in

Kekecewaan Mourinho dan Momen Jabat Tangan yang Terlupakan

Rekor kemenangan 100 persen dan tanpa kebobolan yang dicatatkan Manchester United dalam tiga laga perdana Premier League Inggris musim 2017/2018 ini harus ternoda di markas Stoke City pada pekan keempat, Sabtu (9/9/2017) malam WIB. Tim asuhan Jose Mourinho hanya mampu membawa pulang satu poin dari Bet365 Stadium, setelah ditahan imbang oleh tim tuan rumah dengan skor 2-2. Padahal, tim Setan Merah sudah sempat unggul 2-1 di pertengahan babak kedua; meski pada babak pertama sempat pula ketinggalan 0-1 sebelum disamakan Marcus Rashford saat periode injury time.

Sayangnya, keunggulan 2-1 setelah Romelu Lukaku menyarangkan gol keempatnya musim ini pada menit ke-57 tersebut gagak dipertahankan, karena penyerang andalan Stoke Eric Maxim Choupo-Moting mencetak gol keduanya di laga tersebut pada menit ke-63. Dia pun menjadi pemain pertama yang mampu membobol gawang kiper David De Gea di liga musim ini.

Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 tidak berubah. United pun harus pulang dengan sedikit rasa malu, karena gagal melanjutkan kemenangan telak tanpa kebobolan, usai ditahan imbang klub peringkat 13 musim lalu.

Jelas sekali, hasil imbang ini memberikan kekecewaan bagi sang arsitek. Mourinho sendiri memang mengaku tidak puas dengan hasil tersebut, karena telah menghentikan start seratus persen timnya di liga musim ini. Manajer berjuluk The Special One itu menyalahkan pertandingan jeda internasional yang dijalani oleh sejumlah anak asuhnya pada pekan sebelumnya.

Menurutnya, laga bersama tim nasional tersebut telah mempengaruhi performa timnya pada pekan ini, yang diyakini sebenarnya lebih layak untuk memenangkan pertandingan menghadapi klub yang berjuluk The Potters tersebut.

“Tidak, saya tidak puas dengan satu poin karena kami adalah tim yang nyaris menang. Saya harus katakan, ini adalah hasil yang harus diterima. Satu tim berusaha menang, sedang satu tim berusaha mendapat satu poin,” ungkap Mourinho kepada BBC Sport usai pertandingan tersebut.

“Ini adalah pertandingan yang sulit dengan alasan-alasan berbeda. Para pemain saya, setelah jeda internasional, adalah tidak sama. Mereka tak menampilkan performa level normal, tapi kami ada di pertandingan itu. Kami berjuang keras dan kami nyaris menang ketimbang kalah,” tambahnya dilansir BT Sport.

Saking kecewanya, Mourinho pun menolak berjabat tangan dengan pelatih tim lawan, Mark Hughes, di akhir laga. Meskipun belum ada pernyataan dari sang manajer terkait kejadian tersebut, namun mereka memang sempat ‘berselisih’ sepanjang pertandingan, karena Mourinho akan memasuki area teknis Stoke.

Setelah laga itu berakhir, dia pun langsung berpaling dari Hughes. Padahal, pelatih 53 tahun itu punya kenangan manis bersama United, karena merupakan striker legendaris tim Setan Merah di era 1980 hingga 1990-an, dengan koleksi 163 gol dalam 473 penampilan di semua ajang.

Hughes sendiri tidak mengetahui apa alasan Mourinho menolak berjabat tangan dengannya. Namun menurutnya, kemungkinan rekannya tersebut merasa kesal akibat kejadian saat laga berlangsung tersebut.

“[Jabat tangan] tidak terjadi. Sepertinya saya terlibat dalam masalah jabat tangan. Saya tak tahu persis mengapa dia tidak ingin berjabat tangan. Saya tidak merasa ada masalah. Ada momen dia datang ke area teknis tim saya dan saya meminta dia untuk keluar, tapi hanya itu. Mungkin itu yang membuat dia kesal,” cerita pelatih berkebangsaan Wales itu pada BBC Sport usai pertandingan.

Sebelum lawatan ke markas klub yang berbasis di Staffordshire, Inggris itu, Mourinho sendiri sudah menyadari potensi skuat tuan rumah untuk menyulitkan timnya. Dia sendiri mengakui bahwa laga tersebut akan menjadi pertandingan yang sulit. Kekhawatirannya cukup beralasan, karena The Red Devils belum pernah mampu meraih kemenangan di kandang lawannya tersebut sejak 2013. Selain itu, Mourinho pun juga punya catatan buruk secara personal saat menghadapi Stoke. Dalam empat pertemuan terakhir kontra tim ini di semua kompetisi, ternyata dia selalu gagal mengalahkannya.

Pada akhirnya, Mourinho pun tetap harus legawa menerima hasil imbang dengan Stoke pada pekan keempat liga musim ini. Pasalnya, tim lawan memang sudah berusaha keras untuk bisa meraih poin dalam laga itu, sekaligus menghentikan keperkasaan United.

“Mereka berjuang keras mendapatkan poin Mereka bertahan dengan bagus, mereka melakukan serangan balik, dan perkasa dengan bola-bola mati. Stoke adalah tim besar, kuat, dan perkasa di udara. Mereka berjuang keras dan mungkin layak mendapat satu poin. Ini bukan yang kami inginkan, tapi poin adalah poin,” pungkas Mourinho.

 

Facebook Comments
Loading...

Written by Ade Marza

Ade Marza

Penikmat kopi dan sepakbola.