OUR NETWORK

Mengenang Carlton Cole yang Pernah Menjadi Rebutan Manchester United dan Liverpool

Malang benar nasib Carlton Cole. Di saat rekan-rekannya sesama alumni Premier League macam Michael Essien, Momo Sissoko, Didier Zokora, dan Petr Odemwingie, bersinar di kompetisi Liga Indonesia, ia justru seperti pemain yang kurang dianggap oleh klubnya, Persib Bandung. Cole hanya bisa pasrah terkait masa depannya di klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Puncak rasa frustrasi Cole terjadi pasca laga Persib menjamu Persija Jakarta. Dalam duel klasik yang berakhir 1-1 tersebut, Persib dalam akun twitternya melansir bahwa manajer Umuh Muhtar mengeluhkan ketiadaan sosok striker murni. Cole yang mengetahui cuitan tersebut pun merespon dengan emoticon seseorang yang tertawa sambil mengeluarkan air mata. Berita tersebut seolah-olah menjadi penegas bahwa Cole mulai dilupakan oleh Persib.

Sejauh ini, Carlton Cole baru mengoleksi 181 menit dari 16 laga yang sudah dijalani juara Liga Indonesia 2014 ini. Bahkan, dalam lima laga terakhir Persib, ia tidak dibawa oleh pelatih Djajang Nurjaman. Terakhir kali ia tampil adalah ketika Persib dikalahkan oleh Barito Putera 0-1. Ketika itu, ia masuk pada menit ke-14 menggantikan Sergio van Dijk yang kembali cedera.

“Saya pikir sudah selesai sekarang, kalian tahu disini situasinya sulit, mereka (Persib) tidak memberikan saya kesempatan. Saya tidak akan fit selama saya tidak bermain di pertandingan. Berlatih dan bertanding merupakan dua hal yang berbeda,” ujar Cole dikutip dari Bobotoh.id.

Bermula dari Inggris

Sekarang ini, mungkin saja Cole sedang duduk di sebuah kafe di wilayah kota Bandung, menikmati secangkir kopi sambil mengenang masa lalu. Masa-masa di mana dia bermain baik di kompetisi yang berkategori terbesar di Eropa. Kompetisi yang membuat dia diperebutkan kesebelasan-kesebelasan besar di Premier League Inggris.

Memulai dari akademi Chelsea, pemain yang sekarang berusia 33 tahun tersebut tidak bisa mendongkel lini depan The Blues yang kala itu masih dikuasai Jimmy Floyd Hasselbaink, Adrian Mutu, Eidur Gudjohnsen, hingga Didier Drogba. Hal ini yang membuat Cole harus rela dipinjamkan ke kesebelasan lain.

Carlton Cole menjelma menjadi striker yang berbahaya ketika ia hijrah ke West Ham United pada musim panas 2006. Namun, di musim pertama, ia hanya turun di 17 laga saja di Premier League dan hanya mencetak dua gol. Musim selanjutnya ia hanya mencetak empat gol meski dari segi penampilan ia mengalami peningkatan dengan 37 penampilan bersama The Hammers.

Musim panas 2008/2009 menjadi musim terbaik Cole selama di West Ham. Mencetak 10 gol di liga sekaligus membawa West Ham finis di posisi kesembilan menjadi catatan terbaiknya selama di kota London. Catatan ini kemudian yang membuat ia menjadi rebutan klub-klub besar Inggris.

Dilansir Daily Mail, delapan tahun silam, Manchester United bahkan sudah melakukan penawaran untuk merekrut Cole sebesar 20 juta paun. Setan Merah ketika itu butuh tambahan pemain di lini depan sebagai pengganti Carlos Tevez dan Cristiano Ronaldo yang hijrah. Meski kerap terkena cedera, namun Fergie saat itu merasa bahwa Cole adalah sosok yang tepat untuk bermain bersama Wayne Rooney.

United kemudian mendapat pesaing untuk mendapatkan Cole. Liverpool kemudian ikut-ikutan tertarik terhadap pemain bertubuh 191 sentimeter tersebut. Manajer mereka saat itu, Rafael Benitez, tidak puas dengan performa lini depan The Reds yang terus-terusan mengandalkan Fernando Torres. Selain itu, pelapis dari El Nino seperti David Ngog dan Andrei Voronin, juga tampil di bawah standar.

Akan tetapi akhir dari dua ketertarikan tersebut berakhir dengan penolakan dari pihak West Ham. Pihak West Ham ketika itu tidak akan menjual siapapun dan membantah bahwa ketika itu mereka mengalami krisis keuangan.

Carlton Cole sendiri kemudian bertahan di Boleyn Ground hingga 2015 dengan catatan 68 gol dari 293 penampilan. Sejauh ini ialah satu-satunya pemain era 2000-an yang masuk dalam daftar 20 besar pencetak gol terbanyak sepanjang masa West Ham sebelum karirnya mulai menurun ketika bermain di Celtic dan Sacramento Republic.

Tiba-tiba Cole mulai tersadar, kopinya sudah habis. Ia kemudian bangkit dari duduknya, membayar tagihan kopi, lalu mengendarai mobilnya menuju tempat latihan Persib sembari berharap ia diberi kesempatan sekali lagi ketika Persib menghadapi Perseru Serui sebelum namanya benar-benar dicoret dari skuat Persib Bandung.

Sumber: Bobotoh.id, Goal.com. Daily Mail

Comments