OUR NETWORK

Mereka yang Gagal: Louis van Gaal

“Your job now is to stand by your new manager.” Begitu kata Sir Alex Ferguson setelah menjalankan pertandingan terakhirnya di Old Trafford. Pidato yang disambut gemuruh semangat oleh para suporter United. Gemuruh yang menandakan kalau kita semua sebagai pendukung siap berada di belakang manajer United pada situasi apa pun.

Namun, sembilan tahun berlalu ucapan tersebut tampak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Kita hanya bisa manggut-manggut ketika mendengar kutipan tersebut tapi jari kita tetap terus mengetik #Out tanpa sadar.

Musim 2022/23 menjadi kali kelima kita diminta untuk stand by kepada manajer yang baru. Apakah kali ini suporter dan manajemen bisa melakukannya? Jawabannya ada pada hasil akhir yang akan dijalani oleh Erik ten Hag. Ia harus bisa membawa United tampil bagus karena ia dikejar oleh waktu.

Hanya dengan kemenangan dan gelar juara saja ia bisa membawa suporter United dan manajemen berada dalam satu suara yang sama. Jika tidak, maka akan ada segelintir orang yang akan membencinya dan mulai menyerangnya seperti yang menimpa empat manajer permanen sebelumnya.

Jonathan Northcroft dari The Times berkisah mengenai apa saja gejolak yang dihadapi manajer United sejak Fergie pensiun.

Louis van Gaal

Kurang dari sebulan setelah memecat Moyes, United mengumumkan kalau Louis van Gaal akan menjadi manajer baru mereka berikutnya. Tapi beberapa saat setelah United memecat Moyes, bursa judi menjagokan Jurgen Klopp sebagai penggantinya. Woodward sudah terbang ke Jerman untuk bertemu dengan Klopp dan saat itu Woodward berkata Theatre of Dreams adalah versi dewasa dari Disneyland, seperti dikutip dari biografi Klopp karangan Raphael Honigstein.

Reaksi Klopp ketika mendengar itu adalah bingung. Dan temannya pun berkata kalau tawaran United tidak seksi. Woodward membantah ucapan tentang “Disneyland” itu tapi ia benar-benar kecewa ketika Klopp memilih Liverpool beberapa tahun kemudian.

Seperti Moyes, Van Gaal baru bekerja pada bulan Juli karena ia melatih Belanda pada Piala Dunia 2014. Woodward yakin dengan pengalaman segudang Van Gaal, pilihannya kali ini tidak akan salah.

Ada empat kriteria yang akan dibangun Van Gaal yaitu bermain sepakbola menyerang. Memiliki pemain dengan faktor X yang berasal dari akademi, renda hati di luar lapangan, dan arogan di dalam lapangan.

Van Gaal percaya kalau United akan cocok untuknya. Cara pertama yang dia lakukan  adalah membangun klub secara sistematis dan menanamkan identitas baru. Wajar saja mengingat tim ini harus dibangun lagi dari nol dan itu sudah ada dalam bayangan dia dan Frans Hoek, salah satu asistennya.

“Pekerjaan di sini akan menjadi pekerjaan sulit, jadi yang dibutuhkan adalah awal baru yang jelas. United memang menjadi juara pada 2013 tapi bukan karena tim ini berada di level teratas melainkan semuanya berjalan ke arah yang tepat. Semua karena Van Persie yang menyulap segalanya menjadi emas,” katanya.

“Pemahaman kami adalah tim ini memang tim juara tapi Anda harus mulai dari nol lagi. Dan orang yang tepat untuk melakukannya adalah Louis jika melihat apa yang ia lakukan bersama Alkmaar, Barcelona, dan Bayern Munchen.”

Sayangnya, pendekatan Van Gaal langsung berbenturan dengan budaya yang sudah ditanam Ferguson kepada pemain ini. Van Gaal akan mengadakan sesi evaluasi setelah pertandingan dengan mengirimkan email yang menguraikan beberapa area untuk ditingkatkan oleh beberapa pemain. Akan tetapi, banyak pemain mengabaikan ini. Sang manajer bahkan sampai memakai software untuk melihat siapa saja pemain yang menanggapi emailnya. Inilah salah satu awal perlawanan keras dari para pemain yang kembali dirasakan Rangnick musim ini.

Upaya Van Gaal menginstruksikan pemainnya tentang detail juga tidak berjalan mulus. Van Persie tidak senang karena disuruh melakukan tendangan jarak dekat yang sama. Di sisi lain, cara Rooney mengambil penalti juga dikritik. Yang menarik, Rooney pernah menyebut kalau Van Gaal adalah manajer terbaik yang pernah melatihnya.

“Louis adalah orang yang membuat segalanya jelas dan tentu saja akan ada hal baru bagi para pemain. Anda harus terbiasa dengan perubahan ini karena Anda adalah pemain profesional. Jika Anda sukses menjalankannya, maka segalanya akan jadi lebih mudah,” kata Hoek.

Pada akhirnya, masalah-masalah ini berimbas kepada hasil di lapangan. Hanya tiga kemenangan dari sepuluh laga awal. Lebih buruk dari Moyes. Meski begitu, performanya meningkat dan United kembali masuk Liga Champions.

Harapan tumbuh pada musim kedua ketika ia merekrut enam pemain baru termasuk dua darah muda Memphis Depay dan Anthony Martial. Lima kemenangan ia raih dari tujuh laga dan sempat membuat United naik ke puncak. Namun, sepakbola Van Gaal semakin lama semakin kaku dan membuat United finis kelima dengan catatan gol terendah sejak 1990.

Sekali lagi, itu semua tidak membuat Woodward puas. Di tempat yang jauh dari sana, Jose Mourinho sedang menganggur dan tertarik dengan Manchester United. Woodward kemudian membaca delapan buku tentang Mourinho dan melihat banyak testimoni bagus pemain sepakbola tentang dirinya. Bagi Woodward, tidak peduli apakah empat kriteria yang disebutkan di awal bisa diwujudkan apa tidak oleh Mourinho karena yang penting Mourinho adalah seorang pemenang.

Atas dasar itulah, Woodward akhirnya memilih memecat Van Gaal beberapa saat setelah ia menjuarai Piala FA. Sebuah akhir yang tragis.

Hoek percaya kalau saja Van Gaal bertahan, United akan menjadi lebih baik dan Depay akan berkembang karena musim pertamanya masih dalam tahap adaptasi. Namun, sekali lagi kita diberi fakta betapa kurang sabarnya manajemen United dalam memahami proses untuk membangun kesuksesan.

“Klopp butuh empat tahun dan Pep dengan ajaib butuh dua tahun untuk jadi juara. Kuncinya apa? Yaitu dukungan dari atas (manajemen). Orang-orang yang paham visi klub ini dan itu yang sebenarnya kami butuhkan dari United,” kata Hoek.

Comments

Loading...