OUR NETWORK

30 Tahun Sir Alex Ferguson (Bagian 1): Pasang Surut dengan Wartawan

Pada bulan ini, 30 tahun lalu, Sir Alex Ferguson ditunjuk menjadi manajer Manchester United. Kesuksesan tidak serta merta hadir karena Ferguson memilih untuk membangun fondasi awal kesebelasan. Berkat kesabaran manajemen dan penggemar, United diubahnya menjadi kesebelasan tersukses di Inggris Raya.

Reporter Manchester Evening News, Stuart Mathieson, yang bekerja sejak 1995, mengumpulkan ingatan demi ingatan tentang Fergie. Berikut kami sarikan untuk Anda.

Dimarahi Fergie

Di Manchester Evening News, Stuart diplot sebagai reporter untuk Manchester United. Ia pun rutin datang ke The Cliff setiap dua atau tiga kali sepekan. The Cliff sendiri merupakan tempat latihan United sejak 1938 sebelum Trafford Training Centre beres dibangun pada 2000.

Sehari sebelum pertandingan FA Cup melawan Barnsley pada 1998, seperti biasa Stuart datang ke The Cliff. Hari itu, ia memilih untuk tidak mengikuti konferensi pers harian. Ia pun berdiri di luar sembari menonton tim yang akan mengakhiri latihan.

Ia lalu menemukan sosok David May yang sebelumnya beristirahat lebih dari limat bulan setelah menjalani operasi lutut. Dari apa yang dilihat Stuart, David agaknya diplot menjadi pemain penting dalam latihan tersebut.

Nyatanya, bukan cuma Stuart yang mengetahui soal David. Sejumlah reporter dari media nasional menyadari hal tersebut. Di hari pertandingan, mereka bahkan menuliskan soal kemungkinan David bermain di Piala FA menghadapi Barnsley.

The Cliff Training Ground. Tempat berlatih Manchester United sejak 1938.
The Cliff Training Ground. Tempat berlatih Manchester United sejak 1938.

Keesokan harinya, Fergie murka dan menyatakan kalau Stuart kelewat banyak menyaksikan sesi latihan. Stuart beralasan kalau itu telah menjadi domain publik karena sudah diterbitkan media nasional. Namun, Fergie tetap pada pendiriannya dan meminta Stuart untuk hanya datang sekali sepekan. Stuart pun setuju untuk datang setiap Selasa.

Minggu selanjutnya, Stuart datang ke Salford, karena United berlatih di sana. Mobil Fergie pun tiba. Setelah parkir, Fergie langsung mendatangi Stuart dengan wajah marah. Ia lalu menyalak, “Sudah kubilang, kamu cuma boleh datang sekali sepekan!”

Stuart menjawab, “Tapi ini Selasa, kan?”

“Oh, ya sudah deh,” timpal Fergie sambil berlalu.

Ketahuan Berbohong

foto: dailymail.co.uk
foto: dailymail.co.uk

Stuart bekerja di media yang berbasis di Manchester. Sudah pasti Fergie amat familiar dengan wajah Stuart. Di sisi lain, Stuart merasa semakin hari Fergie menunjukkan perilaku yang berbeda. Salah satunya soal menghindari wawancara harian via telepon dari Manchester Evening News.

Saat United pindah dari The Cliff ke Kompleks Latihan Carrington, Fergie bilang bahwa dirinya tidak punya sambungan telepon. Fergie meminta siapapun untuk menghubungi sekretarisnya agar bisa bicara dengannya.

“Aku tak terpancing,” tulis Stuart. “Manajer Manchester United tak punya sambungan telepon di tempat latihan? Ya ampun.”

Rasa curiga Stuart terbukti saat ia meminta salah seorang stewards untuk menghubungi Fergie. Stuart beruntung karena pria yang ia mintai tolong, menekan nomor sembari menyebut angkanya.

“Bingo, aku punya nomornya!” tulis Stuart.

Stuart tak pernah menghubungi langsung nomor tersebut karena ia tahu, Fergie akan tahu. Ia lalu menyadari kalau nomor Fergie dengan sekretarisnya hanya berbeda satu angka.

“Jadi, kalau aku tak bisa menghubungi sekretarisnya dan aku amat ingin bicara dengan manajer, aku akan menghubungi Fergie dan berpura-pura kalau aku salah pencet,” kata Stuart.

Selama lebih dari 12 bulan, ia melakukannya selama tiga tahun. Yang pertama dan kedua ia melakukannya dengan sukses. Setahun kemudian, ia mencoba yang ketiga, tetapi Fergie bilang begini, “Ini ketiga kalinya kau membuat kesalahan. Aku tahu akal bulusmu!”

Comments

Loading...