OUR NETWORK

Direktur Sepakbola dan Tugas Berat yang akan Menanti

Manchester United nampaknya mulai terpikir untuk memodernisasi struktur mereka dalam manajemen kesebelasan. Dilansir dari The Guardian, Setan Merah siap untuk menunjuk direktur sepakbola untuk pertama kalinya sejak 140 tahun usia klub. Pemilihan Football Director ini akan segera dilakukan setelah perluasan fasilitas latihan untuk tim perempuan selesai dilakukan.

Direktur sepakbola yang ditunjuk United nantinya akan mengurus hal-hal yang sifatnya terkait dengan perekrutan pemain di bursa transfer. Kedepannya akan ada tiga orang yang akan berperan penting untuk menjaga eksistensi klub di persepakbolaan dunia. Jose Mourinho akan bertugas memimpin klub di lapangan. Direktur Sepakbola mengurus soal transfer, sementara Ed Woodward akan mengurus hal-hal terkait kepentingan sponsor dan komersil lainnya.

Pergerakan transfer yang lambat pada musim panas ini menjadi alasan kuat bagi United untuk mencari direktur sepakbola. Beberapa target yang dikabarkan menjadi incaran satu per satu tidak bisa digaet dan memilih hijrah ke tempat lain atau bertahan di klub lamanya. Hal ini yang kemudian membuat hubungan antara Jose Mourinho dan Ed Woodward diberitakan merenggang.

Baca juga: Pantaskah Para Penggemar United Menyalahkan Ed Woodward?

Menjaga United Agar Tetap Berorientasi Jangka Panjang

Sebelum masuknya David Moyes sebagai manajer pada 2013, United dikenal sebagai kesebelasan yang fokus terhadap pengembangan pemain untuk jangka panjang. Rata-rata United akan merekrut pemain di usia sekitar 20-25 tahun yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Mayoritas di antaranya sukses saat berseragam United.

Sangat jarang di era Sir Alex klub merekrut pemain yang telah berusia 28 tahun ke atas kecuali kalau situasinya mendesak seperti saat mereka merekrut Robin van Persie dan Michael Owen. Pemikiran seperti ini yang coba dibangun kembali oleh United jika mereka telah memiliki direktur sepakbola.

Dalam beberapa tahun terakhir, perekrutan pemain United selalu mengarah kepada pemain bintang yang mendekati atau melewati usia 30 seperti Radamel Falcao, Sergio Romero, Bastian Schweinsteiger, Zlatan Ibrahimovic, Nemanja Matic hingga Alexis Sanchez. Pada transfer musim panas ini pun, United lebih getol mengincar Toby Alderweireld, Jerome Boateng, dan Diego Godin.

Hal ini yang kemudian menjadi alasan mengapa Ed Woodward tidak mau bergerak di bursa transfer kemarin untuk merekrut satu dari tiga bek tengah tersebut. Manajemen merasa ketiganya tidak bisa meningkatkan kualitas pemain belakang United yang sudah memiliki Smalling, Jones, Rojo, Bailly, dan Lindelof. Dua nama terakhir bahkan masih berusia 24 tahun alias bisa menjadi pemain jangka panjang klub kedepannya.

Rekrutan jangka panjang Setan Merah sebenarnya sudah dilakukan saat United masih ditangani oleh Louis van Gaal. Akan tetapi, rekrutan muda LVG saat itu seperti Memphis Depay, Anthony Martial hingga Morgan Schneiderlin bermasalah dalam hal konsistensi permainan.

Perekrutan pemain yang sudah jadi memang menjadi masalah bagi klub ini dalam beberapa tahun terakhir. Hilangnya Sir Alex Ferguson serta David Gill seolah menimbulkan efek domino yang berpengaruh terhadap sulitnya United meraih gelar Premier League dalam lima musim terakhir.

Belum lagi jika melihat daftar incaran United yang tiba-tiba memiliki nilai jual melonjak saat diperhatikan oleh klub pemilik 20 gelar juara liga ini. Kasus Yerri Mina mungkin bisa menjadi acuan bagi direktur sepakbola United sebelum bertugas kedepannya. Saat itu, Barcelona menginginkan Paul Pogba sebagai alat barter Mina yang jelas-jelas ditolak United. Beberapa hari berselang, Mina sudah berseragam Everton setelah The Toffees mengaktifkan buy out clause bek Kolombia tersebut.

Hal ini yang menjadi tugas direktur sepakbola terpilih. Nantinya ia harus pandai mencari pemain yang dirasa tepat untuk skuat Manchester United dan tidak melupakan visi United yang fokus terhadap pembinaan jangka panjang di tengah pergerakan klub-klub lain yang mulai bergerak secara instan.

Baca juga: Sejarah Perseteruan Jose Mourinho Melawan Manajemen Klub

Membangun Relasi dengan Manajer

Satu tugas lain yang akan diemban direktur sepakbola United kedepannya adalah ia harus menjaga hubungan baik dengan Jose Mourinho. Begitu pula sebaliknya. Sepanjang karier melatihnya, Mourinho kerap berkonflik dengan direktur sepakbola karena perbedaan pandangan terutama soal perekrutan pemain.

Dalam artikel yang ditulis Manchester Evening News, direktur sepakbola akan memiliki jarak yang lebih dekat kepada pemilik ketimbang manajernya sendiri. Hal ini dikarenakan tugas mereka yang tidak hanya mengurus hal-hal terkait transfer tetapi juga hal lain seperti menata anggaran, pengembangan akademi, hingga memecat atau memilih manajer baru.

Sementara itu, Jose Mourinho kerap berkonflik kepada para direktur sepakbolanya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah konflik Mourinho dengan Michel Emenalo terkait perekrutan Papy Djilobodji dan Baba Rahman. Ketika itu, Mourinho merasa tidak perlu mendatangkan dua pemain tersebut karena pemain belakangnya masih bisa diandalkan. Hal serupa kembali terulang saat menangani Real Madrid ketika Mourinho dan Jorge Valdano berkonflik meributkan siapa yang layak menjadi striker diantara Gonzalo Higuain dan Karim Benzema.

Manajemen United jelas harus memilih orang yang tepat agar bisa bersinergi dengan Jose Mourinho dalam membangun United. Petinggi klub ada baiknya tidak malu untuk belajar dari rival sekota mereka yaitu Manchester City yang memiliki Txiki Begiristain yang sejauh ini memiliki relasi bagus dengan Pep Guardiola yang berdampak dengan suksesnya Manchester City sepanjang musim lalu.

Baca juga: Alasan Mengapa Manchester United Tidak Memiliki Direktur Sepakbola

Comments

Loading...