OUR NETWORK

Klausul Anti Manchester United dalam Kontrak Brahim Diaz di Real Madrid

Pada Minggu (6/1) lalu, Manchester City resmi melepas pemain muda mereka, Brahim Diaz, ke Real Madrid. Raksasa Spanyol tersebut disinyalir mengeluarkan uang sebesar 15,5 juta paun untuk merekrut pemain berusia 19 tahun tersebut. Diaz dikontrak Los Blancos selama enam setengah musim dan akan menggunakan nomor punggung 21.

Diaz sendiri sebenarnya ingin dipertahankan oleh Pep Guardiola. Akan tetapi, rayuan dari juara Liga Champions 13 kali tersebut membuat City mau tidak mau harus melepasnya. Jarangnya mendapat menit main juga menjadi alasan kepindahan Diaz. Real Madrid merasa kalau kemampuan salah satu wonderkid yang nyaris merapat ke Barcelona ini bisa membantu meningkatkan posisi mereka di klasemen sementara.

“Situasi Brahim sebenarnya sangat sederhana. Kami ingin dia bertahan. Kami ingin dia memperpanjang kontrak untuk empat atau lima tahun. Jelas kami ingin mempertahankannya tetapi keputusan terakhir tetap ada di tangannya,” kata Guardiola.

Satu hal yang menarik dari kepindahan Diaz adalah klausul yang menyertai pemilik 15 penampilan bersama juara Premier League musim lalu tersebut. Dalam klausul yang mereka berikan, tertulis kalau Real Madrid melarang untuk menjual Diaz ke klub Manchester lainnya yang secara tidak langsung melarang Real Madrid menjualnya kepada Manchester United.

City tampak takut apabila Diaz ke depannya menjadi bintang di Setan Merah. Maka dari itu, mereka meminta uang sell-on fee sebesar 40 persen dari nilai kontrak Diaz jika Madrid menjualnya ke Manchester United. Angka tersebut akan turun menjadi 15 persen jika Diaz dijual ke klub lain selain United.

Jika pada tahun 2020, Diaz dijual ke Barcelona senilai 100 juta paun, maka Madrid akan memberikan komisi sebesar 15% atau sekitar 15 juta paun kepada City. Lain halnya jika United yang membeli Diaz, maka kubu Red Devils harus memberikan 40 juta paun sebagai komisi kepada City.

Klausul-Klausul Aneh yang Melibatkan Manchester United

Bukan kali ini saja klausul anti United diterapkan sebuah klub agar Setan Merah tidak merekrut pemain yang menjadi aset terbaik mereka. Pada pertengahan September 2017 lalu, Inter Milan dikabarkan memberikan klausul anti United untuk memperpanjang kontrak Ivan Perisic. Gelandang asal Kroasia ini begitu diidam-idamkan Jose Mourinho untuk dibawa ke kota Manchester.

Tidak hanya itu, Real Madrid juga pernah melakukan hal serupa kepada Manchester United. Hal ini mereka lakukan ketika United membeli Angel Di Maria pada musim panas 2014. Ketika itu, kubu Los Gaacticos melarang Setan Merah menjual pemain Argentina tersebut ke Barcelona. Jika mereka melakukannya, maka United akan dikenai denda tergantung kapan mereka menjual Di Maria. Jika United melepasnya pada 2015, maka mereka akan mendapat uang sebesar 50 juta Euro, 40 juta Euro pada musim panas 2016, dan 30 juta euro pada musim panas 2017. Pada akhirnya, Di Maria dilepas United ke Paris Saint Germain.

Pada musim 2014, Manchester United merekrut Radamel Falcao dari AS Monaco dengan status pinjaman. Akan tetapi, penyerang asal Kolombia ini didatangkan dengan kondisi cedera. Hal ini kemudian membuat United memberikan klausul yang isinya adalah mengembalikan Falcao ke Monaco jika kembali mengalami cedera.

Saat kembali ke Manchester United pada 2016, Pogba memiliki perjanjian yang cukup unik dengan Juventus. Dalam kontrak tersebut, Juventus diharuskan membawa 375,4 miliar rupiah sebagai komisi kepada agennya, Mino Raiola. Tidak hanya itu, Juve juga diharuskan membayar 1,5 juta kepada mantan klub Pogba di Prancis, Le Havre, Torcy, dan Roissy en Brie. Klausul lainnya adalah kewajiban Juventus membelikan Pogba rumah untuk tempat tinggalnya di Manchester.

***

Menarik melihat apakah Diaz bisa berkembang di Santiago Bernabeu. Ekspektasi kepadanya tentu sangat besar mengingat ia disebut-sebut punya skill yang tidak jauh berbeda dengan Lionel Messi. Selain itu, penampilannya bersama Real Madrid hingga 2025 nanti juga menjadi acuan apakah talenta Diaz sebagus apa yang City katakan sampai-sampai mereka melarang jebolan akademinya untuk dijual ke Manchester United.

Comments