OUR NETWORK

Kisah-Kisah Debut Setan Merah (2)

Bagi para pemain baru Manchester United, baik itu yang direkrut pada bursa transfer atau yang masuk melalui alur akademi, mereka pasti mengharapkan debut yang sempurna. Mereka pasti tidak ingin pertandingan pertamanya bersama United berjalan dengan buruk.

Debut yang indah akan memberikan kesan yang positif bagi manajer dan juga para pendukung. Selain itu, debut yang baik akan membuat si pemain akan merasa percaya diri dan membuka peluang untuk mendapatkan tempat di tim barunya tersebut. Meski demikian, mendapatkan debut yang indah juga bukan perkara mudah karena kecanggungan sudah pasti hadir mengingat mereka masuk dalam lingkungan baru.

Ada beberapa pemain United yang debutnya berjalan biasa saja. Robin van Persie tidak terlalu banyak terlibat ketika melawan Everton. Begitu juga dengan David de Gea yang bahkan membuat kesalahan dalam debutnya. Meski begitu, ada beberapa pemain yang debutnya begitu berkesan karena tampil sangat baik. Bahkan ada yang begitu fenomenal.

Menggila Pada Laga Pertama

Mencetak satu gol, dua gol, atau gol ke gawang rival, mungkin sudah biasa bagi seorang pemain yang melakukan debut. Namun Wayne Rooney melakukannya tiga kali pada pertandingan pertamanya yang membuat jalan kariernya kemudian begitu luar biasa.

Sempat mengalami masalah karena pulang dengan kondisi cedera setelah Euro 2004, debut Rooney mau tidak mau harus ditunda hingga akhir September. Namun, hal tersebut tidak mengganggu penampilannya. Tiga gol langsung ia buat ke gawang Fenerbahce pada pertandingan pertama Liga Champions 2004/2005. Tiga gol Rooney dibuat masing-masing melalui kaki kiri, dan dua tembakan kaki kanan yang satu diantaranya datang dari tendangan bebas.

United menang 6-2 dan Rooney langsung membuktikan kalau dia memang pantas dibeli mahal oleh United. “Anak itu membuat Old Trafford dilanda badai,” kata Ferguson.

Rooney bukan orang pertama yang melakukan hal itu. Mundur hampir 100 tahun, mereka memiliki Charlie Sagar. Tiga gol ke gawang Bristol dalam kemenangan 5-1 United pada Divisi Dua musim 1905/1906 menjadikan ia sebagai pemain United pertama yang mencetak tiga gol dalam debut. Pemain yang meninggal pada 1919 ini membuat 20 gol dari 23 penampilan pada musim tersebut. Sayangnya, cedera lutut membuatnya tidak bisa lagi mencetak banyak gol.

Membuat Sensasi Lalu Terlupakan

Tidak sedikit dari mereka yang mencetak gol lalu terlupakan di hari kemudian. Saha melakukannya ke gawang Southampton, namun namanya tidak bisa menutupi kebesaran sosok Rooney dan Van Nistelrooy. Heinze mencetak gol ke gawang Bolton lalu cedera dan tidak bisa lagi menemukan permainan terbaiknya. Begitu pula Kieran Lee yang mencetak gol ke gawang Crewe namun kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim utama. Alex Buttner dan Nick Powell juga meredup setelah membuat sensasi dengan golnya ke gawang Wigan.

Setelah membuat gol dalam debut melawan Aston Villa dan Hull City, Federico Macheda dan James Wilson langsung naik ke skuad utama. Sayangnya, mereka tidak bisa melanjutkan sensasinya tersebut dengan mencetak banyak gol. Krisis kepercayaan diri dan cedera parah menghantui mereka. Di sisi lain, Josh Harrop memilih hengkang meski penampilannya menuai pujian pada laga debutnya.

Penampilan yang Berkesan

Tidak semua debut yang memuaskan selalu dihiasi gol. Ada juga yang tidak mencetak gol tapi meninggalkan kesan yang mendalam. Dua legenda United di sisi sayap, Cristiano Ronaldo dan George Best bisa dibilang dua pemain yang tampil bagus meski tidak mencetak gol.

Datang dengan status kurang terkenal ternyata tidak membuat Ronaldo tampil buruk. Masuk menggantikan Nicky Butt, mantan pemain Sporting ini membuat United mendapat penalti, mengirim umpan silang yang menjadi gol kedua United, dan beberapa kali menunjukkan trik olah bola yang mengundang decak kagum.

United Review menceritakan momen ketika beberapa jurnalis media berdecak kagum melihat penampilannya. Sejak saat itu, nama Ronaldo mulai dikenal oleh para pengggemar sepakbola.

Sama seperti Ronaldo, George Best tampil luar biasa dalam debut melawan West Bromwich pada 1963. Bek sayap WBA, Graham Williams, sempat meremehkan Best karena si pemain hanya lulusan akademi. Namun setelah peluit dibunyikan, Graham sengsara ketika mengawal Best. Beberapa kali ia dilewati hingga puncaknya ia dikolongi oleh Best. “Dikolongi oleh Best sama saja dengan menyambut kematian Anda sendiri,” kata Graham.

Debut Dadakan

Debut yang tidak direncanakan juga ada dalam sejarah United. Marcus Rashford sejatinya adalah cadangan Anthony Martial pada laga melawan Mitjylland. Mungkin dia akan bermain meski hanya beberapa menit tapi memainkan dia sebaga starter tampak tidak ada dalam rencana. Namun Martial mendadak cedera saat pemanasan sehingga Van Gaal mau tidak mau harus memainkan Rashford.

Ajaib, dia langsung mencetak dua gol dan membawa United lolos ke babak 16 besar. Sejak saat itu, Rashford menjadi andalan di lini depan Manchester United hingga sekarang.

Mereka yang Bernasib Apes

Ada juga pemain United yang nasibnya apes dalam laga debut. Pada 2014, Jesse Lingard mencicipi laga kompetitif pertama bersama United, setelah terus dipinjamkan, ketika melawan Swansea. Naas, Lingard hanya main 24 menit sebelum menderita cedera yang memaksanya absen panjang. Butuh setahun lebih bagi dirinya untuk kembali dan bertahan hingga sekarang.

Namun, debut Lingard tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Pat McGibbon. Satu-satunya penampilan bersama United tidak berjalan sesuai harapan. United kalah 3-0 dalam Piala Liga melawan York City dan Pat memberikan penalti pada lawannya dan mendapat kartu merah. Sejak saat itu, dia tidak lagi bermain bersama United.

Comments

Loading...