OUR NETWORK

Enam Pemain dengan Nasib Buruk di Manchester United

Selama berkarier sebagai manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson tidak sering membuat keputusan transfer atau perekrutan pemain yang salah. Akan tetapi, ada beberapa nama pemain –yang diambilnya– yang memang tidak cukup berhasil di Old Trafford. Meskipun sebetulnya beberapa nama pemain ini memiliki talenta yang cukup baik. Hanya saja mereka seolah memiliki nasib buruk ketika bermain di tim Setan Merah.

Selain di era Fergie, ada juga pemain-pemain serupa yang kurang beruntung ketika harus menerima kondisinya sendiri seperti cedera panjang, kurang mampu bersaing memperebutkan posisi tim utama dan inkonsistensi. Lantas siapa sajakah pemain itu? Dilansir dari MEN Sports, berikut kami sajikan enam pemain yang kurang beruntung di Manchester United.

Fabio

Foto: Bleacher Report

Fabio tiba di Old Trafford lebih dari satu dekade yang lalu bersama saudara kembarnya yaitu Rafael. Kedua pasangan bek sayap ini dengan cepat menjadi favorit para suporter. Selain itu, Sir Alex Ferguson juga menyukai duet muda bek sayap tersebut. Namun sayangnya, Fabio harus berjuang mati-matian untuk meraih tempatnya. Karena kala itu, Patrice Evra masih menjadi pilihan utama di pos bek kiri –posisi di mana Fabio bermain.

Meskipun ia memenangkan dua gelar Premier League, pemain asal Brasil itu hanya memainkan total 56 pertandingan selama kariernya di Old Trafford. Ditambah lagi, ia rentan cedera dan tidak bisa fit sebelum David Moyes memutuskan untuk membuangnya pada Januari 2014. Sejak saat itu, Fabio bermain di Middlesbrough dan Cardiff, lalu pindah ke Prancis untuk bergabung dengan Nantes.

Darron Gibson

Foto: Football Talk

Gibson adalah pemain United yang pernah digadang-gadang akan memiliki karier yang baik di United. Ia adalah pemain dengan “predikat” terbaik yang diambil dari akademi untuk bermain langsung di bawah asuhan Sir Alex. Tapi sayangnya, pemain asal Skotlandia itu harus menghadapi halangan berat. Ya, sama halnya dengan Fabio, ia memiliki saingan berpengalaman di lini tengah seperti Paul Scholes, Michael Carrick dan Darren Fletcher.

Oleh sebab itu Darron Gibson kemudian pindah ke Everton guna mendapatkan tempatnya di tim utama pada musim 2011/2012. Namun nasibnya tidak kunjung membaik karena ia hanya membuat sembilan penampilan lebih banyak daripada yang pernah dimainkannya di United (60 pertandingan). Sunderland kemudian menjadi pelabuhan Gibson selanjutnya, sebelum akhirnya ia bergabung bersama Salford pada Februari lalu.

Gabriel Obertan

Foto: Sport Mole

Gabriel Obertan sempat membuat 27 penampilan untuk pasukan Setan Merah. Selama penampilannya itu, ia hanya sekali saja mencetak gol. Di satu sisi Obertan adalah pemain yang sering tampil tidak konsisten. Hal ini pula yang akhirnya membuat posisinya di tim utama mulai tergeser. Pemain asal Prancis yang saat ini berusia 31 tahun itu lalu pindah ke Newcastle United, dan sekarang ia sedang mengundi nasibnya di liga level 2 Turki.

Bentuk permainan Obertan sebetulnya sangat tinggi karena ia mampu bermain di posisi mana saja di belakang striker. Hanya saja, ia tampak tidak pernah bisa menggunakan bentuknya itu secara konsisten. Selain itu, selama kariernya di United, ia juga merasa kesulitan ketika harus menggeser pemain-pemain se-posisinya seperti Luis Nani, Ryan Giggs dan Park Ji Sung.

Paddy McNair

Foto: The Irish Time

Paddy McNair sebenarnya tidak pernah merasakan asuhan Sir Alex. Namun ia punya basib yang sama dengan pemain di daftar ini. Kurang beruntung menjadi penyebab utama kegagalannya dalam memperebutkan tempat sebagai pemain bertahan. Padahal McNair memiliki fleksibilitas yang baik di posisinya tersebut.

Tercatat bahwa ia sudah membuat 27 penampilan untuk pasukan The Red Devils, akan tetapi jumlah penampilannya itu tidak bisa menjaminkan tempatnya di tim utama. Selain itu pemain asal Irlandia Utara tersebut bisa bermain di mana saja, baik di lini belakang (sebagai bek) atau di lini tengah (sebagai gelandang bertahan). Namun sekali lagi, itu tidak berarti apa-apa, dan kariernya terhenti pada 2016, tepat ketika Jose Mourinho datang ke Old Trafford.

Federico Macheda

Foto: Talk Sport

Siapa yang tidak tahu Federico Macheda? Di awal kemunculannya, ia mencetak gol yang sangat epik dan menarik banyak perhatian para suporter United. Alih-alih menjadi starter, sayangnya gol epik Macheda justru harus membuat dirinya berjuang habis-habisan guna memperoleh tempat di tim utama. Padahal secara total ia sudah mencatatkan 36 penampilan. Sehingga seharusnya ia sudah layak memperkuat tim utama.

Namun apa mau dikata, akibat ekspektasi terlalu tinggi dari para suporter, tekanan yang besar malah semakin membuat Macheda kehilangan eksistensinya di tim asuhan Fergie. Ditambah lagi, pemain asal Italia tersebut tidak mungkin menggeser posisi Wayne Rooney yang perannya sangat vital pada waktu itu. Oleh sebabnya, hal inilah yang menyebabkannya ia pergi. Dan sekarang, nasibnya tidak se-epik golnya itu.

James Wilson

Foto: Zing News

Sama halnya dengan McNair, James Wilson juga tidak pernah diasuh Sir Alex. Namun, banyak yang menilai bahwa Wilson dan Macheda seharusnya bisa menjadi kombinasi duet striker masa depan Manchester United. Tapi sayangnya itu tidak terjadi karena beberapa hal.

Salah satunya adalah, sekali lagi, ia tidak beruntung dalam menghadapi kondisinya. Pemain asal Inggris itu tidak sanggup menahan besarnya tekanan akibat intensitas cederannya yang terlalu sering. 20 penampilan bersama United adalah satu-satunya pencapaian yang ia koleksi. Sekarang, ia bermain untuk Salford dan telah mencetak lima gol di musim ini.

Comments

Loading...