Foto: Zimbio.com

Selain Paul Pogba dan Alexis Sanchez, Manchester United juga terancam kehilangan David De Gea pada musim panas kali ini. Negosiasi perpanjangan kontrak terhadap penjaga gawang asal Spanyol ini berjalan macet. Hal ini yang kemudian membuat peluang De Gea untuk keluar dari Manchester menjadi besar.

Dilansir Daily Record, De Gea menginginkan gaji sebesar 350 ribu paun (6,4 miliar rupiah) per pekan. Angka ini setara dari gaji yang diperoleh Alexis Sanchez bersama Setan Merah. Akan tetapi, permintaan ini tidak disanggupi oleh kubu United yang kapok memberikan gaji besar kepada para pemainnya.

Negosiasi yang mentok dan melihat kontraknya yang tersisa satu musim lagi, maka besar kemungkinan De Gea akan pindah musim ini. Menjualnya saat ini bisa mendatangkan keuntungan yang signifikan ketimbang melepasnya pada musim panas tahun depan. PSG, Juventus, dan Real Madrid, disinyalir menjadi pemburu utama mantan kiper Atletico Madrid ini.

Jika melihat situasi United saat ini, kehilangan De Gea nampaknya tidak menjadi masalah besar seperti saat United kehilangan Peter Schmeichel. Setan Merah saat ini memiliki penjaga gawang kelas satu yang bisa mengisi peran penjaga gawang utama musim depan. Sebut saja Sergio Romero, Lee Grant, dan kiper muda yang sedang naik daun, Dean Henderson. Akan tetapi, kehilangan De Gea bisa menjadi masalah apabila Emilio Alvarez juga memutuskan untuk hengkang.

Pelatih kiper Manchester United ini sedang memiliki masa depan yang samar-samar. Hal ini dikarenakan namanya tidak ada dalam ucapan Solskjaer ketika diwawancarai terkait stafnya pada musim depan. Dalam ucapannya tersebut, tidak ada nama pria asal Spanyol yang pernah bermain sebagai penjaga gawang Extremadura tersebut.

“Mereka semua (staf pelatih saya) akan bertahan karena itu penting untuk membawa tim ini melaju. Selain itu, mereka semua adalah pelatih yang sempurna. Kieran (McKeena) masih muda, saya sudah bekerja dengan Dempsey sejak 2011. Begitu juga Michael Carrick. Apa lagi yang bisa saya katakan tentang dia?” kata Solskjaer.

Tiga nama itu mengikuti Mike Phelan dan Solskjaer yang sebelumnya sudah dipermanenkan Manchester United. Akan tetapi, tidak ada nama Alvarez. Hal ini yang membuat timbul persepsi kalau Alvarez akan menyusul De Gea untuk hengkang dari United. Meski begitu, salah satu orang dalam United menyebut kalau Alvarez mendapatkan kontrak yang berbeda dari ketiga asisten Solskjaer tersebut sehingga namanya masih akan berada di pusat latihan United musim depan.

Pria berusia 47 tahun ini adalah satu-satunya staf peninggalan Jose Mourinho disaat Rui Faria, dan Silvino Louro memutuskan mengikuti jejak Mourinho cabut dari Old Trafford. Bertahannya pria asli kelahiran Madrid ini juga disebabkan karena permintaan langsung De Gea yang sudah nyaman berada di sisi Alvarez.

Alvarez bisa dikatakan sebagai pelatih kiper terbaik United setelah Eric Steele. Hal ini bisa terlihat dari performa para penjaga gawang United yang pernah bekerja sama dengannya. Sebelum musim penuh kehancuran di lini belakang pada musim ini, United menjadi kesebelasan dengan angka kebobolan yang sedikit. Mereka tidak pernah kebobolan lebih dari 30 gol per musim pada ajang Premier League sejak Alvarez masuk.

Musim pertama Alvarez bekerja, gawang De Gea hanya kemasukan 29 gol saja. Pada musim 2017/18, catatan kebobolan United diperkecil satu gol lagi menjadi 28. Hanya Eric Steele yang bisa melakukannya ketika United masih dipegang Sir Alex Ferguson. Torehan tersebut menjadikan De Gea sebagai penjaga gawang terbaik Premier League dan masuk dalam FIFPRo World XI. Inilah puncak dari karier seorang Alvarez selama menjadi pelatih kiper.

“Dia membantu kami meningkatkan berbagai aspek secara fisik dan teknik dengan pendekatan pada kecepatan, lompatan, dan reaksi. Sesi latihannya benar-benar baru. Dia punya reputasai bagus di Spanyol. Semua orang yang pernah bekerja dengannya selalu punya hal baik. Diego Lopez, Kiko Casilla, dan Santi Canizares, semuanya memberikan kesan yang bagus,” kata Jordi Codina, salah satu pemain yang pernah dilatih Alvarez.

Berkat kehadiran Alvarez, United bisa seperti tim-tim kelas dunia lainnya yang memiliki dua penjaga gawang hebat. Jika De Gea absen bermain, mereka masih punya Sergio Romero. Berkat didikan Alvarez, Romero bisa bermain bagus layaknya pemain reguler meski menit mainnya sangat minim. Bahkan Lee Grant pun masih tetap prima meski usianya sudah 36.

Keberhasilan membuat David De Gea dan Sergio Romero menjadi penjaga gawang yang konsisten, menjadi alasan mengapa nama Alvarez sebaiknya ikut dipertahankan seperti empat staf Solskjaer lainnya. Jika ia masih berada United, bukan tidak mungkin kedepannya Alvarez berhasil mencetak penjaga gawang hebat lainnya dalam diri Dean Henderson, Matej Kovar, dan Kieran O’Hara.