleh United ke Fulham bersama Larnell Cole yang juga adalah jebolan akademi United. Keduanya bereuni dengan Rene Meulensteen yang saat itu menjabat sebagai manajer. Sayangnya, karier Ryan di London hanya berlangsung 25 hari. Pergantian manajer dari Rene ke Felix Magath membuatnya tidak mendapatkan banyak kesempatan sehingga harus dipinjamkan ke Wigan hingga akhir musim 2013/2014.

Setelah sempat dipinjamkan lagi ke Blackburn Rovers dan menjalani peminjaman kedua bersama Wigan, Ryan dijual Fulham ke Millwall pada pertengahan tahun 2017. Dua musim di sana, ia kembali hijrah dan memperkuat Luton Town.

Pada Rabu dini hari nanti, Ryan berpeluang untuk bermain melawan Manchester United ketika keduanya bertemu pada babak 32 besar Piala Liga. Jika ia diturunkan Nathan Jones, maka ini menjadi kali kedua ia akan bertemu dengan United setelah sebelumnya ia pernah melawan Setan Merah ketika masih membela Fulham.

Comments

Loading...