OUR NETWORK

Manchester United, Premier League, dan Virus Corona

Wabah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di dunia semakin meluas. Menurut data dari Pharmaceutical-technology, hingga tulisan ini dibuat ada 77 negara yang dikonfirmasi positif tersebar virus Corona. Menurut laporan dari CNN hingga pukul 7 pagi tadi, korban meninggal di seluruh dunia akibat virus ini mencapai 3.254 orang.

Masih menurut sumber yang sama, ada 95.124 orang di seluruh dunia yang terkena infeksi virus tersebut. Di Indonesia sendiri ada dua orang yang dikabarkan terkena virus Corona dan kondisinya saat ini berangsur-angsur membaik. Tercatat ada 51.171 orang yang dinyatakan sembuh dari Corona dengan Vietnam, Kamboja, Nepal, dan Srilanka menjadi negara yang angka kesembuhannya mencapai 100 persen.

Betapa cepatnya penyebaran virus Corona mengganggu beberapa hal yang terjadi di dunia. Penjualan tiket bioskop di Cina turun 27 triliun rupiah, sedangkan industri film global diperkirakan rugi 71,2 triliun rupiah. Selain itu, beberapa barang kebutuhan pokok naik secara gila-gilaan. Salah satunya masker yang harganya bisa naik berpuluh-puluh kali lipat.

Virus Corona juga mengganggu beberapa gelaran olahraga internasional. Kelas Moto GP yang pekan ini rencananya akan memulai seri baru di Losail, Qatar, akhirnya dibatalkan. Begitu juga dengan ajang bulutangkis German Open. Penyelenggara Olimpiade Tokyo juga masih mempertimbangkan apakah mereka akan tetap menggelar pesta olahraga empat tahunan ini atau tidak.

Sepakbola pun juga tidak luput dari gangguan. Dua laga semifinal Coppa Italia antara Juventus vs AC Milan dan Napoli vs Inter Milan resmi ditunda. 10 laga Serie A sejauh ini juga sudah dibatalkan. Yang terbaru, otoritas Serie A mengumukan kalau Liga Italia tetap digelar namun tanpa penonton hingga 3 April mendatang. Italia adalah negara Eropa dengan kasus Corona tertinggi yaitu 3.090 kasus dengan 107 orang meninggal dunia.

Hal serupa juga dilakukan di Thailand. Kompetisi yang sebelumnya diminta untuk terus berlanjut dengan tanpa penonton akhirnya ditunda sampai 17 April 2020 mendatang. Penundaan ini muncul atas desakan klub-klub yang merasa alangkah baiknya liga ditunda ketimbang dipaksakan tanpa penonton. Di Indonesia sendiri, laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya juga mengalami penundaan.

Virus Corona di Inggris

Berbeda dari negara-negara lain, Inggris menjadi satu dari sedikit negara yang masih aman menggelar pertandingan sepakbola. Hingga laga 16 besar Piala FA, penonton masih hadir memenuhi sudut-sudut stadion.

Meski begitu, Inggris bukannya tidak perhatian terhadapi isu ini. Menurut data dari Manchester Evening News (MEN), setidaknya ada 87 kasus positif Corona di negeri Ratu Elizabeth tersebut hingga Rabu kemarin. Hal ini membuat otoritas Premier League juga mempersiapkan kemungkinan terburuk kalau kasus di sana meningkat dengan pesat.

Menurut laporan terbaru dari BBC, Pemerintah Inggris mengeluarkan tiga kategori terkait keberlangsungan kompetisi sepakbola di Inggris. Yang pertama adalah kategori A yaitu berjalan seperti biasa, lalu kategori B yaitu digelar tanpa penonton, dan yang paling parah adalah kategori C yaitu pembatalan, pembatasan, dan penundaan.

“Bisa saja laga akan digelar tanpa penonton akibat wabah virus Corona tetapi tidak dalam waktu dekat,” kata salah satu sumber dari FA. “Kini, semuanya berjalan seperti biasa. Namun, jika ada potensi risiko yang lebih besar dan persebaran virus semakin meluas, maka kami akan melakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Matt Hancock dari Secretary of State for Health and Social Care.

Beberapa klub Premier League juga mulai mengantisipasi virus ini. Newcastle United dan West Ham United melarang para pemainnya untuk bersalaman satu sama lain. Di Inggris sendiri mayoritas dari orang-orangnya sudah mengganti jabat tangan dengan fist bump atau salaman sambil meninju kepalan tangan.

Sembilan Kasus di Greater Manchester

Tidak hanya Newcastle dan West Ham, Manchester United juga terus memantau penyebaran virus ini hari demi hari. Setidaknya itu yang diberitakan oleh MEN mengingat kasus Corona di Greater Manchester sudah menyentuh angka sembilan orang.

Setan Merah juga bisa dibilang sangat serius menyikapi wabah dari virus ini. Belum hilang dari ingatan ketika Odion Ighalo dilarang untuk bergabung ke Carrington untuk berlatih bersama rekan setimnya dan harus dikarantina selama dua minggu karena datang dari Cina. Ketika mereka sedang berlatih di Marbella selama jeda musim dingin, United mengganti hotel mereka dari Westin La Quinta di Benahavis menjadi hotel Kempinski yang jaraknya 24 km. Keputusan ini dibuat karena Westin La Quinta sempat digunakan oleh kesebelasan Cina, Dalian Yifang sebelum para pemain United datang.

Jelang undian Liga Europa beberapa waktu lalu, Ole Gunnar Solskjaer khawatir kalau undian mempertemukan mereka dengan Inter Milan. Bukan karena takut terhadap lawannya, tapi Ole khawatir untuk melakukan perjalanan ke sana mengingat Italia adalah negara di Eropa dengan wabah tertinggi. Hasil undian kemudian mempertemukan United dengan klub LASK Linz. Austria sendiri menjadi salah satu negara yang sudah dimasuki virus Corona meski kasusnya tidak sebanyak di Italia.

Menurut ESPN, perwakilan United juga sedang mempertimbangkan untuk tidak melakukan pertandingan pra-musim di Cina pada musim panas nanti. Negeri Tirai Bambu tersebut rencananya akan kembali didatangi oleh United untuk mempromosikan pusat hiburan bertema klub di Beijing, Shanghai, dan Shenyang.

Rencananya, mereka akan bermain di beberapa negara Asia lain dengan salah satunya adalah India sebelum Premier League bergulir pada 8 Agustus nanti. Meski begitu, rencana bermain di negeri Shahrukh Khan tersebut sebaiknya harus dipikir ulang mengingat sudah ada 28 kasus virus Corona ditemukan di negara dengan penduduk terbesar kedua setelah Cina ini.

Comments

Loading...