OUR NETWORK

Kisah-Kisah Debut Setan Merah (1)

Bagi para pemain baru Manchester United, baik itu yang direkrut pada bursa transfer atau yang masuk melalui alur akademi, mereka pasti mengharapkan debut yang sempurna. Mereka pasti tidak ingin pertandingan pertamanya bersama United berjalan dengan buruk.

Debut yang indah akan memberikan kesan yang positif bagi manajer dan juga para pendukung. Selain itu, debut yang baik akan membuat si pemain akan merasa percaya diri dan membuka peluang untuk mendapatkan tempat di tim barunya tersebut. Meski demikian, mendapatkan debut yang indah juga bukan perkara mudah karena kecanggungan sudah pasti hadir mengingat mereka masuk dalam lingkungan baru.

Ada beberapa pemain United yang debutnya berjalan biasa saja. Robin van Persie tidak terlalu banyak terlibat ketika melawan Everton. Begitu juga dengan David de Gea yang bahkan membuat kesalahan dalam debutnya. Meski begitu, ada beberapa pemain yang debutnya begitu berkesan karena tampil sangat baik. Bahkan ada yang begitu fenomenal.

Debut dan Cetak Gol

Banyak pemain United yang memulai debutnya dengan mencetak gol. Bobby Charlton melakukannya pada 6 Oktober 1956 ketika United mengalahkan Charlton Athletic 4-2. Dua dari empat gol berhasil ia cetak pada saat itu. Apa yang dilakukan Charlton saat itu diikuti oleh Paul Scholes. Dua golnya ke gawang Port Vale membawa United menang 2-1 pada Piala Liga.

Yang muda menunjukkan kapasitas mereka sebagai pemain yang siap untuk diandalkan. Akan tetapi, yang tua juga tidak mau untuk tidak meninggalkan kesan. Pada 2016 lalu, Zlatan Ibrahimovic menunjukkan kalau dia masih bisa diandalkan meski datang ketika usianya sudah 35 tahun melalui golnya ke gawang Leicester City pada Community Shield dan Bournemouth pada Premier League.

Tiga dari empat musim terakhir United selalu diwarnai dengan gol debut dari pemain anyar. Setelah Ibrahimovic, giliran Romelu Lukaku yang melakukannya ketika melawan Real Madrid pada Piala Super Eropa yang dilanjutkan dengan gol debut Premier League melawan West Ham United.

Musim ini giliran Daniel James yang membuat kesan dalam debutnya. Masuk pada menit ke-74 untuk menggantikan tempat Andreas Pereira, James memperbesar keunggulan United atas Chelsea menjadi 4-0 tujuh menit kemudian. Hasil yang positif bagi perjalanan Ole Gunnar Solskjaer dalam musim penuh pertamanya sebagai manajer United.

“Saya sudah melakukan tiga sampai empat kali lari dan tetap tidak mendapatkan bola. Lalu yang berikutnya, Paul Pogba menemukan saya. Saya ragu karena Emerson (Palmieri) akan mencoba membloknya. Saya mencoba dan kemudian mendapat defleksi yang bagus,” ujar James mengenang golnya tersebut.

“Ketika Anda ingin datang ke klub baru, Anda ingin berkontribusi pada tim melalui gol dan asis. Gol yang saya buat ke gawang Chelsea begitu berarti bagi saya,” ujarnya menambahkan.

James mengikuti jejak manajernya yang juga mencetak gol dalam pertandingan pertamanya. Ole mencetak gol ke gawang Blackburn Rovers pada 1996. Sebuah awal yang bagus bagi Ole ketika itu karena ia berhasil mencetak 18 gol sekaligus menjadi top skor Setan Merah pada musim tersebut.

Gol ke Gawang Rival

Mencetak gol dalam partai debut mungkin sudah biasa dilakukan oleh beberapa pemain. Akan tetapi, terasa sangat nikmat ketika gol tersebut dicetak ke gawang rival. Ruud van Nistelrooy membuka akun golnya ketika United kalah 2-1 dari Liverpool pada Community Shield 2001. Itulah gol pertama dari 150 gol yang akan dia buat bersama United.

Gol tersebut sekaligus menjawab keraguan banyak orang yang merasa kalau Van Nistelrooy tidak akan bisa bermain baik untuk United. Wajar saja mengingat ia datang setelah sebelumnya mengalami cedera yang cukup parah. Namun, gol melawan Liverpool yang diikuti dengan gol debut Premier League ke gawang Fulham menunjukkan kualitasnya.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh Anthony Martial. Datang pada menit ke-65 untuk menggantikan Juan Mata, Martial mencetak gol ketiga United ketika mereka mengalahkan Liverpool 3-1 dalam pertandingan pertama Martial sebagai pemain muda termahal dunia pada 2015 lalu.

“Salah satu gol favorit saya adalah ketika melawan Liverpool. Itu adalah pertandingan pertama saya dan saya baru pertama kali bermain di Old Trafford. Sebuah gol yang luar biasa dan paling penting adalah gol tersebut membawa tim meraih kemenangan. Ya, gol itu adalah yang terbaik,” ujar Martial.

Jauh sebelum Martial ada Sammy Mcllroy. Bedanya adalah dia tidak mencetak gol ke gawang Liverpool melainkan Manchester City pada kompetisi Divisi Satu musim 1971/1972. Laga itu berakhir dengan skor imbang 3-3 dan Sammy mencetak satu gol pada pertandingan itu.

“Saya ikut berangkat bersama skuad sambil berpikir kalau mereka mungkin akan meminta bantuan saya sebagai pengurus seragam atau hal lainnya. Baru pada jam 11 malam saya diberi tahu kalau saya akan main,” kata Sammy.

“Denis Law ternyata gagal memenuhi kebugaran yang diinginkan pelatih sehingga saya harus melakoni debut di posisinya. Usia saya saat itu baru 17 tahun. Saya masih ingat ketika saya berlari masuk ke Maine Road dan stadion dipenuhi 63 ribu penonton dan itu adalah pengalaman yang luar biasa. Terlebih lagi saya mencetak gol dalam kesempatan pertama saya. Ada begitu banyak pemain hebat dari kedua kesebelasan dan gol itu sangat luar biasa,” ujarnya menambahkan.

Comments

Loading...