OUR NETWORK

Ingin Juara? Jangan Jual Pemain Utama!

Banyak kesebelasan yang rela menjual pemain utama atau wonderkid mereka. Di Inggris, West Ham United memiliki The Academy of Football, yang dicap sebagai salah satu akademi terbaik di dunia sebagai pemasok pemain pemain muda berbakat.

Sejumlah pemain hebat lahir di akademi tersebut dari masa ke masa. Sebut saja Bobby Moore, Harry Redknapp, Rio Ferdinand, Joe Cole, Michael Carrick, sampai Frank Lampard. Ada juga pemain yang merumput bersama West Ham United dan menjadi bintang top dunia. Namun, beberapa tahun kebelakang West Ham lebih suka membeli pemain yang sudah jadi. Tampaknya West Ham ingin ikut serta dalam meraih gelar, ketimbang menjadi klub pengganggu tim papan atas saja.

Namun, kini justru Southampton-lah yang mengambil peran sebagai pemasok pemain pemain hebat, seperti Morgan Schneiderlin, Nathaniel, Clyne dan Luke Shaw.

Kesebelasan Pengganggu

Di Ligue 1 ada Olympique Lyon yang banyak menjual pemain utama mereka ke klub top Eropa. Lyon mendominasi Ligue 1 pada awal 2000-an. Lyon memenangi tujuh gelar liga secara beruntun yang menjadi rekor Ligue 1 sampai sekarang.

Setelah tahun bersejarahnya tersebut Lyon justru melepas pemain intinya ke klub top Eropa seperti Florent Malouda, Tiago, dan Eric Abidal, disusul Karim Benzema, Hugo Lloris dan Miralem Pjanic. Hasilnya Lyon hanya menjadi tim pengganggu saja setelah PSG dan AS Monaco bangkit.

Namun di sisi lain, kedekatan suatu klub dengan klub lain atau tawaran harga yang tinggi berimbas banyaknya pemain yang dijual ataupun di pinjamkan ke klub tertentu, seperti Arsenal yang sering menjual pemain utama mereka ke Manchester City.

Nilai transfer serta prestasi dalam meraih trofi menjadi faktor utama bagi pemain Arsenal yang hijrah ke Manchester City. Misalnya Emmanuel Adebayor, Kolo Toure, Gael Clichy, Bacary Sagna, Samir Nasri, Patrick Vieira dan Mikel Arteta yang sekarang menjadi staf pelatih Manchester City.

Di Bundesliga, Borussia Dortmund dan Bayern Munchen dikenal memiliki rivalitas yang sangat tinggi sejak 1990-an. Bukan hal yang aneh jika ada transfer pemain yang melibatkan kedua tim tersebut.

Salah satu pemainnya yaitu Torsten Frings, Robert Lewandowski, juga Matt Hummels, yang bermain bersama Munchen. Sebelumnya, ada Mario Goetze yang sempat menjadi “pengkhianat” meski ia kembali lagi merumput bersama Dortmund.

Liverpool Tidak Tergoda

Dari contoh Lyon, West Ham United, Arsenal, sampai Borussia Dortmund, agaknya bisa dilihat bahwa kesebelasan mesti hati-hati saat melepas pemain utama mereka. Pasalnya, peran vital para pemain tersebut tidak bisa tergantikan. Malah, klub mengalami penurunan performa yang tidak sebanding dengan uang transfer yang masuk.

Hal ini disadari benar oleh Jurgen Klopp yang menyatakan bahwa Liverpool ingin melangkah ke tahap berikutnya. Salah satu caranya adalah membuat tim utuh seperti semula. Ini pula yang membuatnya menolak 80 juta euro yang ditawarkan Barcelona untuk mendatangkan Philippe Coutinho. Barcelona sendiri kukuh mendatangkan Coutinho yang dianggap bisa menggantikan Andreas Iniesta. Selain itu, Coutinho juga berteman dekat dengan duet Barcelona, Neymar dan Luis Suarez.

Dalam tur pramusimnya di Hongkong, Klopp menyatakan, “Phil adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Dia mencoba mengembalikan ritme juga tidak diragukan lagi kualitasnya. Dia sangat cerdas baik secara ofensif maupun defensif. Kabar bagus bagi kami dia masih muda. Dia telah meningkat pesat sejak saya berada di sini dan dia masih bisa berkembang dan menjadi lebih baik.”

Tampaknya Klopp mulai mengerti jika mempunyai banyak uang dari hasil menjual pemain tidak dapat menaikan performa suatu klub, kecuali klub tersebut sangat beruntung.

Liverpool telah menjual pemain kunci mereka di masa lalu seperti Luis Suarez, Raheem Sterling, dan Fernando Torres. Hasilnya juga jelas. Tidak ada tambahan trofi Premier League buat Liverpool.

Berbeda dengan Suarez, Sterling, dan Torres, Coutinho tegas tidak ingin hijrah. Bahkan dia menyatakan kepuasaannya untuk tetap tinggal. “Pergilah ke tempat lain, ke Barca, Madrid, Anda akan menjadi pemain biasa saja. Disini anda bisa menjadi sesuatu yang lebih. Dan saya masih punya kontrak yang panjang dengan Liverpool.”

Sikap Klopp terhadap Coutinho ini mirip dengan posisi RB Leipzig terhadap Naby Keita  yang menjadi target Liverpool. RB Leipzig menolak tawaran 66 juta paun dari Anfield untuk sang gelandang awal pekan ini. Meski begitu, Liverpool terus mengejar pemain berkebangsaan Guinea tersebut, padahal pejabat Leipzig sendiri telah berbicara langsung dan secara terang terangan bahwa Keita tidak akan dijual musim panas ini.

Ah, rupanya para petinggi klub lain juga memiliki pemikiran yang sama dengan Klopp. Bagaimana dengan United?

Comments

Loading...