OUR NETWORK

Perkembangan Pesat Mason Greenwood

Lupakan sejenak soal Bruno Fernandes yang terus menunjukkan penampilan apik bersama Manchester United. Kini, mereka juga mendapatkan satu lagi bintang baru yang siap menjadi andalan lini depan Setan Merah untuk jangka waktu yang lama. Dia adalah Mason Greenwood.

Laga melawan Bournemouth pekan lalu menjadi aksi pertunjukkan hebat seorang Mason Greenwood. Menghabiskan 75 menit di atas lapangan, dia menutupnya dengan mencetak dua gol. Dalam dua laga terakhir, pemain berusia 18 tahun ini sudah mencetak tiga gol dan satu asis. Pelan-pelan dia mulai membuktikan kualitasnya kalau dia sudah layak menjadi starter bersama seniornya yang lain.

“Dia adalah pencetak gol yang fantastis. Saat-saat dia mencetak gol adalah momen penting bagi kami. Selain itu, Anda juga tahu kalau dia punya kemampuan kaki kiri yang bagus untuk menusuk ke dalam. Tapi, saya merasa kalau pemain belakang harus waspada dengan kaki kanannya juga karena dia bisa mencetak gol sama baiknya dengan kedua kakinya,” ujar Ole Gunnar Solskjaer.

Pertandingan melawan Bournemouth kemarin menunjukkan betapa Mason bisa memberikan sesuatu yang lebih ketimbang Daniel James. Saat James hanya menggunakan kecepatan lari sebagai andalan, maka Mason memiliki kemampuan melakukan cut inside untuk mencari ruang tembak yang luas. Proses gol melawan Brighton pada laga sebelumnya menunjukkan kelebihan si pemain.

Kemampuannya ini kemudian didukung dengan dua kaki yang sama baiknya. Gol pertama melawan Bournemouth dicetak melalui kaki kiri. Lalu gol kedua ia buat dengan kaki kanan. Tidak salah kalau dia sering disamakan dengan Robin van Persie karena ia kini menunjukkan kualitasnya yang sama sebagai penyerang yang bisa mencetak gol dengan baik.

Betapa berbahayanya Mason bisa dilihat dari video yang diunggah oleh BT Sport. Video itu merekam suara-suara yang keluar dari mulut pemain. Dalam proses gol keempat United, kiper Bournemouth, Aaron Ramsdale, meminta para pemain di depannya untuk melakukan dua hal yaitu tidak membuat pelanggaran dan jangan membiarkan Mason Greenwood mendapat ruang tembak. Sayangnya, hal ini tidak dilakukan dengan baik yang membuat Ramsdale memaki pemain belakangnya.

“Bisa Anda lihat hari ini, dia mencetak gol yang orang lain mungkin tidak bisa melakukannya. Eksistensinya menjadi bonus besar di dalam tim kami,” kata Rashford.

Sebuah transformasi yang luar biasa dari seorang Mason Greenwood. Kita masih ingat ketika dia baru pertama kali hadir di tim utama. Fisiknya begitu ringkih dan kesulitan mengimbangi pemain lawan yang posturnya lebih proporsional ketimbang dirinya. Alasan ini yang membuat Ole saat itu belum mau memberikan kesempatan penuh kepada Mason di Premier League. Namun, Mason sadar akan kekurangannya tersebut. Ia berbenah dengan berlatih terutama saat kompetisi ditunda akibat pandemi corona.

“Tadinya, orang menganggap Mason masih sangat muda. Kini, dia bisa menggunakan kekuatannya lebih baik. Dia juga cukup konsisten dalam tiga sampai empat pekan terakhir kami berlatih,” kata Ole.

“Sekarang, kualitasnya di depan gawang tidak perlu diragukan lagi dan dia sudah memiliki otot untuk menekan para pemain belakang lawan,” lanjut Ole.

Ketika kembali dari lockdown, Mason memang mengejutkan semua orang. Badannya semakin berisi dengan bobotnya naik tiga kilogram. Beberapa otot di bagian trisep, bisep, dan paha depan Mason jauh lebih baik dibanding saat dia pertama kali muncul bersama tim utama. Mentalitas seperti inilah yang jelas disukai oleh Ole dan para penggemarnya. Hasilnya, kini Mason tampaknya akan menjadi langganan starter pada sisa pertandingan musim ini.

Berkat dua golnya tersebut, Mason kini sudah membuat delapan gol di Premier League. Jumlah yang cukup baik untuk pemain U-20. Hanya butuh satu gol lagi untuk membuat namanya sejajar dengan Wayne Rooney dan Michael Owen yang bisa mencetak sembilan gol Premier League saat usianya 18 tahun.

Namun yang paling mengagumkan adalah catatannya di semua kompetisi. Dia kini sudah mencetak 15 gol dan menjadi runner-up top skor tim bersama Anthony Martial dan Marcus Rashford. Butuh dua gol saja untuk menyamai catatan musim pertama Rooney yang mencetak 17 gol pada 2004/2005.

Melihat jumlah laga yang masih banyak untuk dimainkan, terutama laga Europa League, maka tidak tertutup kemungkinan Mason bisa melebihi pencapaian Rooney. Bahkan, peluang untuk membuat 20 gol juga masih terbuka. Namun, apapun yang terjadi, aksi Mason Greenwood sudah tampil cukup baik pada musim ini. Tinggal United harus menjaga psikologis si pemain agar tidak besar kepala mengingat masa depannya di dunia sepakbola masih sangat panjang.

“Kami masih harus menjaganya,” kata Ole Gunnar Solskjaer. “Dia bagus sekarang, tetapi dia masih muda dan masih perlu belajar.” Sebuah pernyataan yang bagus agar Mason tetap membumi. Jangan sampai ia seperti Michael Owen. Melesat pada usia muda, namun hancur karena cedera parah yang menggerogoti penampilannya.

Comments

Loading...