OUR NETWORK

Diadu Dengan Pogba, Awal Kisah Kegemilangan Rashford

Seorang bijak pernah berkata, jika ingin sukses maka lingkarilah dirimu dengan orang-orang yang sukses juga. Pernyataan tersebut tampaknya tepat disandingkan kepada kesuksesan yang dialami oleh striker muda United, Marcus Rashford.

Dilansir dari Manchestereveningnews.com, Rashford sudah menjadi pemain yang menjanjikan sedari umur 12 tahun. Oleh karena talentanya, jalur cepat diberikan kepada Rashford oleh United untuk berlatih dengan Paul Pogba.

Saat itu, Pogba lebih senior 5 tahun dan tengah berusaha untuk masuk ke tim utama United bersama Ravel Morrison dan Jesse Lingard. Namun jajaran pelatih United melihat Rashford akan semakin berkembang jika berlatih bersama Pogba yang akan menjadi pemain termahal dunia beberapa tahun berselang.

Seperti kita tahu, kesuksesan Rashford di Old Trafford dimulai saat diberikan debut oleh Louis van Gaal musim lalu. Namun ternyata Sir Alex Ferguson sudah menaruh perhatian kepada Rashford dengan berkata, “pemain-pemain United tidak takut untuk mendapatkan bola.”

Fakta-fakta di atas ternyata keluar dari mulut eks pelatih akademi United Paul McGuinness yang berjasa atas perkembangan Rashford. Dirinya dalam wawancara mengingat satu perlakuannya kepada remaja tersebut. Yaitu memasukkannya ke dalam “kandang” bersama para pemain yang lebih senior untuk mempertahankan kemampuan sepakbola jalanan yang ia punya.

“Ketika ia (Rashford) bergabung dengan kami di usia 8 tahun, ia bermain di jalanan bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan itu masih dipertahankannya meski sudah bergabung dengan United,” kata McGuiness

Menurut McGuiness, kebiasaan di jalanan tersebut justru menjadikan Rashford spesial. Sehingga dirinya mengaku tak akan melarang Rashford bermain di jalanan bersama teman-temannya.

Dengan teknik “mengkandangkan”, McGuiness mengatakan Rashford bisa menjiplak kemampuan senior-seniornya dengan lebih cepat. Mulai dari teknik dan hal-hal lainnya untuk bertahan di akademi.

“Kamu punya lawan bermain yang akan menjadi pemain termahal dunia dalam waktu 3 tahun mendatang dan ia bermain denganmu ketika usia 12 tahun. Menunjukkan dirimu bagaimana melakukan trik-trik, operan satu dua, dan beberapa hal lainnya yang akhirnya dilakukan Rashford beberapa waktu ini.”

“Marcus sedari kecil adalah anak yang beruntung, bisa berlatih bersama Pogba dan berlatih dengan cara osmosis (menyerap).”

Tujuan McGuiness dari awal pertemuannya dengan Rashford memang menjadikan pemain dengan nomor punggung 19 tersebut, menjadi striker kelas dunia. Walau awalnya menurut dia, Rashford sejatinya adalah pemain sayap.

“Awalnya ketika masuk ke akademi, Rashford bermain di sayap dan juga di tengah. Dimana ia adalah pemain yang kreatif dan tidak berfokus untuk mencetak gol.”

“Saat itu badannya sangat kurus dan bermain bersama pemain 2 tahun di atas usianya. Sehingga kami (tim akademi) terus memotivasinya dengan mengatakan bahwa dirinya akan semakin besar juga cepat dan untuk tidak memikirkan hal-hal yang negatif.”

Selain itu, McGuiness menambahkan tim akademi jua meminta Rashford untuk menghindari menjadi pemain yang pintar. Maksudnya adalah terlalu kreatif laiknya pemain gelandang tengah atau serang.

“Daripada menjadi pemain yang pintar dengan aksi-aksinya, fokus yang harus Rashford pasang adalah bagaimana bisa berlali melewati para pemain bertahan. Itu yang saya ucapkan kepadanya. Beruntung dia mudah menyerapnya dan didukung talenta yang ia miliki,” kenang McGuiness.

Kini usaha tim akademi untuk mengembangkan talenta Rashford membuahkan hasil. Di bawah asuhan Jose Mourinho, Rashford berubah menjadi striker dengan kecepatan yang mematikan. Apalagi kini setelah striker utama Zlatan Ibrahimovic dibekap cedera, Rashford menjadi pilihan utama manajer asal Portugal tersebut.

Namun jalan panjang masih ada di depan karir Rashford. Karena seperti kita tahu, United kini tengah mendapat sorotan terhadap lini depannya, termasuk Rashford. Salah satu yang mengkritik adalah eks United, Roy Keane. Dimana ia berkata Rashford tidak boleh hanya mengandalkan kecepatannya, justru kemampuan penyelesaian akhir yang lebih penting untuk dimiliki.

“Kecepatan Rashford memang luar biasa, tapi dia masih harus belajar penyelesaian yang baik. Ketika pemain memiliki kecepatan seperti Rashford, mereka hanya mengandalkan kecepatan. Tapi jangan lupa untuk terus berlatih dan terbiasa membuat keputusan yang tepat. Karena dia harus mendapat banyak kesempatan di depan gawang. Ketika suatu saat dia berhasil menendang dengan tepat, maka dia akan mencetak gol,” terang Keane.

Ditambah adanya potensi pembelian striker oleh United pada musim panas nanti. Nama-nama besar seperti Andrea Belotti, Antoine Griezmann, dan Kylan Mbappe dikabarkan masuk dalam list pembelian Mourinho. Mari kita tunggu!

Sumber : manchestereveningnews.com dan independent.ie

Comments

Loading...