OUR NETWORK

Odion Ighalo dan Cerita Jersey Tanpa Nama

Bulan Maret tampaknya pas untuk disebut sebagai bulannya Odion Ighalo. Karena pada bulan ketiga ini, ia mulai memberikan bukti kalau United tidak salah untuk meminjamnya. Right man in the right place, orang yang tepat pada waktu yang tepat, itulah yang dilakukan Ighalo sekarang. Saat United butuh golnya, khususnya pada ajang piala, ia menjawab tantangan tersebut dengan empat gol yang sudah dibuat sejauh ini.

Membahas mantan pemain Watford ini terkesan tidak ada bosannya. Selalu saja ada kisah-kisah menarik dari pria berusia 30 tahun ini. Ceritanya pun selalu memberikan inspirasi. Ia pernah bercerita tentang mendiang kakaknya yang terus mendoakannya agar bisa bermain bersama Setan Merah suatu hari nanti.

Pada awal kedatangannya, ia juga sempat bercerita tentang wilayah tempat tinggalnya pada masa kecil yang berpesta saat mengetahui kalau ada warganya yang bisa bergabung bersama Setan Merah. Ighalo sendiri beberapa kali mengungkapkan kalau dia adalah penggemar setia pemilik 20 kali gelar juara Liga Inggris. Hal itu terlihat dari sebuah foto masa kecil Ighalo ketika ia memakai jersey tandang Manchester United musim 2005/2006.

Dikutip dari Inside United edisi terbaru, pemain yang pernah bermain bersama Bruno Fernandes di Udinese ini bercerita tentang kisah dibalik seragam tersebut. Ia mengungkapkan kalau jersey tersebut saat itu tidak memiliki nama di belakangnya. Bukannya tanpa alasan, uang menjadi kendala bagi Ighalo untuk memasang nama dan nomor pemain di kostumnya tersebut.

“Saya punya seragam United tetapi tidak ada nama pemain di belakangnya. Salah satunya yang berwarna biru tua tersebut juga tidak memiliki nama pemain di belakang. Anda harus membayar untuk menambah nama di belakang dan saya tidak punya uang untuk itu. Baju itu sudah lama sekali sehingga saya tidak terlalu banyak mengingatnya karena saat itu saya masih muda,” ujarnya.

Odion Ighalo (paling kiri) dengan baju Manchester United musim 2005/2006 (Foto: BBC)

Biasanya, anak-anak muda yang bermimpi seperti Ighalo memiliki jersi klub kesayangan dengan nama pemain favorit di belakangnya. Begitu juga yang mungkin dirasakan oleh para pembaca yang ketika masih belia memakai baju merah United dengan nama Beckham, Scholes, Giggs, atau Van Nistelrooy di belakang dengan harapan suatu hari bisa menjadi seperti mereka. Namun hal itu tidak dimiliki oleh Ighalo yang terkendala finansial.

Ekonomi yang pas-pasan memaksa Ighalo untuk mengatur uang yang ia punya saat itu. Ia pernah bercerita tentang usahanya yang harus menabung terlebih dahulu agar bisa menyaksikan United bertanding di sebuah tempat nonton bareng. Hal ini yang mungkin membuat Ighalo tidak bisa memasang nama di jersey United yang ia punya karena prioritas utamanya adalah menyaksikan laga United beramai-ramai setiap pekan bersama teman-temannya.

“Anda harus membayar untuk pergi ke tempat nonton bareng dan menyaksikan sepakbola. Jadi selama sepekan saya harus menabung sejak Senin hingga Jumat supaya bisa menonton. Sekarang, orang-orang memperhatikan saya di United. Semua orang mengirimi saya pesan kalau mereka tidak sabar untuk melihat saya bermain dan saya sangat senang,” tuturnya seperti dikutip dari laman resmi klub.

Sayangnya, masyarakat Nigeria, khususnya tempat Ighalo tumbuh yaitu Ajegunle, untuk sementara tidak bisa melihat putra daerahnya bertanding. Virus Covid-19 yang kini menjadi pandemi di dunia memaksa kompetisi sepakbola harus berhenti sementara. Termasuk Premier League, Piala FA, dan Europa League, tiga kompetisi yang dimainkan oleh Ighalo musim ini.

Hingga 18 Maret kemarin, Nigeria sudah mencatat ada lima kasus pasien positif Corona. Mereka jelas berharap pandemi ini bisa berakhir dengan cepat. Selain agar kehidupan di sana kembali berjalan seperti biasa, mereka juga sudah rindu ingin melihat Ighalo kembali bermain lagi.

Kontrak Ighalo sendiri akan habis pada akhir Juni 2020 nanti. FA sendiri menyatakan kalau musim ini paling lambat akan berakhir pada 1 Juni jika kondisi Inggris sudah membaik sebelum 30 April yang menjadi batas akhir penundaan kompetisi Premier League. Namun menilik situasi saat ini dan dengan jumlah pertandingan yang masih banyak, maka kompetisi kemungkinan besar bisa molor sampai bulan Juli yang berarti Ighalo akan melewati batas kontraknya.

Saat ini, FIFA sedang memantau masalah kontrak pemain yang akan habis akhir musim ini. Selain Ighalo, ada beberapa pemain yang musim ini akan menjadi musim terakhirnya di klub masing-masing. Sebut saja Olivier Giroud, Adam Lallana, David Silva, dan Willian. Belum jelas bagaimana status mereka kedepannya apabila kompetisi musim 2019/2020 belum berakhir sampai kontrak mereka habis di klubnya masing-masing.

Comments

Loading...