in

Cameron Borthwick-Jackson, Talenta Muda United Selanjutnya yang Akan Dijual?

Masa peminjaman Borthwick-Jackson di Wolverhampton tak begitu memuaskan. Namanya pun tak ada dalam daftar pemain yang dibawa Mourinho ke Amerika Serikat.

Persaingan untuk memasuki seleksi tim impian Jose Mourinho semakin ketat, banyak pemain yang bersinar, banyak juga yang meredup. Sementara itu, Cameron Borthwick-Jackson, pemain Manchester United U-23 sedang diincar oleh Leeds United.

Manchester United masih memiliki segudang calon pemain bintang yang saat ini masih kesulitan untuk menembus tim senior yang sudah diisi oleh pemain-pemain level dunia yang sangat sulit untuk diimbangi. Kecuali beberapa pemain senior cedera atau lawan bertanding berasal dari kompetisi sekunder, pemain-pemain muda United tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan taji mereka kepada sang manajer Jose Mourinho.

Jalan yang paling memungkinkan untuk berkiprah sebagai salah satu anggota tim senior dengan menit bermain yang memadai ialah dengan bermain bersama tim lain untuk sementara waktu. Cara ini juga bisa digunakan sebagai ajang untuk berkembang melalui pertandingan-pertandingan melawan tim dengan komposisi yang lebih baik dari tim sendiri.

Cameron Borthwick-Jackson memiliki kesempatan untuk menempuh jalan ini mengingat The Express melaporkan bahwa Leeds United tertarik untuk merasakan jasa pemain bertahan didikan akademi Manchester United di timnya pada musim mendatang. Bek muda bertalenta ini sudah beberapa kali dikaitkan dengan beberapa klub sejak dua tahun lalu saat dia masuk kedalam tim asuhan Louis van Gaal dan bersinar. Namun, beberapa manajer berikutnya tidak melihat cemerlangnya Borthwick-Jackson seperti pelatih asal Belanda tersebut melihatnya.

Musim terakhir Cameron Borthwick-Jackson bersama Wolverhampton Wanderers bisa dibilang tidak begitu mengesankan. Performa yang ditampilkan oleh pemain bertahan tersebut datar saja, tidak begitu baik namun juga tidak begitu buruk dan tentunya Jose Mourinho tidak melihat Cameron sebagai opsi pertimbangan komposisi tim dalam waktu dekat ini. Selain itu, kealpaannya dalam tur pra-musim di Amerika Serikat, serta Demetri Mitchell yang lebih dipilih oleh Mou daripadanya, merupakan indikator kunci di mana pemain 20 tahun tersebut bisa bermain bersama klub lain di musim depan.

Dan saat ini, dimana para skuat muda sedang berada di benua lain, Leeds United akhirnya bisa memiliki kesempatan terbesarnya untuk mengakhiri pengejaran tanda tangan Borthwick-Jackson. Charlie Taylor yang terakhir berperan sebagai pemain bek kiri Leeds saat ini diyakini semakin dekat dengan Burnley yang turut serta dalam kompetisi Premier League. Dengan demikian, sang pelatih, Thomas Christiansen, akan mengerahkan segala kemampuannya untuk mendapatkan kontrak bersama Cameron.

Sehubungan dengan musim yang tidak begitu memuaskan di mana The Whites gagal mendapatkan tempat dalam kualifikasi, lini pertahanan menjadi salah satu objek yang akan direvisi oleh manajemen. Klub tersebut sudah melakukan semua hal yang diperlukan untuk meyakinkan mereka agar kesalahan yang sama tidak terulang. Dengan pemilik baru dan pelatih baru di kursi kemudi, perubahan besar akan terjadi dalam kubu Leeds dalam waktu dekat.

Disamping telah menandatangani kontrak permanen dengan pemain-pemain bintang mereka di musim lalu, seperti Pontus Jansson dan Hadi Sacko, Leeds juga telah membawa masuk seorang gelandang tengah Mateusz Klich dan penjaga gawang Felix Wiedwald. Setelah itu, Borthwick-Jackson bisa jadi nama selanjutnya yang akan menjadi anggota baru klub Divisi Championship tersebut.

Cameron Borthwick-Jackson yang lahir di kota Manchester menembus skuat Setan Merah dibawah kepelatihan Van Gaal. Dia berhasil menunaikan 14 penampilan di semua kompetisi dan melahirkan satu asis di Liga Premier. Namun, dengan kedatangan The Special One sebagai peminpin yang baru, hampir semua pemain muda kehilangan kesempatan untuk bersinar dan Jackson pun dipinjamkan ke Wolverhampton musim lalu.

Di tempat barunya, cukup mengejutkan, Cameron gagal bersinar. Dia hanya tampil sebanyak tujuh kali di semua kompetisi. Pemain asli Inggris ini kembali ke United U-23 sebelum musim pertandingan berakhir. Leeds, sementara itu, tidak melihat semua ini sebagai rendahnya kualitas Borthwick-Jackson, namun mereka tetap menginginkan pemain tersebut berada dipihaknya.

Tentunya, hal ini akan menjadi prahara besar bagi Cameron jika dia jadi bermain di divisi Championship setelah berhasil menjadi salah satu calon bintang di Manchester United. Namun, Leeds menargetkan posisi teratas di divisi tersebut musim depan, dan jika saatnya tiba, Borthwick-Jackson akan kembali bermain di Liga Premier.

Menurut Anda, masihkah pantas Cameron Borthwick-Jackson dipertahankan di Manchester United?

Facebook Comments