OUR NETWORK

Kasus Rasis di Old Trafford yang Tidak Tertangkap CCTV

Sebuah dugaan serangan rasis terhadap seorang remaja pekerja Manchester United oleh staf keamanan di luar Old Trafford tidak tertangkap oleh kamera CCTV. Hal itu disinyalir karena kamera menunjuk ke arah yang salah. Nama remaja tersebut adalah Kamarl Nelson (19 tahun). Ia diduga terbanting ke dinding dan ditahan dengan cara yang kurang pantas olef staf keamanan.

Insiden ini terjadi sebelum pertandingan Europa League pada bulan lalu. Menurut The Guardian, insiden yang terjadi kemungkinan besar merupakan sebuah tindakan rasis yang parah. Karena dikabarkan sang korban, Kamarl Nelson, sampai mengalami rongga mata yang patah dan tulang rusuk yang memar.

Remaja yang juga seorang mahasiswa itu mengatakan jika ia dipanggil “budak” oleh staf keamanan. Ia dipanggil seperti itu karena para staf keamanan merasa tidak percaya dan membantah kalau Nelson adalah salah seorang pekerja di stadion. Bahkan satu orang dari staf keamanan menggeledah tasnya dan merasa terkejut karena dia tidak menemukan pisau –sebagai tuduhan dan ungkapan rasial.

Mendengar kabar ini polisi Greater Manchester langsung meluncurkan penyelidikan pada pekan lalu. Tapi sampai saat ini, mereka masih belum melakukan penangkapan. Ibu Nelson, Donna James, mengatakan kalau putranya telah diberitahu jika petugas polisi telah menjelajahi CCTV selama delapan jam. Dugaan kuatnya adalah, serangan rasis itu tidak direkam karena kamera tidak menunjuk ke arah yang tepat pada saat itu.

Donna James juga diberitahu oleh para petugas polisi jika telah ditemukan rekaman CCTV ketika Nelson tiba di Old Trafford. Di dalam rekaman tersebut Nelson terlihat melewati jalan menuju ke pos keamanan, tetapi sayangnya, CCTV tidak sampai merekam konfrontasi yang terjadi setelah itu.

“Mereka (polisi) mengatakan bahwa CCTV tidak merekam kejadian karena kamera tidak begitu statis. Kamera bergerak di arah yang sempit sehingga tidak mengambil gambar kejadian. Bagi saya ini terdengar aneh, karena CCTV itu berada di luar Old Trafford. Saya sama sekali tidak yakin itu terdengar benar. Sebagai sebuah keluarga, kami hanya ingin keadilan kami dilayani. Kami tidak ingin ini terjadi pada putra atau putri orang lain,” ungkap Ibu berusia 43 tahun itu.

Kids of Color, sebuah kelompok kepentingan masyarakat yang mendukung Nelson, mengatakan jika polisi tidak konsisten dan terkesan mencurigakan. Pasalnya pada 8 Maret –seminggu setelah kejadian–, pihak polisi awalnya memberi keterangan kepada Nelson bahwa tidak ada CCTV yang tersedia. Dan beberapa hari kemudian, pihak polisi memberi tahu kepada keluarganya bahwa mereka telah mendapatkan rekaman selama delapan jam dari kamera-kamera Manchester United dan mereka mengklaim sedang memeriksanya.

Roxy Legane, orang yang mendirikan Kids of Color, lalu mengatakan jika tampaknya kasus rasisme tidak terlalu ditangani dengan urgensi dan kepedulian yang baik. Menurut Legane, hal seperti ini justru mencerminkan sebuah ketidakseriusan dari lembaga yang semestinya “mengayomi masyarakat.”

“Apa yang dilakukan mereka (pihak kepolisian) tampaknya tidak terlalu serius. Kasus rasisme merupakan kasus yang sering tidak ditangani dengan urgensi dan kepedulian yang baik. Padahal hal seperti ini mencerminkan ketidakseriusan. Seharusnya semua lembaga yang terlibat untuk mengatasi rasis, bisa berkomitmen untuk menjadi lebih sigap dalam menanggapi,” ujar Legane dikutip dari The Guardian.

Kamarl Nelson sendiri diketahui telah bekerja sebagai staf kebersihan (shift) dan katering di Old Trafford. Hal ini dilakukannya untuk menghemat uang kuliahnya yang ia peroleh di bulan September. Ia juga telah bekerja di lapangan selama enam tahun, dan termasuk pernah bekerja sebagai ball boy. Dengan latar belakang ini, menjadi “halal” rasanya untuk menyebut “manusia terlaknat” bagi yang menindas remaja pekerja keras seperti Nelson.

Namun memang sayangnya sejauh ini pihak staf keamanan masih belum memberikan keterangan yang jelas. Bahkan Controlled Solutions Group (CSG), yang dikontrak untuk menjalankan operasi keamanan di Manchester United, telah dengan keras membantah tuduhan terhadap karyawannya.

Padalah pekan lalu, lima orang secara independen mengatakan kepada The Guardian tentang fakta kejadian yang mereka lihat. Lima orang ini lalu mengatakan bahwa mereka menyaksikan penjaga keamanan yang mengelilingi Nelson dengan cara yang mengintimidasi –sebelum dugaan penyerangan.

Salah satu dari lima orang ini juga mengatakan jika dia mendengar remaja itu dilecehkan secara rasis dan kurang beradab. Dengan laporan ini, pihak polisi Greater Manchester kemudian mengatakan jika penyelidikan akan tetap berlangsung dan mereka sedang berusaha maksimal untuk melacak saksi lain.

Comments

Loading...