OUR NETWORK

Masalah yang Dihadapi Solskjaer di Jeda Waktu Musim Dingin

Setelah melawan Wolves dua pekan lalu, Manchester United tidak akan bermain lagi sampai 17 Februari nanti saat mereka mengunjungi Chelsea di Stamford Bridge. Dengan posisi The Blues yang sekarang duduk di atas United –yaitu posisi keempat– membuat hal ini menjadi target utama Solskjaer dalam berjibaku mendapat tempat di Liga Champions musim depan.

Namun meski begitu, ternyata ada lebih banyak masalah yang harus lebih dulu diperhatikan Solskjaer daripada sekadar mengikis selisih enam poin yang dimiliki tim Frank Lampard.

Penyerang cedera dan tumpulnya lini depan

Beberapa bulan yang lalu, banyak yang menilai jika jendela transfer Januari akan menjadi kunci sukses United dalam mengakhiri musim ini. Maka Solskjaer akhirnya membeli dua pemain baru untuk timnya. Pemain pertama adalah gelandang Portugal Bruno Fernandes yang diplot sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Sedangkan pemain kedua adalah Odion Ighalo, seorang penyerang yang diplot sebagai bagian dari transfer jangka pendek.

Menjadi menarik ketika Solskjaer memilih Ighalo untuk menjadi pemain pengganti sementara Marcus Rashford yang saat ini cedera. Padahal sebelumnya ia sangat dekat dengan Erling Braut Haaland. Tapi sayangnya, pemain bertubuh jangkung itu malah bergabung dengan Borussia Dortmund, dan membuat kesan PHP kepada para suporter Setan Merah.

Sementara itu, penyakit Anthony Martial juga mulai “kambuh” di awal paruh musim ini. Padahal ia telah kembali diberi peran pemain nomor sembilan, akan tetapi itu ternyata tidak cukup untuk membuatnya menjadi lebih sering mengancam gawang lawan. Selain gol Piala FA melawan tim League One Tranmere dan satu gol sundulan melawan Norwich, sampai saat ini Martial belum mencetak gol lagi. Secara total, ia absen membuahkan gol dalam tujuh pertandingan pada 2020.

Dengan Rashford yang cedera, dan Romelu yang Lukaku dijual, Martial sekarang menjadi senjata utama bagi lini serang United. Namun, sejauh ini perannya itu sama sekali tidak bisa dikatakan baik. Maka, mau tidak mau Solskjaer harus segera merubah anak asuhnya itu dengan cepat jika United memang sedang menargetkan posisi empat besar di akhir musim ini.

Merealisasikan harapan dengan dua pemain baru

Pembelian Odion Ighalo setidaknya adalah bagian dari opsi yang akan melapisi kekuatan lini depan United. Hal yang sama juga berlaku untuk Fernandes, yang dua pekan lalu membuahkan tiga dari lima tembakan on target ketika melawan Wolves. Menyikapi hal ini, Solskjaer berharap bahwa kedua pemain barunya itu akan menjadi peningkat skema serangan United tanpa mengubah pola permainan tim.

“Saya mengatakan kepada mereka untuk ‘menjadi diri sendiri, dan jangan mengubah karakter pribadi. Saya juga mengatakan, terutama untuk Bruno, ‘cobalah untuk menguasai bola, dan wujudkanlah sesuatu (gol)’. Di babak pertama (melawan Wolves), kami tidak pernah memiliki cukup gerakan di lini depan. Maka ini masalah yang masih kami perbaiki,” tutur Solskjaer.

Ya semoga saja Ole bisa menaruh harapannya, dan sekaligus merealisasikan harapannya kepada dua pemain barunya itu.

Odion Ighalo dan virus Corona

Odion Ighalo bergabung dengan Setan Merah pada bulan Januari ini dengan status pinjaman dari Shanghai Greenland Shenhua sampai akhir musim nanti. Dengan statusnya ini, terutama karena faktor transfer dari tim asal Cina, ada kekhawatiran bahwa ia kemungkinan terjangkit dengan virus corona.

Maka untuk meredam kekhawatiran, dikutip dari BBC Sport, pemain berusia 30 tahun itu tidak akan melakukan perjalanan ke Spanyol untuk turut ikut latihan bersama United. Hal ini diberlakukan sebagai tindakan pencegahan jika peraturan perbatasan diperketat pada mereka-mereka yang telah melakukan perjalanan ke Cina dalam 14 hari terakhir.

“Odion akan tetap di Manchester, karena dia tiba dari China dalam 14 hari terakhir. Karena situasi di China sedang krisis, kami tidak yakin apakah dia akan diizinkan kembali ke Inggris jika dia meninggalkan negara itu lagi. Jadi dia tinggal di sini, bekerja dengan pelatih pribadi dan program individu. Keluarganya juga dapat menetap di Inggris juga,” ujar Solskjaer.

Apa saja yang harus dilakukan United saat libur dua minggu?

Setelah beberapa hari libur, para pemain United akan menuju kamp pelatihan singkat sebelum melakoni pertandingan melawan Chelsea. Kamp ini juga termasuk persiapan untuk kembalinya mereka ke kompetisi Eropa dan juga Piala FA. Secara teori, musim ini merupakan musim yang masih menjanjikan. Terutama untuk mendapatkan trofi. Selain itu, posisi Liga Champions musim depan juga masih bisa diraih.

Namun meskipun begitu, keseimbangan di dalam merealisasikan semua target tersebut harus berjalan dengan halus. Pasalnya, United kini masih berada di bawah Sheffield United (yang berada di peringkat ke-6) di klasemen sementara Premier Legaue. Selain itu mereka juga terpaut 14 poin dari Leicester (di peringkat ke-3) dan 6 poin dari Chelsea (peringkat ke-4).

Maka motivasi-motivasi terbaik di dalam tim harus segera dibangun. Sejauh ini Manchester United masih menjadi satu-satunya tim yang berhasil mengambil poin dari Liverpool musim ini. Mereka juga telah mengalahkan Manchester City dua kali di Etihad. Tapi ini semua akan menjadi sia-sia saja jika Setan Merah tak segera ambil hal positifnya.

Perlu diingat juga, semua tanggung jawab nantinya akan bertumpu pada Ole Gunnar Solskjaer. Jadi logika mudahnya, jika segala hasil yang telah dipersiapkan sedemikian rupa (termasuk latihan tambahan di waktu libur) tidak maksimal, maka hal ini bisa menjadi alasan untuk mengatakan; “memang ada yang salah dengan pola manajemen Solskjaer.”

Comments

Loading...