OUR NETWORK

12 Cerita Manis Manchester United di Final Piala FA (1)

Piala FA menjadi trofi terakhir dan satu-satunya yang berpeluang bisa dimenangkan Manchester United pada musim 2017/2018 ini. Skuat The Red Devils melenggang ke Wembley Stadium, tempat dihelatnya final kompetisi ini, setelah menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 2-1 di semi final pada 21 April 2018 lalu. Chelsea akan jadi penantang di partai pemungkas pada 19 Mei 2018.

“Saya sangat bahagia. Kami pantas mendapatkan ini,” ungkap manajer Jose Mourinho pada MUTV. Ia menyambut positif kemenangan dan kelolosan United ke final Piala FA musim ini.

“Kami mampu menang atas tim bagus dan lolos ke final. Ini adalah sesuatu yang kami inginkan,” tambah Romelu Lukaku pula.

Final Piala FA ini tentu saja spesial bagi United, bukan hanya karena jadi satu-satunya trofi yang bisa diraih musim ini. Namun, juga karena final ke-20 bagi tim Setan Merah, menyamai rekor Arsenal. Lebih dari separuhnya telah dimenangkan; juga akan menyamai pencapaian Arsenal, pemenang terbanyak dengan 13 trofi, jika berhasil juara musim ini. Berikut ini 12 cerita manis United dalam final Piala FA.

  1. 1908/1909

United memenangi trofi perdana di liga domestik pada musim 1907/1908. Semusim kemudian, MU menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya setelah menaklukan Bristol City 1-0.

Ini adalah gelaran ke-38, sejak Piala FA mulai dihelat pada 1872. Pada awal musim itu, tim asuhan Ernest Mangnall ini sempat pula memenangkan trofi Charity Shield 1908, yang mempertemukan The Red Devils sebagai juara liga dengan Queens Park Rangers sebagai juara Piala FA musim sebelumnya.

  1. 1947/1948

United sempat mengalami masa kelam pada periode 1920-an, bahkan hingga terlempar ke divisi dua Liga Inggris. Tim pun juga paceklik gelar sejak terakhir kali memenangkan juara liga 1910/1911 dan Charity Shield 1911. Namun, setelah menjuarai divisi dua 1935/1936, tim Setan Merah mulai bangkit hingga kemudian sukses meraih trofi Piala FA kedua pada musim 1947/1948. Blackpool FC sempat mengadang di partai final yang berlangsung sengit. Bahkan, tim lawan unggul 2-1 di babak pertama setelah saling berbalas gol, sebelum United menambah tiga gol dan lalu menang dengan skor 4-2.

  1. 1962/1963

Setelah melewati 39 tahun antara trofi perdana dengan kedua, The Red Devils pun baru bisa kembali merasakan juara Piala FA 15 tahun kemudian, tepatnya di musim 1962/1963. Sir Matt Busby masih menangani United pada saat itu, sama ketika memenangkan Piala FA 1947/1948 yang menjadi trofi perdananya sebagai pelatih.

Namun, kali ini skuatnya sudah jauh berbeda, yakni salah satu generasi emas tim Manchester merah yang saat itu baru masih dihuni Bobby Charlton dan Denis Law, tanpa George Best yang bergabung musim berikutnya. Mereka pun sukses menaklukkan Leicester City 3-1.

  1. 1976/1977

Delapan tahun setelah kepergian Sir Matt Busby; meski sempat kembali pada musim 1970/1971, dan dua tahun setelah bubarnya trio The Holy Trinity; Bobby Charlton, Denis Law dan George Best, skuat The Red Devils kembali memenangkan trofi Piala FA usai melewati periode terbaik di 1950-1960-an.

Pada musim 1976/1977 tersebut, United yang dibesut manajer Tommy Docherty pun bertemu tim terkuat di Inggris pada masa itu, Liverpool di laga final. Namun, mereka berhasil menjinakkan sang lawan dengan skor tipis 2-1, setelah keduanya sempat bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

  1. 1982/1983

Trofi Piala FA musim 1982/1983 ini tak bisa dimenangkan dengan mudah oleh United, yang ketika itu ditangani oleh Ron Atkinson. Bertemu Brighton & Hove Albion di laga final, mereka harus menjalani pertandingan ulangan setelah sempat ditahan imbang 2-2 pada 21 Mei 1983.

Di laga itu, tim Setan Merah sebenarnya sudah hampir menang 2-1, namun lawan berhasil menyamakan kedudukan tiga menit sebelum laga berakhir. Namun, pada laga replay lima hari kemudian, United akhirnya mampu menunjukkan bahwa mereka memang pantas menjadi juara setelah menang dengan skor telak 4-0.

  1. 1984/1985

Ron Atkinson bersama kapten tim Bryan Robson kembali meraih trofi Piala FA dua musim kemudian. Lagi-lagi, kemenangan ini tak berlangsung mudah. Setelah menundukkan Liverpool lewat laga replay di semifinal, United harus bertemu juara bertahan Everton di final.

Mereka harus bermain hingga babak tambahan, setelah imbang tanpa gol di waktu normal. Sialnya, United pun juga harus bermain dengan 10 pemain setelah bek Kevin Moran dikartu merah. Namun, mereka akhirnya bisa menang tipis 1-0 lewat gol kemenangan yang disarangkan gelandang Norman Whiteside pada menit ke-110.

Comments